Checklist Survey Kondisi Jalan Untuk Pekerjaan Heavy Cargo

Pekerjaan heavy cargo mungkin termasuk pekerjaan yang memiliki risiko yang sangat tinggi. Pekerjaan ini umumnya menjadi lingkup pekerjaan proyek EPC yang sering mendatangkan peralatan yang berukuran besar dan tentu saja sangat berat. Sehingga perlu analisis risiko yang detail.

 

Walaupun memiliki risiko yang sangat besar, para vendor heavy cargo forwarder ternyata tidak melakukan survey jalan yang baik. Mereka pada umumnya hanya berfikir apakah kendaraan termasuk heavy cargo yang dibawa dapat melintasi jalan yang ada. Bukan berfikir bahaya apa yang mungkin terjadi terkait karakteristik pekerjaan ini. Kalaupun ada, namun belum dapat dikatakan memadai.Mereka juga sangat lemah dalam hal keteknik-sipilan. Sehingga risiko terkait teknik sipil harus diperhatikan.

 

Gambar Heavy Cargo 1

 

Gambar Heavy Cargo 2

 

Gambar Heavy Cargo 3

Setelah mempelajari karakteristik pekerjaan ini dengan seksama saat bekerja sama dengan perusahaan forwarder, penulis mencatat beberapa hal yang harus menjadi tambahan checklist dalam melakukan survey jalan yang akan dilewati oleh kendaraan pengangkut heavy cargo sebagai berikut:

  1. Survey kepadatan lalu-lintas. Ini berguna untuk mengkaji dampak kemacetan saat dilakukan pekerjaan heavy cargo delivery. Pengecekan dilakukan dalam 24 jam untuk mengetahui volume lalu-lintas dalam periode 24 jam.
  2. Survey geometri jalan terutama tikungan dan tanjakan / turunan atau kombinasi keduanya. Cek besar sudut tikungan dan tanjakan. Ini diperlukan untuk mengetahui apakah geometri jalan dapat dilalui oleh kendaraan heavy cargo.
  3. Survey jika ada tebing atau parit / sungai kecil dekat jalan. Tujuannya untuk mengetahui kerentanan jalan terhadap bahaya longsor / soil sliding.
  4. Cek kondisi drainase jalan. Hal ini penting jika pekerjaan heavy cargo dilakukan pada musim hujan. Drainase yang baik akan membuat jalan lebih kuat karena air tidak masuk ke dalam pondasi yang dapat memperlemah pondasi jalan.
  5. Cek apakah terdapat cukup banyak vegetasi disekitar jalan terutama pada lereng jalan. Vegetasi mampu mengurangi risiko longsor.
  6. Cek apakah ada retakan2 struktur jalan yg menunjukkan ciri awal bahaya longsor terutama pada daerah lereng.
  7. Survey kondisi bangunan sipil sepanjang jalan. Apakah ada bangunan sipil yg menunjukkan gejala awal keruntuhan seperti miring, retak, geser dsb. Ini adalah indikasi penting untuk mengetahui kondisi kekuatan tanah secara cepat.
  8. Cek apakah jalan berupa tanah asli atau sudah dilakukan improvement tertentu pada masa lalu.
  9. Cek kondisi tanah pada range jarak tertentu dan pada lokasi yang dicurigai tanah dengan kekuatan lemah dengan cara memberikan tekanan tanah secara sederhana atau diinjak. Apabila tanah ambles, ini menunjukkan tanah memiliki kekuatan yang lemah.
  10. Cek kekuatan tanah dengan melihat warna tanah apakah merah, kuning, putih, coklat, atau hitam. Ini sebagai identifikasi lain atas kondisi kekuatan tanah.
  11. Cek kemungkinan beberapa lokasi sebagai pos istirahat saat membawa heavy cargo. Hal ini terutama jika jarak angkut cukup jauh dan tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat.
  12. Cek kondisi jembatan. Kondisi yang dicek adalah umur, lebar, bentang struktur, profil struktur, kondisi perawatan jembatan, lendutan / goyangan saat beban besar melintas, dan sejarah jembatan dilintasi heavy cargo. Sangat baik jika mendapatkan informasi mengenai batas beban jembatan.
  13. Cek kondisi gorong-gorong yang ada.
  14. Cek instalasi pipa dalam tanah yang berada atau crossing dengan jalan yang akan dilintasi.
  15. Cek hambatan / obstacle atas jalan seperti papan reklame, kabel listrik, dan lainnya.
  16. Cek jika ada bagian permukaan jalan yg berlubang atau bergelombang cukup parah. Ini menunjukkan lokasi jalan dengan kekuatan tanah yang lemah.
  17. Cek kendaraan pembawa beban terberat yang pernah melintas. Hal yg perlu di check adalah beban dan jenis kendaraan. Nanti akan diketahui beban gandar ban maksimal yang pernah melintas.
  18. Hubungkan beban gandar kendaraan pengangkut heavy cargo (umumnya multiaxle) dengan informasi pada item no. 17.

 

Sebagai tambahan pengetahuan, berikut disampaikan beberapa kecelakaan heavy cargo dalam bentuk foto berikut ini:

 

Gambar Kegagalan Heavy Cargo 1

 

Gambar Kegagalan Heavy Cargo 2

 

Gambar Kegagalan Heavy Cargo 3

 

Gambar Kegagalan Heavy Cargo 4

 


Gambar Kegagalan Heavy Cargo 5

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Pengadaan, Manajemen Risiko and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Checklist Survey Kondisi Jalan Untuk Pekerjaan Heavy Cargo

  1. Pingback: Pelangi Indah Setelah Kumpulan Awan Hitam | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>