Hasil dari proses pengendalian biaya berdasarkan standart PMBOK 5th edition yang utama adalah informasi kinerja pekerjaan, prediksi biaya, permintaan perubahan, pembaruan dokumen-dokumen proyek, dan pembaruan aset-aset proses organisasi. Penjelasan kegunaan hasil-hasil proses ini adalah sebagai berikut :

  1. Informasi kinerja pekerjaan dan prediksi biaya akan menjadi dasar dalam melakukan pemantauan dan pengendalian pekerjaan proyek,
  2. Permintaan perubahan akan menjadi bahan evaluasi pada proses pelaksanaan pengendalian perubahan terpadu proyek,
  3. Pembaruan dokumen-dokumen proyek untuk didokumentasikan dan dikomunikasikan,
  4. Pembaruan aset-aset proses organisasi untuk meningkatkan kualitas manajemen proyek perusahaan atau organisasi.

Penjelasannya diberikan pada Tabel berikut ini:

Hasil Proses Pengendalian Biaya Proyek

Informasi kinerja biaya proyek dan peramalan biaya yang utama adalah CV atau CPI, TCPI, dan EAC atau VAC (lihat Tabel 9.33). VAC dapat dikembangkan menjadi VAC¹ yang lebih mudah untuk dianalisis dengan formula VAC¹ = BAC/EAC. Dilakukan pada komponen WBS, paket pekerjaan, dan akun kontrol. Informasi tersebut dapat dilakukan dalam dua kondisi yaitu pada periode berjalan dan pada periode akumulatif sampai dengan. Periode analisis dapat bulanan, atau triwulanan, atau pada milestone progres pekerjaan tertentu (30%, 50%, 70%, dan 90%) yang tergantung kebutuhan pengendalian dan kepraktisan pelaksanaan.

Indikasi Kinerja Proyek Berdasarkan EVM

Adanya penyimpangan harus dideteksi seawal-mungkin. Hal ini adalah karena prinsip bahwa tindakan preventif akan lebih baik dari pada tindakan korektif dimana semakin awal tindakan preventif dilakukan, maka akan tindakan tersebut akan semakin efektif memperbaiki penyimpangan yang terjadi. Permintaan perubahan dapat meliputi tindakan preventif dan korektif yang harus disetujui harus melalui proses atau prosedur Pelaksanaan pengendalian terpadu proyek yang mengacu pada ketentuan prosedur organisasi yang ada.

Proses pengendalian dapat menghasilkan pembaruan atas rencana manajemen proyek khususnya pada acuan biaya dimana dianggap acuan yang ada dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada. Pada proyek yang terjadi cost overrun, acuan biaya akan dinaikkan dalam batas cadangan manajemen. Sedangkan pada proyek yang terjadi cost underrun, acuan biaya dapat diturunkan untuk menurunkan komitmen pendanaan dan mengurangi biaya cost of fund.

Adanya perubahan biaya juga dapat berdampak pada pembaruan dokumen proyek terkait biaya lainnya seperti estimasi biaya sisa pekerjaan termasuk dasar estimasinya. Hal ini dilakukan untuk merespon perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan dan untuk meningkatkan akurasi estimasi biaya khususnya biaya pada sisa pekerjaan.

Pada tingkat penyimpangan tertentu, maka dapat dilakukan perbaikan sistem, kebijakan, prosedur, atau petunjuk proses pengendalian biaya yang ada dalam aset-aset proses organisasi. Kejadian fluktuasi nilai kurs misalnya, akan menyadarkan organisasi betapa pentingnya menyediakan prosedur mengatasi fluktuasi kurs.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code