Niatkan yang MULIA Ketika Memulai Mengerjakan Proyek

“Jika Anda hendak memulai untuk melakukan sesuatu yang besar, maka niatlah yang mulia. Karena dengan niat yang mulia, jika ada suatu masalah yang berada di luar kemampuan Anda setelah berusaha semaksimal-mungkin, akan ada bantuan yang tak terduga-duga akan datang membantu tanpa disadari” Demikianlah kalimat seorang motivator yang didengar dan cukup membekas hingga sekarang.

 

Ucapan motivator itu cukup kuat dalam ingatan sedemikian dalam setiap mengerjakan sesuatu yang besar, selalu diniatkan pada hal-hal yang mulia, termasuk ketika akan memulai poyek. Lho…kenapa?

Mengerjakan proyek semakin hari semakin sulit akibat meningkatnya resource conflict, semakin tingginya tingkat kompetisi, perubahan cuaca yang semakin tidak terprediksi, peraturan yang semakin tumpang-tindih, pemahaman pelaku konstruksi yang semakin nyeleneh mengenai kontrak, dan kondisi perekonomian yang semakin bergejolak yang menyebabkan kenaikan harga semakin sulit terprediksi. Kondisi ini semakin diperberat oleh maraknya kasus kriminalisasi area profesi oleh aparat penegak hukum seperti yang terjadi baru-baru ini pada bidang keprofesian kedokteran dan bidang kelistrikan yang membuat pelaku proyek mengabaikan kaidah dasar berkontrak demi selamat dari jeratan hukum.

Semakin sulitnya mengerjakan proyek pada akhirnya –berdasarkan penjelasan di atas, membuat mengerjakan proyek adalah suatu hal yang besar. Para insinyur yang mengerjakan proyek sebenarnya telah berbakti ilmu, tenaga, dan waktu dalam mengisi pembangunan demi kemajuan bangsa. Tapi persoalan demi persoalan yang muncul, membuat insinyur tadi justru menjadi enggan untuk terlibat dalam proyek terlebih proyek yang rawan.

Sehingga tidaklah berlebihan apabila dalam memulai pekerjaan proyek, disarankan untuk memuliakan niat. Kembali pada niat yang hakiki atas seorang insinyur yaitu berbakti ilmu demi kemajuan masyarakat dan bangsa. Niat mulia yang serupa adalah ibadah demi kabaikan orang banyak. Bukankah sebaik-baik orang adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain?

Setelah itu, berfikir dan berkeyakinan positiflah atas masalah yang terjadi. Terkadang bantuan itu datang dengan diawali oleh munculnya masalah. Sikapi positif masalah itu. Setidaknya itulah tambahan ilmu yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan. Di samping bahwa bantuan tak terduga itu datang lewat wujud yang seperti masalah yang dianggap menyusahkan. Tapi sebenarnya seiring waktu berjalan, masalah kemudian menjadi penolong yang tak disangka-sangka. Ini sudah sering terjadi ketika penulis mengerjakan proyek.

Semoga sharing ini berguna bagi rekan insinyur yang sedang menghadapi masalah yang pelik di proyek terutama bagi pemimpin proyek. Disarankan untuk membuang jauh-jauh niat tidak baik ketika memulai ataupun ketika menghadapi masalah yang besar.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>