Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Aspek Manajerial

Manajemen waktu pada dasarnya adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu maupun sasaran yang sebelumnya telah ditentukan untuk bisa dicapai dalam suatu periode tertentu dengan penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. Manajemen waktu proyek yang baik akan berdampak besar bagi kesuksesan proyek atas obyektif lainnya seperti biaya, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

Dalam pengelolaan waktu, sering terjadi berbagai permasalahan yang membuat jadwal proyek mengalami keterlambatan (delay). Beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan jadwal yang sering terjadi dan berdampak cukup signifikan di proyek adalah sebagai berikut :

  • Jadwal proyek yang tidak realistis untuk dicapai.
  • Jadwal proyek yang terlalu general atau kurang detil untuk digunakan sebagai acuan pelaksanaan proyek.
  • Jadwal proyek tidak sesuai dengan perencanaan manajemen proyek lainnya.
  • Program jadwal yang tidak sesuai dengan kondisi dan situasi proyek secara aktual sehingga jadwal tidak efektif menjadi referensi pelaksanaan.
  • Sumber daya yang terlalu multitasking pada periode tertentu.
  • Penggunaan sumber daya yang dengan fluktuasi yang tinggi sepanjang pelaksanaan proyek.
  • Pengendalian jadwal yang hanya berdasarkan pada S-curve.
  • Jalur kritis yang tidak logis sehingga tidak efektif untuk digunakan sebagai acuan dalam mengelola jadwal proyek.
  • False signal akibat jadwal proyek yang tidak akurat.
  • Keterlambatan yang sudah menyimpang terlalu jauh.

 

Terdapat tiga kelompok atas strategi percepatan proyek yang efektif pada proyek konstruksi, yaitu kelompok manajerial, kelompok disain, dan kelompok konstruksi. Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan serta mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal dimana dengan tingkat percepatan yang tinggi dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, pada rekomendasi strategi yang telah diberikan dan dijelaskan di atas, penggunaannya harus dengan memperhatikan kondisi dan situasi proyek yang unik. Rekomendasi strategi percepatan tersebut juga dapat dilakukan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan untuk dapat diaplikasikan dengan hasil yang sesuai tuntutan dan optimal bagi proyek konstruksi.

Percepatan proyek konstruksi pada aspek manajerial merupakan aspek non-teknis yang paling berperan terhadap keseluruhan rencana percepatan proyek. Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek konstruksi, berikut ini adalah rekomendasi dan penjelasan atas strategi-strategi percepatan pada aspek manajerial.

  1. Prioritas pada jalur kritis – Aplikasi jalur kritis untuk percepatan proyek konstruksi telah terbukti, seperti pada proyek Hoover Dam. Prioritas dilakukan pada perencanaan, urutan pelaksanaan aktivitas, ketersediaan sumber daya, dan penyelesaian masalah.
  2. Zoning pekerjaan jalur kritis sekecil mungkin – Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek konstruksi sebelumnya, aktivitas jalur kritis telah diketahui untuk pelaksanaan proyek berikutnya. Pekerjaan akan lebih cepat apabila area zoning pada jalur kritis dibuat sekecil mungkin.
  3. Prioritas pekerjaan yang multi-fungsi – Dengan banyaknya aktivitas dan masalah di proyek, maka memprioritaskan pekerjaan yang multi-fungsi akan membantu kecepatan pelaksanaan proyek. Adapun contohnya adalah mempercepat pelaksanaan pekerjaan kulit luar (façade gedung), agar pekerjaan finishing dalam dapat segera dimulai, mempercepat pelaksanaan atap pada bagian tertentu suatu bangunan agar dapat cepat melindungi bagian bangunan atas cuaca (hujan), dan mempercepat pekerjaan jalan akses permanen agar dapat segera berfungsi sebagai jalan akses sementara untuk kebutuhan pelaksanaan.
  4. Penggunaan material dan alat dari dalam negri – Penggunaan material atau alat impor akan membutuhkan waktu yang lebih lama secara signifikan akibat dari proses administrasi importasi dan lamanya proses transportasi. Penggunaan material dari dalam negri apabila tersedia dan memenuhi persyaratan, akan sangat membantu mempercepat durasi pelaksanaan.
  5. Menggantikan sumber daya manusia dengan alat – Pelaksanaan dengan menggunakan sumber daya manusia memiliki produktifitas yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan alat. Hal ini karena mengelola manusia lebih kompleks dibanding mengelola alat. Proyek konstruksi melibatkan manusia dalam jumlah yang banyak yang mengkontribusi pada peningkatan tingkat kompleksitas proyek. Mengganti manusia dengan alat akan meningkatkan produktifitas dan juga mengurangi kompleksitas proyek. Sehingga proyek akan dapat dikerjakan dengan jauh lebih cepat. Adapun contohnya adalah menggunakan alat exacavator pada pekerjaan galian sloof, menggunakan alat bar cutter dan bar bender pada pekerjaan fabrikasi besi, menggunakan alat konstruksi modern khusus seperti Brick Road Laying Machine, Automatic Plastering Machine, dan lainnya.
  6. Menggunakan alat dengan produktifitas terbaik – Peralatan proyek konstruksi terutama peralatan berat adalah tulang punggung kecepatan pelaksanaan proyek. Peralatan proyek juga bekerja secara kolaboratif atau saling terkait satu dengan lainnya. Produktifitas alat menjadi salah satu kunci kecepatan proyek. Oleh karena itu, proyek harus memprioritaskan alat dengan tingkat produktifitas yang terbaik. Pada strategi ini, setiap opsi alat dilakukan perhitungan dan simulasi untuk mengetahui tingkat produktifitasnya.
  7. Mempercepat pelaksanaan sejak awal proyek – Mempercepat pelaksanaan di awal pada dasarnya adalah untuk mengurangi tingkat multi-tasking yang terjadi pada pertengahan masa pelaksanaan proyek konstruksi. Sehingga kebutuhan sumber daya dapat dikurangi dan akan lebih fokus dalam melaksanakan dan mengendalikan pekerjaan selanjutnya. Contoh yang termasuk kategori ini pada proyek gedung tinggi adalah melaksanakan pekerjaan façade saat pelaksanaan struktur mencapai lantai 5 hingga lantai 10.
  8. Pemanfaatan sumber daya lokal sebanyak mungkin – Proyek konstruksi tidak selalu berada pada pusat sumber daya. Seringkali proyek konstruksi berada di daerah remote. Mendatangkan sumber daya pada daerah itu akan membutuhkan waktu dan biaya ekstra. Untuk memangkas waktu transportasi, maka dapat memanfaatkan sumber daya lokal terdekat dengan berbagai strategi selama masih memungkinkan. Adapun contohnya adalah pada pekerjaan beton. Penggunaan split lokal akan membuat durasi pengiriman material akan lebih singkat dibandingkan jika mendatangkan split dari luar pulau. Dalam hal ini, harus dicek kualitas split lokal yang akan digunakan. Jika kualitas di bawah split dari luar pulau, maka dapat dilakukan modifikasi pada mix design beton.
  9. Pemanfaatan BIM – Proses disain dan perencanaan konstruksi dengan BIM akan menghasilkan suatu disain yang tanpa masalah koordinasi antar elemen disain dan metode pelaksanaan yang paling cepat. Disain dengan potensi kesalahan yang kecil akan sangat mempengaruhi kecepatan proses pelaksanaan. Di samping itu, disain yang menggunakan BIM akan sangat membantu proses pembuatan shop drawing dengan akurasi yang tinggi.

Berdasarkan pengalaman, strategi percepatan pada kelompok manajerial memberikan dampak percepatan yang paling tinggi yang diikuti oleh strategi percepatan pada kelompok disain. Percepatan pada kelompok konstruksi memberikan dampak yang paling kecil diantara ketiga kelompok tersebut. Percepatan pada aspek lain dapat dilihat pada tautan ini (percepatan aspek disain, percepatan aspek konstruksi)


Referensi : Buku Advance & Effective Project Management – Budi Suanda S.T., M.T., 2016

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Waktu and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Aspek Manajerial

  1. Pingback: Percepatan Waktu Proyek Konstruksi | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>