Percepatan Waktu Proyek Konstruksi

Percepatan waktu proyek sering dilakukan ketika progress proyek dinilai mengalami keterlambatan terhadap rencana. Di samping itu, percepatan waktu juga dapat dilakukan pada saat perencanaan. Namun percepatan waktu memiliki dampak atas biaya, kualitas, dan risiko. Oleh karena itu, percepatan waktu pelaksanaan proyek harus direncanakan dengan pertimbangan yang matang.

Dalam manajemen waktu berdasarkan PMBOK 5th Edition, percepatan proyek atau schedule compression digunakan untuk mempercepat jadwal proyek pada saat perencanaan maupun saat pelaksanaan. Schedule compression saat perencanaan bertujuan untuk mendapatkan jadwal yang optimal atas biaya. Hal ini terdapat pada proses Schedule Development. Sedangkan schedule compression saat pelaksanaan umumnya untuk mengatasi keterlambatan pelaksanaan. Dimana hal ini terdapat pada proses Control Schedule.

Terdapat dua jenis Schedule compression yaitu crashing dan fast tracking. Teknik crashing umumnya berusaha memendekkan durasi aktifitas dimana cenderung memiliki konsekuensi penambahan biaya akibat penambahan sumber daya maupun durasi kerja (lembur). Sedangkan fast tracking umumnya berusaha mengerjakan pekerjaan secara overlap yang mengubah hubungan ketergantungan antar aktifitas dimana cenderung memiliki konsekuensi risiko teknis yang dapat berdampak pada kualitas dan juga biaya. Pada kenyataannya, seringkali kedua jenis metode percepatan digunakan secara bersamaan untuk mendapatkan tingkat percepatan yang setinggi-tingginya.

Pada percepatan waktu secara crashing, terdapat metode untuk mendapatkan strategi percepatan yang optimal atas biaya, yaitu metode Least cost analysis. Metode ini menggunakan dasar jalur kritis sebagai basis untuk mendapatkan percepatan yang efektif.

Proyek konstruksi merupakan salah satu proyek yang memiliki kompleksitas relatif tinggi. Kompleksitas tersebut berupa banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, tingkat kesulitan yang tinggi, banyaknya sumber daya dan pihak terkait proyek yang harus dikelola, tingginya ketidakpastian, dan tingginya risiko. Hal tersebut sering menjadi penyebab keterlambatan pada pelaksanaan proyek konstruksi.

Untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi pada proyek konstruksi dilakukan langkah atau strategi percepatan proyek (schedule compression) seperti yang telah dijelaskan. Umumnya dilakukan metode crashing dan fast tracking secara bersamaan. Hal ini untuk mendapatkan tingkat percepatan yang terbaik dalam mengatasi keterlambatan pada situasi yang kompleks. Walaupun pada kenyataannya, banyak program percepatan yang kurang berhasil padahal telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Terdapat tiga kelompok atas strategi percepatan yang efektif pada proyek konstruksi, yaitu kelompok manajerial, kelompok disain, dan kelompok konstruksi.  Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek konstruksi, didapat beberapa strategi percepatan yang dianggap memberikan hasil yang efektif dan optimal. Adapun rincian strategi percepatan tersebut berdasarkan kelompoknya dapat dilihat pada tautan berikut (manajerial, disain, konstruksi).

 

Referensi : Buku Advance & Effective Project Management – Budi Suanda S.T., M.T., 2016

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Waktu and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>