Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Fase Design

Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek, berikut ini adalah rekomendasi dan penjelasan atas strategi-strategi percepatan pada aspek disain.

  1. Menggunakan material yang multi-fungsi – Dengan banyaknya tahapan pekerjaan pada proyek konstruksi, maka penggunaan material yang multi-fungsi akan dapat mengurangi durasi pelaksanaan. Adapun contohnya adalah penggunaan metal deck pada pekerjaan pelat lantai. Metal deck akan berfungsi sebagai pengganti tulangan dan panel bekisting bawah pelat lantai, precast selimut kolom, dan precast selimut pile cap dengan tujuan yang sama seperti contoh pada precast selimut kolom.
  2. Menggunakan material setengah jadi atau material jadi – Proses pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari material atau bahan mentah. Bahan mentah tersebut diproses tahap demi tahap hingga proses pemasangan. Penggunaan material atau bahan yang sudah setengah jadi, akan memangkas durasi pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi. Adapun contohnya adalah penggunaan material baja ketimbang beton pada elemen struktur, penggunaan besi tulangan wiremesh pada elemen pelat lantai, dan penggunaan material sandwich panel pada dinding gedung.
  3. Disain prefabrikasi tinggi – Proses ini yaitu disain elemen tertentu dari bangunan dengan aplikasi konsep prefabrikasi yang tinggi. Umumnya elemen yang didisain dengan cara ini adalah elemen yang dengan tingkat kesulitan pelaksanaan yang tinggi. Adapun contohnya adalah pada elemen toilet.
  4. Disain elemen struktural yang seragam dan tipikal – Tidak seragamnya elemen struktural akan menghambat kecepatan pekerjaan struktur. Sehingga semakin seragam atau tipikal elemen struktural, maka kecepatan pekerjaan struktur akan meningkat. Di samping itu, semakin tingkat tingkat tipikal, maka akan meningkatkan kelayakan penggunaan metode prefabrikasi seperti precast. Adapun contohnya adalah dimensi kolom dan shearwall gedung dibuat tipikal dalam kelipatan 3 lantai, dimensi balok dibuat tipikal secara vertical, dan dimensi panel pelat lantai dibuat seragam pada sebagian besar panel pelat lantai.
  5. Menggunakan disain dengan pelaksanaan lebih cepat – Pada proyek konstruksi, umumnya untuk suatu pekerjaan tertentu terdapat beberapa alternatif disain. Dalam rangka pelaksanaan proyek yang lebih cepat, harus dipilih alternatif disain dengan durasi pelaksanaa terpendek. Adapun contohnya adalah mengubah disain dua pile cap yang berdekatan menjadi satu pile cap yang menyatu
  6. Penggunaan material struktur mutu tinggi – Penggunaan material dengan mutu lebih tinggi pada struktur yang sama, akan mengurangi volume kebutuhan material. Berkurangnya volume akan berdampak pada berkurangnya durasi pelaksanaan. Adapun contohnya adalah penggunaan besi mutu fy 500 MPa yang akan mengurangi jumlah kebutuhan besi fy 400 MPa sekitar 15%-20%. Hal ini berarti akan mengurangi durasi aktifitas pembesian sekitar 10%-15%. Contoh lainnya adalah penggunaan beton mutu tinggi (> 300 MPa) untuk mengurangi volume struktur beton. Hal ini akan mengurangi durasi yang diperlukan dalam proses pengecoran beton. Di sisi lain, juga akan memperpendek masa pengerasan beton untuk bongkar bekisting dan mengurangi beban struktur sehingga akan mengurangi kebutuhan material struktur secara keseluruhan.
  7. Tingkat safety factor yang optimal – Semakin tinggi tingkat safety factor, maka kebutuhan material struktur akan semakin banyak sehingga membutuhkan durasi yang lebih lama. Namun semakin rendah tingkat safety factor, maka tingkat kenyamanan bangunan akan semakin berkurang walaupun durasi pelaksanaan yang lebih singkat. Oleh karena itu, suatu bangunan harus didisain dengan tingkat safety factor yang optimal.

Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan serta mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal dimana dengan tingkat percepatan yang tinggi dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, pada rekomendasi strategi yang telah diberikan dan dijelaskan di atas, penggunaannya harus dengan memperhatikan kondisi dan situasi proyek yang unik. Rekomendasi strategi percepatan tersebut juga dapat dilakukan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan untuk dapat diaplikasikan dengan hasil yang sesuai tuntutan dan optimal bagi proyek konstruksi. 

 

 

Referensi : Buku Advance & Effective Project Management – Budi Suanda S.T., M.T., 2016

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Fase Design

  1. Pingback: Percepatan Waktu Proyek Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

  2. Pingback: Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Aspek Manajerial | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>