Ide Improvement Desain Gas Engine yang Lebih Feasible Terhadap Transportasi

Gas engine telah terbukti sebagai mesin yang handal bagi pembangkit listrik tenaga gas. Alat ini jauh lebih gampang dalam erection dan commissioning dibanding dengan pembangkit listrik lainnya. Namun memiliki kelemahan dimana dimensi yang besar dan bobot yang sangat berat yang membuatnya kurang feasible terhadap aspek transportasi.

Persoalan ini mungkin tidak perlu terjadi seandainya tersedia infrastruktur yang memadai karena aspek transportasi yaitu aspek yang mengkaji kelayakan proses pengiriman mesin. Jika sarana infrastruktur yang ada kurang memadai, maka feasibility akan turun karena meningkatnya risiko dalam membawa mesin ini.

Seperti yang terjadi pada suatu proyek yang dikerjakan di deaerah Riau dimana sarana infrastruktur jalan dan sungai yang kurang memadai sehingga timbul kesulitan yang sangat besar dalam mengirimnya ke lokasi proyek dimana akhirnya sangat tergantung dengan kondisi alam yang dijelaskan secara rinci pada tulisan-tulisan sebelumnya (Mission Impossible, Tantangan Teknis, Tantangan Non-Teknis).

Tentu harus ada solusi atau langkah pengembangan terhadap design engine yang memperhatikan feasibility transportasi terutama untuk lokasi proyek yang berada di daerah yang memiliki sarana infrastruktur yang kurang memadai yang banyak terdapat di Indonesia.

Gambar tampak memanjang


Gambar tampak depan

 

Terlihat engine memiliki dimensi yang sangat besar sehingga juga memiliki bobot yang sangat berat. Beberapa permasalahan pada engine ini adalah sebagai berikut:

  • Dimensi yang besar (lebar – panjang) menyulitkan untuk dibawa via jalur darat. Hal ini karena keterbatasan lebar jalan pada sebagian besar wilayah Indonesia. Di samping membutuhkan area manuver yang luas.
  • Tinggi engine yang mencapai 6,02 m membuat bahaya ketidakstabilan atau guling menjadi besar.
  • Bobot yang besar mensyaratkan banyak hal seperti dimensi skid, titik angkat, dan ukuran, jumlah ban, dan power alat pengangkut Multiaxle.

 

Gambar engine saat melewati jalan kecil

 

Gambar engine yang sedang melewati tikungan

 

Dengan memperhatikan permasalahan yang ada yang bersumber pada dimensi dan berat engine, berikut ini adalah beberapa rekomendasi ide dalam membuat mesin ini lebih feasible dalam proses transportasi:

  • Mendesign kapasitas engine yang lebih kecil sehingga akan memperkecil dimensi dan juga beratnya.
  • Melepas beberapa bagian atau elemen engine seperti turbo charger dan yang lainnya sehingga tinggi dan lebar engine dapat dikurangi. Bagian atau elemen yang dilepas ini dipasang saat engine telah berada di atas pondasi di site.
  • Mengganti material pada badan utama mesin dengan material yang memiliki berat jenis yang lebih ringan namun tetap memiliki karakteristik yang dibutuhkan secara teknis.
  • Mengganti jenis material dengan yang lebih ringan pada elemen lainnya seperti pada komponen skid
  • Mereview design skid sedemikian memiliki profil atau dimensi yang lebih kecil namun masih kuat sebagai dudukan engine.
(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Ide Improvement Desain Gas Engine yang Lebih Feasible Terhadap Transportasi

  1. Pingback: Pelangi Indah Setelah Kumpulan Awan Hitam | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>