Perencanaan Biaya Upah yang Lebih Baik

Sebagian besar orang melakukan manajemen biaya upah dengan cara menghitung kebutuhan mandays pada tiap item pekerjaan sepanjang durasi proyek. Lalu pengendalian dengan negosiasi alot dengan mandor. Targetnya harus dibawah budget. Jika hasil negosiasi sudah di bawah budget maka dianggap sudah terkendali. Sudah cukupkah?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak beberapa fakta penting mengenai biaya upah tersebut:

  • Kenyataan yang terjadi jika proyek mengalami keterlambatan maka jumlah mandays bertambah.
  • Mandor adalah vendor yang memiliki kemampuan negosiasi yang rendah. Dalam situasi terdesak, Mandor mungkin akan terpaksa menerima harga yang disodorkan walaupun sebenarnya tidak cukup. Agar cukup, mandor akan memilih tenaga kerja yang lebih murah rate-nya. Komposisi tukang dan pekerja juga akan diperbanyak porsi pekerjanya. Alhasil kualitas akan jadi korban.
  • Pekerja cenderung menginginkan nilai tambah dari kerja lembur yang biayanya cukup mahal.
  • Mandor tidak paham maksud kontrak lump sum. Sehingga potensi rugi mandor cukup tinggi. Mandor cenderung memilih jenis kontrak secara harian
  • Jika mengalami rugi, mandor cenderung mengurangi tenaganya. Ini jelas mengakibatkan keterlambatan. Jika rugi cukup besar, mandor akan menghilang dan meninggalkan masalah.
  • Mandor cenderung mempengaruhi supervisor untuk melakukan mark-up volume pekerjaan dan opname-nya jika mulai merugi.
  • Mandor umumnya menghindari adanya kompetisi diantara mereka. Jika suatu mandor pekerjaan tertentu sudah memberikan penawaran pada suatu proyek, maka mandor lain yang tahu, tidak akan mau menawarkan pekerjaan tersebut. Ini berarti tingkat kompetisi yang rendah.

Terlihat bahwa mandor sangat lemah dalam melakukan perencanaan dan pengendalian biaya. Kerugian pada mandor akan kembali dengan sendirinya pada main contractor. Sehingga perlu langkah perubahan yang mengacu pada faktor penting biaya upah dan fakta kenyataan di atas.

Berdasarkan pengalaman, berikut diberikan rekomendasi langkah perencanaan manajemen biaya upah dalam rangka menghindari cost overrun biaya ini.

 

Kontrak / SPK

  • Dalam kondisi ideal ketika resources terjamin, sebaiknya kontrak dalam bentuk unit price. Hal ini karena lump sum kontrak tidak akan membebaskan main contractor pada risiko yang terjadi.
  • Dalam kondisi yang tidak ideal seperti terjadi kesulitan pengadaan pada resources yang lain, maka dapat saja diaplikasikan jenis kontrak harian. Namun perlu pendetailan kesepakatan biaya atau rate jika tenaga kerja tidak dapat bekerja secara normal. Jangan pernah membayar rate normal jika tenaga kerja bekerja tidak secara full-day. Jenis kontrak ini mewajibkan kontrol produktifitas dan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang lebih baik dan lebih intensif.
  • Lakukan perhitungan volume secara aktual oleh engineer. Hal ini karena tingkat akurasi perhitungan oleh engineer dan supervisor berbeda signifikan.
  • Memasukkan item lingkup kebersihan, APD dan alat bantu. Tujuannya adalah agar mandor ikut mengendalikan dan menjaga kebersihan, safety, dan menjaga durability alat bantu.

 

Seleksi Mandor dan Pekerja

  • Memilih mandor yang memiliki sumber daya tenaga kerja dengan produktifitas dan keahlian yang tinggi. Bisa jadi harga satuan upah akan sedikit lebih tinggi. Tapi kecepatan dan kualitas pekerjaan akan lebih terjamin.
  • Biaya yang lebih tinggi dapat dicounter dengan negosiasi metode pelaksanaan, lingkup pekerjaan, value engineering, perubahan jam kerja, cash flow lebih baik, dan aspek-aspek yang dapat meningkatkan produktifitas pekerjaan. Negosiasi tersebut akan dapat menurunkan biaya pada posisi atau budget yang diinginkan.
  • Menggunakan mandor yang telah terbukti dapat bekerja sama dengan baik. Jangan menggunakan mandor baru dalam volume besar. Jika terjadi suatu masalah, akan sulit untuk melakukan recovery.
  • Prioritaskan untuk menggunakan mandor yang sumber tenaga kerja terdekat dengan lokasi proyek. Hal ini untuk mengurangi biaya mobilisasi. Dapat pula menggunakan tenaga kerja lokal sebagai pekerja / kenek untuk item pekerjaan tertentu. Hal ini akan mengurangi biaya mobilisasi. Namun perlu check apakah kultur bekerja tenaga lokal sesuai dengan yang diinginkan.
  • Seleksi tenaga kerja yang akan digunakan berdasarkan data pekerja pada proyek terdahulu yang terpilih. Sehingga disarankan untuk membuat suatu assessment sederhana atas kualifikasi pekerja untuk tiap mandor.

 

Perencanaan Resources

  • Usahakan membatasi bekerja dengan cara lembur / overtime dengan cara kesepakatan range durasi lembur (minimum-maksimum). Lakukan perencanaan pekerjaan dengan baik untuk sebisa-mungkin menjaga adanya lembur.
  • Lakukan check load jumlah tenaga kerja berdasarkan waktu. Lakukan distribusi load apabila terjadi ketimpangan yang tinggi pada waktu tertentu.
  • Lakukan perencanaan pekerjaan dengan checklist resources yang dibutuhkan untuk menghindari adanya mismatch.

 

Perubahan dan Optimasi

  • Optimasi metode pelaksanaan, terutama pada item pekerjaan yang dianggap memiliki tingkat kesulitan yang relatif tinggi. Metode pelaksanaan yang baik adalah apabila metode itu dinilai mudah untuk dilaksanakan. Semakin mudah akan semakin baik. Hal ini karena akan mendukung produktifitas pekerjaan.
  • Lakukan perubahan jika terdeteksi rugi biaya upah pada suatu pekerjaan tertentu dengan cara perubahan metode pelaksanaan yang semula cenderung dengan banyak tenaga kerja menjadi menggunakan alat khusus atau tindakan lain seperti perubahan lingkup, value engineering, atau peralihan lingkup.
  • Lakukan optimasi produktifitas dengan cara meniadakan warung, membuat barak dan tempat istirahat pekerja sedekat mungkin dengan lokasi pekerjaan.
  • Langkah optimasi juga dapat dilakukan dengan cara mulai bekerja lebih pagi. Ini akan lebih baik dari pada bekerja lembur karena bekerja pada pagi hari akan lebih produktif ketimbang bekerja secara lembur.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>