Dalam pengelolaan stakeholder, sering terjadi berbagai permasalahan yang membuat keterlibatan stakeholder menjadi kurang efektif dan kurang efisien. Beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan stakeholder di proyek adalah sebagai berikut :

  • Tidak lengkapnya stakeholder kunci yang berdampak pada lemahnya dukungan pada proyek.
  • Resistensi stakeholder yang semula mendukung sehingga menyulitkan berbagai proses pada proyek.
  • Tingginya komplain stakeholder akibat lemahnya pengelolaan dan komunikasi dengan project manager.
  • Tidak efektifnya strategi melibatkan stakeholder akibat kekeliruan dalam menilai stakeholder.
  • Konflik dengan stakeholder akibat adanya isu yang tidak segera diselesaikan.
  • Dan lain-lain.

Berbagai permasalahan dalam pengelolaan stakeholder tersebut disebabkan oleh banyak faktor risiko yang kurang dimitigasi dengan baik. Faktor risiko tersebut dapat berupa aspek teknis maupun manajerial dan dari internal maupun eksternal. Beberapa faktor risiko yang dianggap dominan berdasarkan pengalaman, lesson learned, dan berbagai referensi adalah sebagai berikut :

  • Lemahnya kompetensi terkait manajemen stakeholder – Beberapa kompetensi yang terkait dengan manajemen stakeholder adalah kepemimpinan, interpersonal, komunikasi, problem solving, dan conflict management.
  • Identifikasi dan penilaian stakeholder yang tidak akurat – Seringkali project manager melakukan kesalahan seperti terlambat melakukan identifikasi stakeholder, identifikasi stakeholder yang tidak lengkap, keliru menilai stakeholder sehingga tidak fokus dalam mengelola stakeholder.  
  • Tidak mengelola risiko terkait stakeholderStakeholder memiliki potensi risiko yang besar. Tidak mengelola risiko ini akan membuat proyek menjadi tidak siap dan atau terjadi risiko besar yang tidak terkendali.  
  • Tidak membuat rencana komunikasi yang sesuai – Setiap stakeholder memiliki kebutuhan dan ekspektasi metode komunikasi yang tertentu. Apabila tidak dibuat rencana komunikasi yang sesuai, maka kebutuhan stakeholder akan informasi menjadi tidak terpenuhi dan berpotensi terjadi miskomunikasi.
  • Lemahnya atau ketidaktepatan strategi pengelolaan stakeholderSetiap stakeholder membutuhkan pendekatan strategi yang belum tentu sama atau berbeda. Strategi yang baik adalah strategi yang efektif melibatkan stakeholder agar mendukung tercapainya tujuan proyek. Namun dengan identifikasi dan penilaian yang kurang akurat, atau strategi yang kurang kuat, maka strategi tidak akan efektif terhadap tujuan pengelolaan stakeholder.
  • Kurangnya dukungan top managementDalam hal ini adalah dukungan dari middle atau top management atas penyelesaian permasalahan terkait dengan pengelolaan stakeholder. Pada kasus tertentu atau kasus dimana telah terjadi konflik yang kontra produktif antar stakeholder, top management harus membantu penyelesaian masalah. Tanpa bantuan dan dukungan top management, maka konflik berpotensi menyebabkan proyek semakin tidak terkendali.
  • Kualitas prosedur manajemen stakeholder – Dapat berupa ketiadaan prosedur pengelolaan stakeholder atau prosedur dengan kualitas yang rendah. Faktor ini membuat proses pengelolaan stakeholder di proyek tidak dapat dilakukan dengan baik.
  • Budaya yang tidak menguntungkan – Budaya yang tidak menguntungkan dalam pelaksanaan proyek adalah termasuk pemikiran yang memperlakukan subordinat seolah-olah berada pada level di bawahnya, budaya KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), etika bisnis yang tidak baik, dan aspek budaya lainnya.
  • Lingkungan yang tidak menguntungkan – Seringkali suatu proyek secara kebetulan menghadapi sejumlah stakeholder yang menyulitkan karena beberapa sebab. Seperti motivasi dan sikap yang merugikan proyek, regulasi yang berbelit-belit, kepentingan tertentu, dan sebab-sebab lainnya.

Terdapat cukup banyak risiko yang terkait dengan terjadinya masalah dalam proses pengelolaan stakeholder proyek. Faktor-faktor risiko terkait pengelolaan stakeholder harus diantisipasi sejak awal oleh project manager untuk membuat pelaksanaan proyek menjadi lebih baik untuk meningkatkan kesuksesan proyek.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

One thought on “Faktor Risiko Pengelolaan Stakeholder yang Harus Diantisipasi”
  1. […] Manajemen stakeholder yang baik adalah sangat kritis bagi proyek dalam mencapai tujuannya. Manajemen stakeholder akan membantu mendapatkan dukungan stakeholder sebesar-mungkin dimana dampak negatif dari dan ke stakeholder ditekan semaksimal-mungkin agar tidak menghambat proyek. Namun pada kenyataannya banyak terjadi risiko dalam pengelolaan proyek yang membuat proyek menjadi terhambat bahkan tak sedikit yang mengalami kegagalan. Untuk mengetahui secara rinci risiko terkait pengelolaan risiko, dapat melihat artikel “Faktor-faktor Risiko Pengelolaan Stakeholder yang Harus Diketahui”. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code