Penelitian yang komprehensif mengenai masalah project management maturity level di Indonesia masih sangat jarang untuk membuktikan fakta dan kondisi di lapangan seperti yang telah dijelaskan di atas. Hanya terdapat dua penelitian yang telah mencoba untuk menjelaskan kondisi tersebut walau dengan sample yang masih cukup terbatas.

Salah satu penelitian terkait hal tersebut dilakukan oleh Simangunsong dan Da Silva pada tahun 2013. Penelitian yang dilakukan, mengacu pada model project management maturity level berdasarkan The ProMMM model. Model ini terdiri atas empat tingkat maturitas, yaitu :

  • Naive – Manajemen proyek tidak terstrktur, berulang dan reaktif, pengalaman masa lalu tidak dapat digunakan untuk mengembangkan proyek yang akan datang.
  • Novice – Adopsi awal pengetahuan manajemen proyek, kesadaran manfaat manajemen proyek walaupun proses manajemen proyek belum diimplementasikan dengan baik.
  • Normalized – Manajemen proyek dan formalisasi proses manajemen proyek telah secara luas diimplementasikan, tapi tidak semua kasus mendapatkan hasil yang semupurna.
  • Natural – Manajemen proyek telah gunakan secara internal pada semua aspek bisnis. Organisasi mengadaptasi best practice manajemen proyek untuk mendapatkan keuntungan bersaing.

Riset ini dilakukan dengan survey kuesioner yang disebar pada berbagai praktisi dari beberapa industri yaitu konstruksi, jasa (keuangan, transportasi, pemerintah, pendidikan, sistem informasi, pemasaran dan PR, kesehatan, dan konsultan), manufaktur, oil/gas, dan industri lain-lain. Total responden sebanyak 127 orang dengan tiga terbanyak berasal dari industri jasa (35,4%), Oil/Gas (28,3%), dan konstruksi (19,7%). Penelitian ini menilai project management maturity level pada beberapa indikator dengan penjelasan indikator dan hasil penelitian sebagai berikut :

  • PM Criticality (Culture attribute) – Merupakan pengembangan tingkat kritis manajemen proyek pada kesuksesan bisnis. Nilai rata-rata = 3,45.
  • PM Commitment (Culture attribute) – Merupakan pengembangan komitmen organisasi untuk pengelolaan yang proaktif dan sistematis  atas proyek. Nilai rata-rata = 3,05.
  • PM Formality (Process attribute) – Merupakan indikator atas formalitas proses manajemen proyek. Nilai rata-rata = 3,34.
  • PM Maturity (Process attribute) – Merupakan indikator atas maturity proses manajemen proyek. Nilai rata-rata = 2,79.
  • PM Understanding (Experience attribute) – Merupakan pengembangan atas pemahaman staf pada prinsip-prinsip manajemen proyek. Nilai rata-rata = 2,40.
  • PM Practicality (Application attribute) – Merupakan tingkat terbiasanya staf dalam menggunakan keahlian dan teknik manajemen proyek. Nilai rata-rata = 2,37.
  • PM Scope (Application attribute) – Merupakan lingkup aplikasi proses manajemen proyek. Nilai rata-rata = 2,73.

Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa pada umumnya telah ada kesadaran akan pentingnya manajemen proyek dalam kesuksesan bisnis. Tingkat formalitas proses manajemen proyek telah cukup baik dengan didukung oleh komitmen organisasi untuk pengelolaan proyek yang proaktif dan sistematis.

Di sisi lain, tingkat maturitas dan cakupan atas proses-proses manajemen proyek belum memadai. Pemahaman staf dan aplikasi keahlian dan teknik manajemen proyek oleh staf dinilai kurang. Pada Tabel berikut, dijelaskan mengenai kondisi ini pada tiap industri.

Pada Tabel di atas, menunjukkan bahwa industri konstruksi pada dasarnya telah memiliki maturity level yang memadai yang diikuti oleh industri oil/gas. Sedangkan industri manufaktur dan jasa tergolong moderat. Industri lainnya dinilai masih rendah. Dengan mengabaikan industri lainnya yang dengan responden hanya dua orang, maka nilai tertinggi ada pada PM Criticality yang terjadi pada industri konstruksi. Hal ini mungkin disebabkan karena tingkat pengaruhnya terhadap kinerja organisasi atau perusahaan yang signifikan.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code