Strategi Percepatan Terbaik Pada Proyek Konstruksi Pada Fase Konstruksi

Berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek, berikut ini adalah rekomendasi dan penjelasan atas strategi-strategi percepatan pada aspek pelaksanaan.

  1. Menggunakan metode prefabrikasi – Metode prefabrikasi merupakan metode yang mengolah material mentah menjadi setengah jadi. Melakukan prefabrikasi dapat dilakukan sebelum pekerjaan dilakukan, sehingga akan memotong waktu pelaksanaan. Adapun contoh prefabrikasi yang sering dilakukan dan berhasil adalah prefabrikasi bekisting, prefabrikasi besi tulangan kolom, prefabrikasi beton atau precast, dan prefabrikasi secara precast dinding façade.
  2. Aplikasi metode modularisasi – Metode ini adalah perkembangan terbaru atas metode prefabrikasi dimana dilakukan pada multi-elemen bangunan dalam bentuk yang hampir jadi. Metode ini dapat mempercepat pelaksanaan konstruksi secara signifikan dan aktif dikembangkan oleh berbagai negara, salah satunya Cina.
  3. Aplikasi metode pelaksanaan bersifat dua arah – Proyek konstruksi memiliki banyak ketergantungan yang membuat pekerjaan harus dilakukan secara berurutan sesuai ketergantungan antar pekerjaan. Aplikasi metode pelaksanaan yang bersifat dua arah bertujuan untuk mengurangi tingkat ketergantungan antar pekerjaan tersebut. Adapun contoh dari metode ini seperti metode top-down construction, metode pelaksanaan pekerjaan lantai gedung tiap dua lantai, dan lainnya.
  4. Menghilangkan aktivitas saling ketergantungan yang tidak perlu – Terdapat beberapa aktivitas pada proyek konstruksi dapat dihilangkan. Contohnya adalah pada pekerjaan bored pile. Pengecoran bored pile umumnya dilakukan hingga elevasi permukaan tanah. Padahal, elevasi yang diperlukan adalah berada di bawah tanah. Sehingga harus dilakukan pembongkaran pondasi bored pile yang berada di atas elevasi rencana. Untuk menghilangkan aktivitas ini, dilakukan dengan dengan membatasi beton di atas elevasi rencana dan sesegera mungkin membuang beton di atas elevasi rencana segar sedemikian hingga elevasi atas beton sesuai elevasi rencana.
  5. Transportasi material kritis yang secepat-mungkin – Pada pelaksanaan proyek konstruksi di remote area, pengadaan dan transportasi material akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Di samping itu, pada proyek tertentu akan terdapat beberapa material yang membutuhkan waktu yang lama untuk pengadaannya (long lead item) seperti pada proyek EPC. Sehingga mempercepat proses transportasi material kritis akan dapat mempercepat durasi pelaksanaan proyek. Adapun contohnya adalah engine pembangkit.
  6. Menyiapkan proteksi atas kondisi alam – Untuk mengatasi masalah dimana kondisi alam yang menghambat pekerjaan proyek konstruksi, maka harus disiapkan berbagai proteksi. Contohnya adalah proteksi hujan saat pengecoran dengan menggunakan tenda besar.
  7. Strategi khusus atas masa pengerasan beton – Beton adalah elemen utama hampir semua jenis proyek konstruksi. Mempercepat pekerjaan beton akan mempercepat pelaksanaan proyek secara signifikan. Namun beton memerlukan waktu cukup lama untuk mendapatkan kuat tekan tertentu, sehingga diperlukan strategi khusus untuk mengatasinya. Adapun contoh strategi adalah penggunaan metode shoring pada pekerjaan bekisting, penggunaan mutu beton tinggi, dan penggunaan aditif yang mempercepat pengerasan beton.
  8. Pemanfaatan elemen struktur bangunan untuk struktur pekerjaan sementara – Strategi ini akan mengurangi waktu yang diperlukan dalam membuat struktur khusus pada pekerjaan sementara atau terkait metode pelaksanaan. Pada strategi ini, perlu dilakukan cek kekuatan elemen struktur atas kedua fungsi tersebut dan dampaknya. Beberapa contohnya adalah pemanfaatan pondasi bangunan gedung untuk pondasi alat Tower Crane (TC), pemanfaatan bagian tertentu dari lantai bangunan sebagai kantor direksi keet, dan pemanfaatan jalan akses permanen proyek sebagai jalan akses sementara proyek.

Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan serta mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal dimana dengan tingkat percepatan yang tinggi dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, pada rekomendasi strategi yang telah diberikan dan dijelaskan di atas, penggunaannya harus dengan memperhatikan kondisi dan situasi proyek yang unik. Rekomendasi strategi percepatan tersebut juga dapat dilakukan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan untuk dapat diaplikasikan dengan hasil yang sesuai tuntutan dan optimal bagi proyek konstruksi. 

 

Referensi : Buku Advance & Effective Project Management – Budi Suanda S.T., M.T., 2016

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Waktu and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>