8 Cara Membangun Hubungan yang Kuat Pada Tim

Membangun tim yang solid dan perform adalah kunci keberhasilan proyek. Project manager harus memahami fase tumbuh-kembang tim sejak tim terbentuk dan mengerti apa yang harus dilakukan pada sisi leadershipnya pada tiap fase tersebut. Di samping itu, Project manager haruslah mengerti bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan timnya.

 

Membangun tim bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit, namun tidak juga gampang. Tugas ini ada pada Project manager. Tim yang solid dan kuat akan menghasilkan performa yang tinggi pada proyek. Bisa jadi tugas membina tim adalah salah satu tugas terpenting Project manager.

Dalam proses pembinaan tim, Project manager haruslah memiliki hubungan yang kuat dengan timnya. Hubungan yang kuat tersebut akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Tim akan mampu menyelesaikan tugas lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat
  • Tim akan berfungsi sebagaimana layaknya tim yang sebenarnya ketimbang sekedar suatu kelompok individu saja
  • Konflik yang terjadi terkendali lebih baik diantara tim
  • Tim bekerja bersama lebih efektif dan efisien
  • Tim dapat bekerja lebih cepat pada proyek dalam waktu yang lebih singkat
  • Project manager akan mendapat kepercayaan dan respect yang tinggi dari timnya.
  • Individu dalam tim akan bekerja pada produktifitas yang lebih tinggi dari yang biasanya.
  • Rasa keterikatan antar anggota tim akan tinggi dan hal tersebut akan meningkatkan rasa saling membutuhkan serta rasa tanggung jawab dalam tim

Lalu, bagaimana cara project manager dapat membangun hubungan yang kuat dengan tim nya? Ada beberapa cara sederhana namun cukup memberikan dampak pada tim, yaitu:

  • Ajak satu tim makan siang bersama di luar. Hal ini akan memungkinkan antar anggota tim untuk saling mengenal satu dengan yang lain lebih baik dan juga anggota tim akan mengenal project manager lebih baik. Sebaiknya pada saat itu tidak membicarakan masalah pekerjaan, ambillah topik pembicaraan yang santai dan kekeluargaan.
  • Percayai tim. Sekali mengenal mereka, keahlian dan pengalamannya, ini menjadi lebih mudah untuk memberikan kesempatan atau mendelegasikan kepemimpinan kepada mereka. Biarkan mereka mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah mereka sendiri. Mereka akan bertanya jika mereka merasa butuh bantuan saja.
  • Pertemuan satu demi satu terhadap anggota tim untuk membuat hubungan personal yang lebih baik. Bicaralah dan kalau bisa bantu urusan mereka mengenai masalah lain selain urusan pekerjaan seperti masalah keluarga, hobbi, atau yang lain yang sedemikian mereka merasa mendapat atensi yang tulus dari pimpinannya.
  • Sesekali tanyakan saran pada mereka atas suatu masalah yang sulit yang sedang dicari solusinya. Anggota tim seringkali memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh project manager. Mereka dapat membantu project manager dalam mengatasi masalah. Dengan menanyakan saran kepada mereka, akan membuat anggota tim merasa lebih dihargai. Hal ini secara tidak sadar akan meningkatkan kadar kepemimpinan project manager dimata mereka.
  • Berbagilah informasi kepada tim. Bisa berbagi informasi mengenai proyek, artikel yang menarik, informasi hobbi dan berita menarik lainnya.
  • Sering-seringlah mengajari ilmu atau keahlian yang bermanfaat yang dapat membantu mereka dalam bekerja. Hal ini selain akan meningkatkan kompetensi anggota tim, juga akan membuat anggota tim merasa bahwa project manager mereka tidak sekedar atasan secara jabatan, namun juga gurunya dan bahkan pemimpin mereka. Ini akan membuat mereka lebih loyal kepada project manager.
  • Libatkanlah anggota tim dalam menghadapi problem yang sulit. Pada saat sulit, tunjukkanlah bahwa project manager terlihat mampu mengatasi problem tersebut dan menghasilkan prestasi. Keterlibatan tim atas proses penyelesaian masalah yang berujung pada prestasi, akan membentuk suatu ikatan batin yang luar biasa.
  • Rayakan suatu keberhasilan pencapaian target atau keberhasilan melewati masalah secara bersama-sama dengan anggota tim. Perayaan bisa dengan mengadakan suatu acara yang menyenangkan seperti jalan-jalan, mancing, nonton bersama, makan bersama, dan lain-lain.
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager and tagged , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to 8 Cara Membangun Hubungan yang Kuat Pada Tim

  1. Thanks artikelnya…sangat bermanfaat untuk menambah ilmu

  2. Pingback: 8 Cara Membangun Hubungan yang Kuat Pada Tim | Kisah-kisahku

  3. Thank you for a great post.

  4. mahrizal says:

    terima kasih
    sepertinya pimpinanku yang dulu menerapkan ilmu ini
    pantas saya dulu loyal padanya
    tapi sekarang beliau pindah kerja
    saya sedih merasa kehilangan

  5. Pujiyanto says:

    Praktek proyek sering di jumpai kasus yang lain. Banyak kehadiran personil-personil dalam tim kehadirannya didasarkan pada penjadwalan personil menyesuaikan dengan tahapan pekerjaan, misalnya pada proyek-proyek perencanaan. Dalam proyek perencanaan dengan lokasi proyek yang tersebar dan setiap lokasi proyek mempunyai tahapan yang serupa. Misal sebuah proyek berada pada 20 titik yang lokasi terpisah jauh, sedangkan setiap personil yang disediakan masing-masing keahlian terdiri atas seorang asisten dan seorang ahli yang waktu keterlibatanya sudah ditentukan dalam jadwal kontrak dan sering bersifat kontrak paruh waktu yang banyak diminati oleh para manager perusahaan. Manajemen tim demikian sulit dilaksankan oleh seorang manajer atau ketua tim yang tidak mempunyai keahlian komprehensip , artinya sangat diperlukan seorang ketua tim yang mempunyai kemampuan menyeluruh dari mengoperasikan komputer (opertor) , sebagai engieer hingga sebagai drafter bahkan sekaligus sebgai office boy kondisi ini banyak dipraktekan di proyek-proyek.

    Kami kadang bicara masalah managemen pekerjaan proyek , jangan menganggap seperti tayangan dalam filem atau sinetron yang setiap hari diperlihatkan di tv-tv. Yang diperlukan adalah pengalaman langsung dilapangan, pengetahuan dari akademis lebih diperuntukan untuk penyususnan laporan-laporan agal menghasilkan bahasa dan format yang normatif. Artinya praktek dan pelaporan mempunyai perbedaan yang perlu dimengerti bagi calon-calon pekerja konstruksi khususnya. Bayangkan saja anda belajar bela diri, ketika belajar sering latihan jurus-jurus yang cenderung memperlihatkan sebuah seni tapi ketika perkelahian hal itu sulit dipraktekan karena serangan lawan sangat komplek bentuk dan arah yang sulit diprediksi, satu saat bias datang dari satu arah , saat lain dari berbagai arah menyerang bersamaan.

    • budisuanda says:

      Saya sependapat. Ilmu yg dishare merupakan kelompok soft competency yang hanya akan dikuasai apabila dilaksanakan dan dilatih. Karena kondisi aktual seringkali berbeda. Butuh pemahaman tentang perilaku orang dan kelompok untuk bisa aplikasi ilmu ini. Terima kasih.

  6. Ronie says:

    Saya sangat setuju,saya akan coba terapkan kepada team saya agar tetap kokoh, kompak dan berdiri tegak…..

  7. Pingback: Proyek sistem informasi tidak mudah ? « Mahrizal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>