Pak Capres…Saya Usul Pengembangan Ide Tol Laut

Dear Pak Capres…

Sebagai wujud keinginan membangun negri ini, maka saya bermaksud untuk menyampaikan kritik membangun sekaligus usul atas konsep tol laut kalian. Konsep tol laut kalian memiliki beberapa kelemahan, sehingga harus dikritisi. Tapi saya lebih menekankan ide pengembangan dari pada sekedar kritik tendensi politik karena saya ingin sekali negri kita maju pak. Mohon dibaca dan diperhatikan ya pak…. Keterbukaan bapak2, titik tolak kemajuan kita. Merdeka !..

Best Regards – Budi Suanda

_______________

Semoga surat ijin di atas dibaca pak Capres, kalaupun tidak ya rapopo, hehe…Posting ini mengajak pembaca untuk membiasakan diri memberikan kritik dan ide membangun dan serta membudayakan keterbukaan antara pemimpin dan yang dipimpin. Walaupun bukan ahli dalam hal infrastruktur dan ekonomi, tapi lebih baik berbuat dari pada ngedumel atau bahkan diam, apalagi omong kosong black campaign. Let’s make it better

Seperti yang sudah dibahas pada posting sebelumya (klik disini) bahwa konsep tol laut adalah ide besar para capres kita. Mereka sudah melek infrastruktur yang penting untuk kemajuan negri ini. Ini patut disukuri. Tugas kita saat ini adalah membantu siapapun pemimpin negri ini nanti akan dapat merealisasikan konsep infrastruktur mereka dengan lebih baik.

Telah dibahas pula bahwa terdapat beberapa kekurangan atas kedua konsep tol laut para capres. Sehingga perlu penyempurnaan konsep jika salah satu akan diterapkan. Saya sendiri condong untuk INTEGRASI KEDUA KONSEP tersebut dengan beberapa penyempurnaan. “Tol Laut Jokowi – Prabowo yang Disempurnakan dan Terintegrasi”, kira2 begitu konsep saya, hehe…enaknya kalau hanya menilai dan mengembangkan. Bagaimana? Begini konsepnya…

Prinsip ide penyempurnaan adalah tol laut diaplikasi menyesuaikan kondisi yang ada. Tol laut Jokowi, akan lebih digunakan untuk menghubungkan daerah jarak jauh yang sangat tidak feasible dengan tol laut Prabowo atau tol darat. Sedangkan tol laut Prabowo diaplikasikan pada jalur yang tidak memungkinkan untuk tol darat karena kompleksitas pembebasan lahan dan dengan volume lalu lintas darat yang tinggi.

Secara garis besar, utamanya adalah tol laut Jokowi karena daya jangkau dan manfaat yang lebih besar, dimana didukung oleh tol laut Prabowo. Secara detil dijabarkan sebagai berikut:

 

Tol Laut Jokowi

  • Jalur dibagi 3 jenis yaitu padat, medium, dan rendah. Ukuran kapal dapat menyesuaikan tiga jenis jalur tersebut (tidak harus 3000 TEUs). Sehingga tidak perlu banyak melakukan pengembangan pelabuhan. Jika ada pelabuhan padat dengan draft dangkal, cukup melakukan pendalaman alur secukupnya untuk memperbesar kapasitas. Jumlah kapal yang lebih kecil dari 3000 TEUs ditambah sesuai volume cargo.
  • Koneksi dilakukan pada jalur Padat – Padat, Padat – Medium atau Padat – Rendah, atau Medium – Medium, Medium – Rendah dan rendah – rendah. Dengan pengembangan ini, transit harus maksimal satu kali. Transit terpaksa dilakukan agar lebih feasible. Untuk mempercepat bongkar muat, perlu penambahan crane angkut di tiap pelabuhan.
  • Konsep ini terutama digunakan sebagai penghubung antar pulau, atau ujung2 pulau. Bukan dalam satu pulau yang tidak besar seperti Jawa. Konsep ini diaplikasikan jika pembuatan tol atas laut yang terlalu panjang tidak feasible.
  • Dengan pengembangan konsep, maka tol laut Jokowi tidak akan membutuhkan biaya yang terlalu besar dan akan cepat segera terealisasi.

 

Tol Laut Prabowo

  • Mengingat biaya yang besar per km, maka konsep ini akan jauh lebih layak jika diaplikasikan pada jalur antar kota padat yang cukup dekat, dimana biaya pembebasan lahan sudah terlalu mahal dan volume lalu lintas sudah cukup tinggi dan sulit ditampung oleh jalan darat. Contoh tol laut jalur Jakarta – Merak, Jakarta Cirebon, Surabaya – Banyuwangi, Banyuwangi – Denpasar, dst.
  • Konsep ini memang lebih cocok untuk kota besar di pulau Jawa untuk saat ini. Akan sangat baik konsep ini menjadi solusi atas tol Jakarta – Surabaya pada jalur yang memiliki masalah atas pembebasan lahan atau masalah lainnya.
  • Terintegrasi dengan sistem tol darat Jakarta – Surabaya, sehingga akan menghemat biaya investasi.
  • Menghubungkan kota / pelabuhan yang menjadi persinggahan konsep tol laut Jokowi ke kota lain yang tidak disinggahi oleh kapal laut. Sehingga tol laut ini lebih akan berfungsi sebagai konektor.

Saya merasa integrasi kedua konsep tol laut tersebut akan menjadikan satu konsep tol laut yang terintegrasi yang diharapkan akan lebih cepat teralisasi karena lebih feasible dan akan cepat memberikan manfaat pada negri ini. Semoga…amiiin. Silahkan pembaca yang ingin memberi masukan tambahan demi kesempurnaan konsep tol laut yang telah digagas oleh para capres kita.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Proyek Indonesia and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pak Capres…Saya Usul Pengembangan Ide Tol Laut

  1. wahyu says:

    Alhamdulillah, senang ada yang mengkritisi konsep capres dengan positif….semoga bisa terlaksana…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>