Terkait project management maturity model, berdasarkan pengamatan dan pengalaman, perkembangannya di Indonesia dinilai berjalan lamban. Banyak pelaku konstruksi yang masih menggunakan cara-cara yang konvensional dan mengembangkannya sendiri-sendiri secara otodidak atau berdasarkan pengalaman sebelumnya sehingga pengembangan sistem manajemen proyek menjadi stagnan dan relatif masih memiliki banyak kekurangan.

Ciri-ciri masih rendahnya project management maturity level di Indonesia, pada dasarnya telah terlihat pada berbagai fenomena dalam praktiknya. Beberapa hal yang dapat menjadi bukti atas kondisi tersebut pada industri konstruksi pada elemen pengelolaan lingkup, waktu, biaya, dan kualitas adalah sebagai berikut :

Manajemen lingkup

Belum ada atau sangat jarang ditemukan adanya WBS (Work Breakdown Structure) yang dibuat yang telah memperhatikan pengelolaan biaya dan waktu secara bersamaan. Umumnya WBS suatu proyek dalam kondisi yang kurang lengkap, kurang tersusun dengan sistematika yang baik, dan hanya mempertimbangkan pengelolaan biaya. Akibatnya, WBS menjadi sulit untuk diaplikasikan dalam pengelolaan waktu.

Manajemen waktu

Pada pengelolaan waktu, sebagian besar jadwal proyek tidak dibuat secara benar. Banyak jadwal yang dibuat terlalu ketat dimana tidak realistis yang menyebabkan kegagalan manajemen proyek yang lain. Banyak permasalahan terjadi pada perincian aktivitas dan sekuensi antar aktivitas. Penggunaan metode jalur kritis atau critical path method (CPM) masih jarang bahkan masih dianggap awam dalam melakukan schedule compression. Pada pengendalian jadwal, penggunaan metode earned value management (EVM) baru sebatas indikator earned value (EV).

Manajemen biaya

Pada pengelolaan biaya, baik perencanaan maupun pengendalian, masih sering ditemukan permasalahan. Banyak terjadi penyimpangan biaya akibat dari proses estimasi biaya dengan akurasi yang lemah. Metode perhitungan volume masih banyak yang dilakukan secara manual yang mengandung tingkat human error yang tinggi, elemen WBS yang tidak akurat dan tidak sistematis, metode pricing yang kurang tepat, dan rendahnya pemahaman mengenai cost contingency sebagai mitigasi risiko yang berdampak biaya.

Di samping itu, pengendalian biaya hanya dengan membandingkan antara rencana biaya dengan aktual berdasarkan kelompok biaya tanpa menggunakan metode EVM, sehingga tidak diketahui elemen WBS yang mengalami cost overrun. Strategi pengendalian biaya juga sebatas pada upaya mendapatkan harga semurah mungkin pada proses pengadaan, dimana sering tanpa upaya lain dalam mempertahankan margin yang telah didapatkan pada proses tersebut.

Manajemen kualitas

Masih banyaknya terjadi kegagalan struktur (seperti yang dibahas pada Bagian 10) menjadi bukti masih lemahnya pengelolaan kualitas proyek. Sangat jarang ditemukan dokumen quality plan yang komprehensif. Proses menjamin dan mengendalikan kualitas juga dirasa masih tidak optimal dimana tidak dilakukan sejak proses awal.

Sebagai contoh dalam pengendalian mutu beton, hampir tidak ditemui adanya proses pengendalian mutu beton secara kontinyu di proyek. Bahkan jarang ditemui adanya evaluasi mutu beton yang sesuai standar dilakukan pada proyek konstruksi. Lack of knowledge tentang pengendalian mutu beton yang diduga menjadi akar masalah ini yang tidak hanya terjadi pada kontraktor, tapi juga pada konsultan pengawas.

Kegagalan Konstruksi Jalan Tol di Indonesia

Fakta-fakta lapangan di atas, menunjukkan bahwa project management maturity level pada proyek konstruksi di Indonesia dinilai masih belum memadai. Sebagai bukti tambahan, kontraktor, subkontraktor, bahkan konsultan perencana dan pengawas Indonesia sering kesulitan dalam bekerja sama dengan Pemilik atau konsultan asing yang bekerja pada proyek-proyek berskala besar di Indonesia terkait tuntutan aplikasi project management yang standar.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code