Salah satu faktor kunci keberhasilan berbagai program termasuk di proyek terletak pada kapasitas kreatifitas tim. Sehingga agar program dapat berhasil termasuk program strategic construction cost reduction (SCCR), maka perlu langkah-langkah khusus yang dirancang dengan baik untuk meningkatkan kapasitas kreatifitas tersebut. Terdapat tiga komponen atau kelompok langkah dalam meningkatkan kapasitas kreatifitas tim proyek, yaitu individu tim proyek, lingkungan kerja, serta kepemimpinan dan budaya kreatif.

Individu Tim Proyek – Berbagai teknik kreatifitas perlu diedukasi kepada tim proyek untuk meningkatkan kemampuan kreatifitas tiap individu. Tindakan ini diperlukan mengingat sistem pendidikan telah membuat banyak lulusan di Indonesia terbentuk dengan tingkat kreatifitas rata-rata yang masih rendah dimana dibuktikan oleh indeks inovasi Indonesia yang rendah dan cenderung stagnan. Direkomendasikan untuk mengedukasi teknik kreatifitas yang relatif mudah untuk dipahami, seperti SCAMPER dan Brainstorming. Teknik SCAMPER terdiri atas beberapa teknik mudah dalam meningkatkan kreatifitas yang merupakan kepanjangan istilah SCAMPER, yaitu :

  • Subtitute – Merupakan teknik kreatifitas yang mengganti sesuatu obyek. Contoh adalah mengganti lean concrete menjadi plastic sheet, mengganti tenaga kerja dari luar dengan tenaga kerja lokal yang produktif, mengganti marmer impor dengan marmer lokal terbaik, dan lain-lain.
  • Combine – Merupakan teknik kreatifitas yang melakukan kombinasi atas hal atau lebih pada suatu obyek. Contoh adalah menggunakan teknik hedging dan riset peramalan kurs dalam mengurangi rugi kurs, menggunakan software pemilihan sistem sambungan paling efisien dan Software optimasi waste besi tulangan dalam menghemat biaya komponen material besi tulangan, menggunakan sistem prefabrikasi dan shoring system dalam mempercepat waktu pelaksanaan struktur atas gedung tinggi, dan lain-lain.
  • Adapt –  Merupakan teknik kreatifitas dengan mengadaptasikan suatu ide yang telah ada dan terbukti untuk menyelesaikan masalah. Contoh adalah penggunaan lampu jenis LED untuk pengganti lampu HPIT yang boros dan sering rusak, penerapan algoritma dalam menyelesaikan masalah waste pada material dua dimensi, metode prefabrikasi pembuatan toilet, dan lain-lain.
  • Modify / Magnify – Merupakan teknik kreatifitas yang memperbesar atau mengembangkan suatu ide yang telah ada untuk meningkatkan nilai suatu obyek. Contohnya adalah memajukan jam mulai kerja proyek karena diketahui bahwa produktifitas tertinggi proyek ada pada pagi hari, pelaksanaan pengadaan secara kontrak payung untuk mendapatkan penurunan harga yang lebih banyak, dan lain-lain.
  • Put to other use – Merupakan teknik kreatifitas yang menggunakan suatu ide yang telah terbukti pada obyek lain untuk meningkatkan kualitas ide karena dengan mengaplikasikan pada obyek lain, maka mencetuskan perbaikan ide.
  • Eliminate – Merupakan teknik kreatifitas yang mencari suatu bagian dari obyek yang jika dihilangkan atau dikurangi tidak mengubah fungsi obyek tersebut atau fungsi masih tetap sama. Contoh menghilangkan finishing pleaster aci diatas elevasi plafond, menghilangkan finishing dibelakang kaca cermin, mengurangi panjang penyaluran berdasarkan standar drawing dengan menghitung secara teoritis, dan lain-lain.
  • Reverse –  Merupakan teknik kreatifitas yang mendapatkan ide-ide dengan menanyakan suatu masalah secara terbalik. Contohnya adalah dalam meningkatkan kualitas beton, maka dapat ditanyakan hal-hal apakah yang dapat menurunkan mutu beton. Jawabannya dapat memicu ide-ide untuk meningkatkan mutu beton.

Tim proyek harus dilatih secara terus menerus atas penggunaan teknik kreatifitas ini dalam rangka meningkatkan kapasitas kreatifitas tim proyek.

Lingkungan Kerja – Perlu dipahami bahwa kreatifitas tinggi memerlukan suasana atau kondisi yang kondusif yang diperlukan oleh tiap individu dalam tim proyek. Perlu dirancang kantor proyek yang mendukung kreatifitas tim proyek. Sebagai contoh adalah ruang kantor google yang dapat dilihat pada Gambar 9.12. Beberapa langkahnya adalah :

  • Disain tata ruang yang dinamis dengan warna-warna cerah.
  • Tersedianya tempat refreshing yang nyaman dan relax seperti sarana olah raga yang melibatkan tim proyek, dan lainnya.
  • Menyediakan media yang dapat menjadi pemicu ide. Seperti foto-foto inovasi, tayangan program TV atas inovasi-inovasi menarik, dan lainnya.

Gambar Ruang Kantor Google di Budapest (Officelovin.com-2015)

Kepemimpinan dan budaya kreatif – Faktor yang terkait dengan anggota tim adalah cara pikir atau budaya atau karakter anggota tim terkait dengan kreatifitas itu sendiri. Tiap anggota tim akan berbeda-beda. Project manager harus mampu mengarahkan dan membimbing anggota tim untuk menuju pada cara pikir atau membentuk budaya yang mendukung kreatifitas, dengan berbagai cara seperti coaching dan memberi contoh secara langsung. Adapun cara pikir atau budaya yang mendukung kreatifitas anggota tim adalah :

  • Beranggapan kreatif (Self confidence) – Beranggapan atau berkeyakinan bahwa dirinya memiliki kreatifitas tinggi.
  • Berfikir bebas – Berfikir atas suatu hal atau obyek dimana tidak mempertimbangkan segala batasan yang ada yang biasanya dilekatkan pada obyek tersebut.
  • Berfikir sejenak – Berhenti sesaat ketika mendapatkan suatu masalah atau tidak langsung bereaksi secara spontan untuk memberi waktu pada otak untuk tenang agar otak dapat memberi stimulus ide dengan optimal.
  • Masalah sebagai peluang – Ide kreatif akan muncul apabila adanya masalah dipersepsikan selalu ada peluang didalamnya bahkan dalam jumlah besar.
  • Segera tulis – yaitu dengan mempersiapkan alat tulis sederhana yang dapat juga dilakukan dg smart phone atas adanya ide yang tiba-tiba muncul dalam situasi apapun. Hal ini karena pada saat otak berada pada frekuensi tertentu, maka otak dapat menstimulus suatu ide kreatif yang tidak dapat dilakukan sebelumnya.
  • Tidak mengkritisi ide terburu-buru – yaitu dengan tidak mengkritisi ide baik dari diri sendiri maupun ide orang lain saat melakukan brainstorming secara terburu-buru. Hal ini karena proses mengeluarkan ide adalah proses yang kompleks dari otak yang perlu situasi kondusif untuk menghasilkan ide yang jitu.
  • Imajinasi tinggi – Harus dilatih kemampuan atas imajinasi yang tinggi. Namun ini dapat teratasi dengan bantuan visual atas obyek dalam bentuk gambar 2D dan 3D atau maket.
  • Open mind – Merupakan sikap yang menerima semua masukan atau ide dari orang lain.
  • Konsentrasi tinggi atau fokus – Merupakan proses pemusatan otak atas masalah atau obyek yang sedang dihadapi untuk dicarikan ide kreatifnya.
  • Belajar pengetahuan dasar atas topik masalah – Pada masalah atau obyek baru atau belum dikenal atau belum diketahui, maka perlu untuk mempelajari hal-hal prinsip atas obyek tersebut.
  • Passion yang tinggi – Merupakan bentuk kecintaan terhadap hal-hal yang berkontribusi besar atas terciptanya ide-ide kreatif seperti kecintaan atas ilmu.

Project manager juga harus secara konsisten memotivasi dan meningkatkan kemampuan kreatifitas tim proyek. Program SCCR harus direncanakan dan dilaksanakan dengan melibatkan sebanyak mungkin anggota tim proyek dari berbagai bidang secara kolaboratif untuk mengoptimalkan kapasitas kreatifitas tim proyek secara keseluruhan.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code