Konsultasi & Training

A. KONSULTASI

Memperhatikan cukup banyaknya permintaan konsultasi yang ada, maka disediakan waktu bagi para praktisi, mahasiswa, dan peneliti untuk dapat berdiskusi dan konsultasi langsung. Topik konsultasi yang dapat diberikan adalah :

1.   GENERAL PROJECT MANAGEMENT

Diskusi dan konsultasi terkait sistem pengelolaan proyek secara umum termasuk problem solving yang dapat berupa general project management system, project management plan, dan project management control.

2.  PROJECT SCOPE MANAGEMENT

Diskusi dan konsultasi terkait cara mengelola lingkup dengan baik pada proyek agar dapat sesuai target. Konsultasi terutama berupa general scope management, teknik membuat WBS, dan metode pengendalian lingkup agar terjaga hingga penyelesaian proyek

3.  PROJECT COST REDUCTION MANAGEMENT

Diskusi dan konsultasi terutama mengatasi proyek yang mengalami kerugian / cost overrun agar dapat ditekan semaksimal mungkin atau meningkatkan potensi keuntungan proyek atau memastikan kinerja biaya proyek, tanpa mengurangi mutu dan menghambat kecepatan pelaksanaan. Konsultasi dapat berupa perencanaan cost reduction (Cost Reduction plan), bagaimana menjadi kreatif untuk mendapatkan ide brilian atas cost reduction (Creativity techniques), dan bagaimana meningkatkan keberhasilan program cost reduction hingga penyelesaian proyek melalui Monitoring and Controlling of Cost Reduction Program .

4.  PROJECT ACCELERATION

Diskusi dan konsultasi terutama untuk mengatasi keterlambatan proyek agar dapat ditekan semaksimal mungkin atau memastikan kinerja waktu proyek secara optimal tanpa mengurangi waktu dan dengan biaya yang minimal. Diskusi dapat berupa cara membuat schedule yang baik atau scheduling techniques dan bagaimana mempercepat pelaksanaan proyek yang efektif dan efisien (Project Acceleration Methods) dengan teknik schedule compression khusus.

5.  PROJECT QUALITY IMPROVEMENT

Diskusi dan konsultasi bagaimana membuat proyek dapat menghasilkan mutu sesuai target. Diskusi dapat berupa cara membuat quality plan yang baik, teknik quality assurance dan teknik quality control yang efektif.

6.  STRATEGIC PROJECT RISK RESPONSES

Diskusi dan konsultasi terutama untuk memastikan proyek dapat mengatasi risiko-risiko berbahaya dalam pelaksanaannya. Berupa identifikasi risiko dan penilaiannya serta strategi mitigasi risiko yang efektif dan strategis.

7.  PROJECT HUMAN RESOURCE MANAGEMENT

Diskusi dan konsultasi terkait bagaimana membuat struktur organisasi proyek yang efektif dan efisien, membangun tim yang memiliki performa tinggi, memimpin proyek dengan efektif, serta mengembangkan tim proyek terkait kompetensi tim secara kolektif yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek

8.  PROJECT CLAIM MANAGEMENT

Diskusi dan konsultasi berupa pemilihan jenis kontrak yang sesuai untuk proyek, penentuan pasal kontrak yang efektif dan balance, pengelolaan klaim dari identifikasi hingga strategi mengatasi klaim yang efektif.

9.  CIVIL ENGINEERING & CONSTRUCTION METHOD for HIGH-RISE BUILDING

Diskusi dan konsultasi berupa teknik struktur pada gedung tinggi termasuk metode efektif pelaksanaannya dengan memperhatikan biaya – mutu – waktu serta problem solving atas permasalahan pelaksanaan proyek.

10.  CONSTRUCTION RESEARCH

Diskusi dan konsultasi atas bagaimana melakukan riset untuk meningkatkan performa design engineering, construction method, construction management, termasuk bagaimana peningkatan performa bisnis konstruksi serta problem solving atas berbagai masalah didalamnya dengan cara riset khusus.

11.  VARIOUS

Diskusi dan konsultasi atas berbagai hal lainnya terkait dengan konstruksi proyek yang sering dihadapi, yaitu :
  • Critical Success Factors (CSF’s) – Bagaimana identifikasi dan strateginya pada suatu proyek agar proyek dapat meningkatkan performanya.
  • Risk Contigency – Bagaimana menghitung cadangan biaya dan waktu terkait adanya risiko-risiko tertentu pada proyek yang sulit untuk dikendalikan
  • Negotiation techniques -Bagaimana menentukan teknik negosiasi yang tepat pada berbagai kondisi
  • Transportation Feasibility – Bagaimana membuat studi kelayakan transportasi terutama untuk pengiriman heavy cargo
  • Climate forecasting – Bagaimana memprediksi cuaca sepanjang durasi proyek dengan akurasi lebih baik dengan menggabungkan beberapa teknik dan data

 

Adapun cara untuk dapat berdiskusi dan konsultasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Menyampaikan identitas dan maksud konsultasi
  • Mendeskripsikan dengan singkat dan jelas permasalahan yang akan dikonsultasikan
  • Komunikasi awal via email suanda_b@yahoo.com yang dapat dilanjutkan dengan tatap muka jika diperlukan sesuai dengan kompleksitas masalah atau bahan diskusi
  • Apabila diperlukan diskusi tatap muka, maka dilakukan setelah jam kerja

 

B. TRAINING – WORKSHOP – GUEST LECTURE

Bagi yang membutuhkan training terkait dengan manajemen proyek yang bersifat pendekatan teori dan praktik / best practice, berikut adalah beberapa training yang dapat diberikan :

  • GENERAL PROJECT MANAGEMENT – Berupa semua knowledge area manajemen proyek yaitu : Scope Management, Time Management, Cost Management, Quality Management, Human Resource Management, Communication Management, Risk Management, Procurement Management, Stakeholder Management, dan Integration Management. Jika dikehendaki dapat sebagian knowledge area. Training akan disertai workshop agar peserta dapat langsung menguasai praktiknya. Materi training akan dilengkapi dengan best practice berdasarkan pengalaman melaksanakan proyek.
  • CONSTRUCTION PROJECT MANAGEMENT – Berupa seluruh materi general project management dan ditambah dengan safety management, environmental management, finance management, dan claim management. Training akan disertai workshop agar peserta dapat langsung menguasai praktiknya. Materi training akan dilengkapi dengan best practice berdasarkan pengalaman melaksanakan proyek.
  • STRATEGIC CONSTRUCTION COST REDUCTION – Training ini memberikan intisari pengetahuan yang merupakan best practice atas berbagai pengalaman melaksanakan dan menghasilkan proyek2 yang berkinerja biaya tinggi. Dalam training akan diperkenalkan berbagai tools yang penting untuk mendapatkan efisiensi biaya tinggi. Materi training akan dilengkapi dengan workshop yang disertai dengan contoh-contoh strategi cost reduction berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek sehingga akan memberikan gambaran lebih jelas akan manfaatnya.
  • CONTRACT ADMINISTRATION – Training ini terutama akan memberikan berbagai strategi kontraktual yang efektif dalam pelaksanaan proyek.

 

Semoga dapat memberi manfaat dan ikut mendukung kemajuan konstruksi Indonesia. Salam

 

70 Responses to Konsultasi & Training

  1. Pingback: Kenapa Manajemen Proyek di Indonesia Cenderung Stagnan? | Manajemen Proyek Indonesia

  2. Pingback: Cara Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Project Manager | Manajemen Proyek Indonesia

  3. Pingback: Maturity Level Project Management di Indonesia | Manajemen Proyek Indonesia

  4. Pingback: Problem dan Faktor Penghambat Komunikasi Project Manager | Manajemen Proyek Indonesia

  5. Pingback: Kompleksitas Proyek Konstruksi dan Implikasi Seriusnya | Manajemen Proyek Indonesia

  6. Pingback: Project Manager harus menjadi BUNGLON ! | Manajemen Proyek Indonesia

  7. Pingback: Project Complexity dan Persyaratan SDM | Manajemen Proyek Indonesia

  8. Pingback: Kontrak Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

  9. Pingback: Green Construction : Menghemat Kayu Untuk Bekisting | Manajemen Proyek Indonesia

  10. Pingback: Tim Anda Sudah Efektif? | Manajemen Proyek Indonesia

  11. Pingback: Memotivasi Teamwork Tidaklah Sulit ! | Manajemen Proyek Indonesia

  12. Pingback: Buatlah Checklist Agar Proyek Sukses! | Manajemen Proyek Indonesia

  13. Pingback: Teknik Terbaik Untuk Mengetahui Biaya Akhir Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  14. Pingback: Kompetensi Problem Solving, Solusi Kompleksitas Proyek Konstruksi. | Manajemen Proyek Indonesia

  15. Pingback: Dasar-Dasar Problem Solving | Manajemen Proyek Indonesia

  16. Pingback: Prediksi Cuaca Untuk Rencana Pelaksanaan Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  17. Pingback: Proyek Khusus Mengatasi Macet Jakarta (1) : Analisis Penyebab & Masalah | Manajemen Proyek Indonesia

  18. Pingback: Sejarah dan Perkembangan Manajemen Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  19. Pingback: Riset Kurs dan Hedging Dalam Mengurangi Rugi Kurs | Manajemen Proyek Indonesia

  20. Pingback: Perencanaan Pengelolaan SDM Poyek | Manajemen Proyek Indonesia

  21. Pingback: Sekilas RKS | Manajemen Proyek Indonesia

  22. Pingback: Evaluasi Test Beton ( ACI 318_02 ) | Manajemen Proyek Indonesia

  23. Pingback: Rumitnya Proses Proyek EPC | Manajemen Proyek Indonesia

  24. Pingback: Gedung-gedung Unik | Manajemen Proyek Indonesia

  25. Pingback: Empat Elemen Pemimpin Efektif | Manajemen Proyek Indonesia

  26. Pingback: Mengukur Kompleksitas Proyek Ala Robert Joker | Manajemen Proyek Indonesia

  27. Pingback: Metode Mempengaruhi yang Efektif | Manajemen Proyek Indonesia

  28. Pingback: Faktor Kegagalan Kontraktor | Manajemen Proyek Indonesia

  29. Pingback: Strategi Hemat Energi Proyek : Optimalisasi Beban Energi Alat Tower Crane | Manajemen Proyek Indonesia

  30. Pingback: Sumber Risiko Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  31. Pingback: Benturan Aplikasi Kontrak Lump Sum dan Usulan Kepada Pemerintah | Manajemen Proyek Indonesia

  32. Pingback: Manfaat dan Peran Riset Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

  33. Pingback: Mengenal PLTN Sebagai Solusi Pemenuhan Energi Listrik Indonesia | Manajemen Proyek Indonesia

  34. Pingback: Risk Management Sebagai Tool Peningkatan Feasibility dan Keamanan PLTN | Manajemen Proyek Indonesia

  35. Pingback: Misteri Keajaiban Dunia Sekaligus Kegagalan Konstruksi Menara Pisa | Manajemen Proyek Indonesia

  36. Pingback: Salah Satu Gedung Tercantik : 30 St Mary Axe | Manajemen Proyek Indonesia

  37. Pingback: Faktor Utama Penyebab Kerugian Proyek Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

  38. Pingback: 12 Solusi Keterlambatan Pekerjaan Sipil Pada Proyek EPC | Manajemen Proyek Indonesia

  39. Pingback: 6 Cara Membangun Hubungan yang Kuat Dengan Pelanggan | Manajemen Proyek Indonesia

  40. Pingback: Piramida Mesir ( Khufu Pyramid ) : Keistimewaan, Sejarah dan Kesempurnaan Design | Manajemen Proyek Indonesia

  41. Pingback: Langkah Efektif Mengatasi Panas Dalam Rumah yang Ramah Lingkungan | Manajemen Proyek Indonesia

  42. Pingback: Tips Green Building Construction yang Mudah dan Hemat | Manajemen Proyek Indonesia

  43. Ganes says:

    Mohon konsultasi,
    CV kami sedang mengalami permasalahan dengan pemberi kerja yang berdampak pada pengenaan Dend kepada CV kami.
    Bagaimana cara Saya berkonsultasi tentang problem tersebut?
    Mohon respon.
    Terima Kasih..

  44. Pingback: Efficiency is Easy | Manajemen Proyek Indonesia

  45. Pingback: Niatkan yang MULIA Ketika Memulai Mengerjakan Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  46. Pingback: Three Gorges Dam, Hydroelectric Power Plant yang Penuh Rekor Dunia | Manajemen Proyek Indonesia

  47. Pingback: Kenapa Inovasi Konstruksi Indonesia Cenderung Jalan di Tempat? | Manajemen Proyek Indonesia

  48. Pingback: Pelaksanaan dan Problem Manajemen Proyek EPC | Manajemen Proyek Indonesia

  49. Pingback: Ciliwung Dulu-Kini vs Isar (Munchen) | Manajemen Proyek Indonesia

  50. Pingback: Pelajaran Menyesakkan dari Runtuhnya Jembatan Kutai | Manajemen Proyek Indonesia

  51. Pingback: Proyek Khusus Mengatasi Macet Jakarta (2) : 40 Solusi Program | Manajemen Proyek Indonesia

  52. Pingback: Apa Saja yang Dapat Diteliti? (1) | Manajemen Proyek Indonesia

  53. Pingback: Pertumbuhan Ekonomi, Kinerja, dan Saham Perusahaan Jasa Konstruksi Indonesia | Manajemen Proyek Indonesia

  54. Pingback: Mempercepat Pelaksanaan Adalah Bentuk Efisiensi? | Manajemen Proyek Indonesia

  55. Pingback: Strategi Hemat Energi Di Proyek | Manajemen Proyek Indonesia

  56. Pingback: Maksud dan Fungsi Efisiensi Bagi Kontraktor | Manajemen Proyek Indonesia

  57. Pingback: Inovasi Modul Frame Scaffolding Untuk Efisiensi Sediaan Perancah | Manajemen Proyek Indonesia

  58. Pingback: Beton Tidak Boleh Retak? | Manajemen Proyek Indonesia

  59. Made Achmad Latuconsina says:

    berapa ideal hasil kalendering tiang pancang berdasarkan jenis bahan tiang pancang : Beton, Baja, Kayu

  60. Ayie says:

    Dalam suatu kegiatan konstruksi pembangunan gedung 2 lantai, PPK meminta untuk merubah penempatan dinding dan menghilangkan pekerjaan sanitasi. Apakah ini dibenarkan menurut perjanjian kontrak?

    • budisuanda says:

      Jika ditanyakan apakah benar menurut perjanjian kontrak, maka jawabannya ada di kontrak itu sendiri. Jadi tinggal membaca apakah kontrak proyek membenarkan atau tidak. Namun jika dikaji berdasarkan aspek common sense atau peraturan atau standart kontrak, perubahan lingkup boleh2 saja dilakukan dalam pelaksanaan proyek. Namun ada konsekuensi yaitu variation order (VO) atau tambah-kurang yg berpotensi mengubah nilai kontrak akhir.
      Semoga bermanfaat.

  61. Pingback: Haruskah Pemutusan Tulangan Selalu Pada Kode Keramat “1/4L+20d”? | Manajemen Proyek Indonesia

  62. Pingback: Menabur Ilmu dan Pengalaman, Menuai Sejuta Viewer dan Manfaat | Manajemen Proyek Indonesia

  63. Pingback: “Orang-orang Proyek” dan Blog Ini… | Manajemen Proyek Indonesia

  64. Tuvi Herlina says:

    Perusahaan kami sedang mencari Project Manager, namun kami sdg mencoba mempelajari kualifikasi spt apa yg ideal utk seorang Project Manager. Perusahaan kami memproduksi kitchen equipment yg aplikasinya di Hotel, Resto atau RS. Namun cakupan bisnis kami mulai dari konsep layout kitchen secara keseluruhan yang akan digarap hingga instalasi product kami. Apakah kandidat dgn pengalaman kerja dari perusahaan konstruksi bisa match dgn kebutuhan kami? Mengingat tdk banyaknya perusahaan yg bergerak di bidang yg sama dgn perusahaan kami.

  65. pratami says:

    Mengapa candi borobudur perlu di bangun pada saat itu?

  66. Pingback: Strategi Percepatan Waktu Pelaksanaan Proyek Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

  67. Pingback: Misteri Pembuatan Candi Borobudur | Manajemen Proyek Indonesia

  68. Pingback: Apa Kriteria Schedule yang Baik? | Manajemen Proyek Indonesia

  69. Hardy Gunanda says:

    selamat siang pak budi

    saat ini saya lagi menyusun Tugas Akhir saya terkait management risiko dengan studi kasus pelaksanaan proses EPCIC wellhead platform, yang saya kaji terkait risiko-risiko yang berdampak terhadap penambahan waktu penyelesaian.
    setelah melakukan identifikasi, analisis kualitatif, pemetaan risiko terhadap actitivy yang ada dari tahap Engineering hingga Commisioning Startup, dan tahap kuantitatif dengan menilai probability dan 3 point estimate risiko terhadap masing-masing activity yang sudah dipetakan.
    Hampir semua aktivity memiliki dampak dengan indeks 5 yaitu penamabahan waktu >20% durasi aktivity. Dan dengan indeks probability dengan bernilai 3, yaitu dengan frekuensi kejadian 30%-50% . berikut adalah 12 risiko ekstrim yang berdampak terhadap activity tertentu diantaranya adalah :
    note : durasi disamping activity merupakan durasi baseline schedule

    1. Keterlambatan Marine spread untuk pelaksanaan instalasi (X3)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Pipe laying (10 hari)
    b. Jacket Instalation (14 hari)
    2. Delay dalam Proses Approval Technical Query (X5)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Precommisioning & Testing (16 hari)
    b. Pipe laying (10 hari)
    c. Jacket Installation (14 hari)
    d. Topside Installation Hook up (21 hari)

    3. Keterlambatan dalam pengiriman Long Lead Item (LLI) (X6)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Topside Installation Hook Up (21 hari)
    b. Topside Fabrication (145 hari)
    4. Kurangnya performance kontraktor (Cth: Akibat rendahnya produktivitas pekerja, kekurangan SDM, dll) (X11)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Precommisioning & Testing (16 hari)
    b. Commisioning & Start up (13 hari)
    5. Subkontraktor kurang kompeten / permasalahan pada subkontraktor (X13)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Precommisioning & Testing (16 hari)
    6. Penundaan terkait perijinan (X17)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Loadout Jacket include preparation (25 hari)
    b. Loadout Topside include preparation (25 hari)
    c. Pipe Laying (10 hari)
    7. Kondisi Cuaca yang buruk saat pelaksanaan pekerjaan (X18)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Pipe laying (10 hari)
    b. Jacket Installation (14 hari)
    c. Commisioning & Startup (13 hari)
    8. Keterlambatan DED (X19)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Commisioning & Startup (13 hari)
    9. Perencanaan yang terlalu Agresif / Unrealistic Plan (X24)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Pipe laying (10 hari)
    b. Jacket Installation (14 hari)
    c. Topside Installation Hook up (21 hari)
    10. Keterlambatan dalam kegiatan inspeksi dan pengujian oleh kontraktor (X25)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Precommisioning & Testing (16 hari)
    b. Commisioning & Start up (13 hari)
    11. Simultaneos Operation antara Tim konstruksi dan tim operasi (X26)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Commisioning & Start up (13 hari)
    12. Keterlambatan penyelesaian Project Readiness Review (PRR) (X27)
    Risk rangking bernilai extreme pada aktivity berikut :
    a. Pipe laying (10 hari)
    b. Commisioning & Start up (13 hari)

    jika sekiranya bapak berkenan membantu saya untuk masukannya terkait pengendalian risiko tersebut akan sangat membantu sekali bagi saya pak.

    salam,
    Hardy Gunanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>