Sebagai proyek yang tergolong memiliki kompleksitas tinggi, proyek konstruksi sering mengalami delay / keterlambatan waktu pelaksanaan. Ada terdapat begitu banyak faktor penyebab delay waktu pelaksanaan pada proyek konstruksi. Namun perlu untuk mencermati faktor utama delay yang dianggap paling penting untuk diperhatikan dan diantisipasi terutama pada kondisi terkini berdasarkan survey.

Survey ini dilakukan pada suatu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia yang dilakukan pada hampir semua jenis proyek, yakni proyek gedung, jalan, jembatan, pelabuhan, bendungan, pembangkit, dll. Survey melibatkan personil proyek yang kompeten dan pada proyek yang sedang berjalan pada bulan Agustus 2020.

Berikut ini ada ke-7 faktor delay utama pada proyek konstruksi pada tahun 2020 :

  1. Perubahan design / addendum kontrak
  2. Keterbatasan anggaran pemilik / owner
  3. Keterlambatan pembebasan lahan
  4. Keterlambatan design
  5. Kurangnya alokasi dana (internal)
  6. Seringnya terjadi dispute / konflik antara pemilik dan penyedia jasa
  7. Keterlambatan sumberdaya (resources) proyek

Jika memperhatikan ke tujuh faktor di atas, terlihat bahwa faktor terkait pemilik proyek (owner) lebih dominan menjadi faktor utama penyebab delay yaitu pada faktor no 1,2,3,4,6. Sedangkan faktor yang terkait penyedia jasa adalah no. 5 dan 7. Keterlambatan tentu akan menambah biaya. Dengan hasil survey ini, maka pemilik proyek harus lebih baik dalam perencanaan proyek mengingat keterlambatan yang terjadi yang banyak disebabkan oleh pihak terkait pemilik proyek akan menjadi sumber claim dari pihak penyedia jasa.

Sedangkan dari sisi penyedia jasa, penyebab keterlambatan lebih disebabkan oleh masalah yang terkait dengan financial capability secara internal. Sehingga penting bagi penyedia jasa untuk melakukan perbaikan kualitas keuangannya untuk menjaga kualitas pelaksanaan proyek yang lebih baik dari aspek waktu pelaksanaan.

Namun demikian, dengan memperhatikan bahwa survey yang dilakukan pada kondisi pandemi, maka faktor terkait financial capability baik dari sisi pemilik proyek maupun dari sisi penyedia jasa, menjadi faktor yang sangat dimungkinkan dipicu oleh situasi tekanan makro ekonomi yang sedang sulit. Sehingga menjadi catatan khusus pada survey ini.

Selain itu, faktor terkait design masih saja cukup dominan sebagai faktor utama penyebab keterlambatan proyek disamping faktor pembebasan lahan dan dispute. Design yang tidak terencana dengan baik masih menjadi PR dalam perkembangan manajemen proyek konstruksi di Indonesia. Sehingga perlu untuk direview akar masalah atas proses design tersebut agar dapat meningkatkan kinerja waktu proyek konstruksi. Beberapa indikasi penyebab permasalahan design berdasarkan pengalaman antara lain keterbatasan waktu proses melakukan design, site survey yang kurang lengkap atau tidak memadai, kapabilitas konsultan perencana, lingkup yang terlalu sering berubah atas permintaan pemilik, dan komunikasi yang kurang baik saat pendefinisian lingkup oleh pemilik proyek.

Semoga hasil survey ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat dalam perbaikan kualitas sistem manajemen proyek konstruksi baik bagi pemilik proyek maupun bagi penyedia jasa konstruksi.

Untuk konsultasi Project Management, klik Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul artikel, klik Table of Content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code