Pelangi Indah Setelah Kumpulan Awan Hitam

Alhamdulillah…dengan kerja cerdas, team work, dan niat ibadah ilmu dalam melaksanakan the real mission impossible project akhirnya mendapatkan bonus penghargaan karya konstruksi 2015 yang merupakan penghargaan paling prestisius bagi industri konstruksi di Indonesia. Kombinasi Kerja cerdas, team work dan niat yang mulia telah membuktikan betapa itu menjadi kekuatan luar biasa dalam menghadapi situasi berat apapun yang terjadi dalam melaksanakan suatu proyek.

Diawali tugas untuk menjadi koordinator oleh perusahaan dalam keikutsertaan pada lomba ini. Namun, setelah kurang lebih tinggal 2-3 hari pendaftaran dan pemasukan dokumen ditutup, terlintas secara spontan untuk mengikut-sertakan karya yang jadi penentu keberhasilan proyek PLTMG Duri 100MW. Penulis berpendapat bahwa banyak ilmu baru pada karya itu yang harus di-share agar bisa memberi manfaat yang sebesar2nya yang tidak hanya terbatas pada satu proyek, tapi diharapkan pada banyak proyek dan salah satu caranya adalah dengan mengikut-sertakan pada lomba berskala nasional.

Gambar 1. Dermaga Gili Dengan Proses Rolling-On Engine (Heavy Cargo)

Adapun karya yang diikutsertakan adalah Dermaga Rolling Heavy Cargo yang didisain khusus enjiniring dan metode pelaksanaannya pada tanah sangat lunak. Kata kunci “HEAVY CARGO” dan “TANAH SANGAT LUNAK” bagi akademisi dan praktisi konstruksi jelas mengandung makna TANTANGAN BESAR apalagi jika harus dilakukan dalam waktu sangat singkat untuk proses disain dan pelaksanaan jetty khusus berisiko sangat tinggi yaitu hanya sekitar 3 minggu karena terkait masa surut air sungai untuk kelangsungan perjalanan delivery engine melewati sungai selanjutnya.

Tingkat risiko delivery heavy cargo di seluruh dunia diperkirakan sangat tinggi. Walaupun tidak ada data yang komprehensif, namun berdasarkan hasil penelusuran terbukti cukup banyak info terkait kecelakaan tersebut seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 2. Beberapa Kecelakaan Heavy Cargo Delivery

Di samping itu, terdapat begitu banyak tantangan lingkungan eksisting baik teknis maupun non-teknis. Sedemikian project ini terlihat sangat mustahil untuk berhasil terutama dalam engine delivery (Mission Impossible). Kondisi saat ini seperti berada di bawah kumpulan awan hitam sebagai pertanda akan terjadi badai hebat.

Gambar 3. Kumpulan Awan Hitam Pada Langit di Atas Proyek PLTMG Duri 100 MW

Namun berkat optimisme dan semangat pantang menyerah serta kerja sama Tim yang luar biasa pada saat itu termasuk support pemilik proyek, masalah2 demi masalah secara progresif dapat diatasi baik termasuk dalam mengirim engine pada dermaga Gili (Point paling kritis proyek) hingga proses comissioning.

Ada empat kategori pada lomba karya konstruksi Indonesia 2015, yaitu Metode Konstruksi, Teknologi Konstruksi, Arsitektur, dan Teknologi Tepat Guna. Penulis memasukkan karya ini pada kategori Teknologi Tepat Guna. Awalnya hal tersebut dilakukan agar tidak bersaing dengan rekan2 satu tim perusahaan yang umumnya masuk ke kategori metode konstruksi dan teknologi konstruksi dan juga memperbesar peluang menang lebih dari satu kategori. Tapi setelah didalami memang lebih pas untuk dimasukkan ke kategori itu.

Karya “Dermaga Rolling Heavy Cargo Pada Tanah Sangat Lunak” telah ditulis pada beberapa artikel berikut artikel tambahan terkait atau penunjang dan dapat dibaca kembali pada tautan berikut ini :

Proses penjurian diawali dengan pertanyaan kunci yaitu perhitungan kapasitas tiang pancang oleh Prof. Dr. Ir. Chaidir Anwar Makarim. Pertanyaan kedua terkait control stabilitas engine saat dalam perjalanan beserta mitigasi risikonya. Alhamdulillah kedua pertanyaan dapat dijawab dengan lancar bahkan diakhir sesi mendapat pujian karena menurut juri karya ini adalah solusi penting untuk program listrik 35.000MW terutama yang menggunakan gas engine / heavy cargo pada banyak lokasi pembangkit baru yang umumnya di daerah dengan infrastruktur tidak memadai dan berada di atas tanah lunak / gambut.

Gambar 4. Proses Konstruksi Jetty

Gambar 5. Proses Rolling-On Engine

Awan hitam di langit atas lokasi proyek akhirnya berbuah penghargaan prestisius. Karya ini akhirnya diumumkan sebagai PEMENANG I pada lomba karya konstruksi Indonesia 2015 pada tanggal 3 November 2015 dan penyerahan penghargaan disampaikan pada 5 November 2015.

 

Gambar 6. The Great Team of The Mission Impossible Project

 

Terakhir berdasarkan pengalaman sebagai Project Manager dan juga Inovator pada proyek ini menyimpulkan bahwa berbagai masalah proyek haruslah dilihat sebagai tantangan dan peluang. Diiringi dengan niat yang mulia, maka akan ada bantuan luar biasa tak terduga di luar akal sehat yang akan mendorong keberhasilan pencapaian niat yang mulia tersebut.

Semoga hasil karya inovatif ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi pelaku konstruksi untuk berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang. Penulis ucapkan terima kasih atas segala dukungan dari berbagai pihak pada proyek ini terutama Tim Proyek dan Manajemen Divisi EPC PT. PP termasuk pihak Owner dan Advisor geoteknik serta partner diskusi rekan di UGM.

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Proyek Indonesia, Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Pelangi Indah Setelah Kumpulan Awan Hitam

  1. fahadd says:

    sungguh informatif.
    bisa kah saya minta dokumentasi proses scope pekerjaan electrical pada PLTMG ini?
    untuk referensi saya yang sedang ditugaskan mengawasi proyek PLTG.
    besar harapan agar anda membalas.

    Terima kasih

  2. Reka says:

    Selamat kepada Pak Budi atas keberhasilannya meraih penghargaan Karya Kontruksi 2015. Tulisan – tulisan Bapak sungguh menginspirasi, khususnya bagi saya pribadi. Kebetulan saya saat ini sedang terlibat dalam proyek EPC pembangunan pabrik yang di dalamnya terdapat beberapa heavy equipment yang memerlukan penanganan khusus.

    Salam,
    Reka I.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>