Merupakan kegiatan yang menilai kinerja cash flow proyek dengan memperhatikan status rekomendasi tindakan atas perubahan faktor usaha. Indikator yang digunakan kontraktor dalam pemantauan kinerja cash flow adalah menggunakan teknik analisis cash flow dengan rincian indikator sebagai berikut :

  • CRTO – Merupakan indikator tingkat kelancaran pembayaran dari pemilik proyek. Terdiri atas :
  • WIP 1 – Merupakan indikator dalam bentuk nominal atas nilai pembayaran yang telah diakui namun belum dibayar karena belum jatuh tempo atau keterlambatan pencairan.
  • WIP 2 – Merupakan indikator kelancaran pembayaran piutang yang telah dikerjakan namun belum diakui karena masih dalam proses pengakuan, perbedaan pengakuan, pekerjaan tambah belum atau tidak diakui, dan lainnya.

Rumus CRTO adalah CRTO = (WIP 1 + WIP 2) x 365 / Jumlah penjualan s.d. disetahunkan.

  • ARTO – Merupakan indikator tingkat kelancaran pembayaran piutang dari pemilik proyek. Rumusnya adalah, ARTO = Jumlah piutang konstruksi x 365 / jumlah penjualan s.d. yang disetahunkan.
  • APTO – Merupakan indikator tingkat kelancaran pembayaran ke pihak ketiga. Rumusnya adalah, APTO = Hutang usaha x 365 / BPP satu tahun.

Pemantauan kinerja cash flow harus mempertimbangkan informasi kinerja biaya. Hal ini karena kualitas cash flow kontraktor sangat terpengaruh atas kinerja biaya. Status rekomendasi tindakan atas perubahan faktor usaha akan membantu dalam menjelaskan hasil penilaian kinerja cash flow, sehingga membantu dalam merekomendasikan tindakan pengendalian cash flow.

Contoh adalah suatu proyek fasilitas tambang batu bara. Hasil pemantauan faktor usaha menunjukkan penurunan harga batu bara yang tajam. Kondisi ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kelancaran pembayaran Pemilik proyek. Sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan kontrol atas termijn pembayaran selanjutnya. Jika terbukti bahwa pembayaran termijn terlambat, maka penyebab keterlambatan termijn dapat ditegakkan karena faktor penurunan harga batu bara. Sehingga memudahkan untuk rekomendasi tindakan.

Pengendalian cash flow merupakan kegiatan yang mengendalikan penyimpangan cash flow hasil penilaian data kinerja cash flow pada proses pemantauan cash flow. Tujuan pengendalian cash flow bagi kontraktor adalah memastikan realisasi keuntungan dan memastikan proyek selalu lancar.

Pemantauan utama kinerja cash flow oleh kontraktor adalah pada indikator CRTO dan ARTO. Indikator APTO sebagai pendamping. Hal ini karena apabila cash in bagus, maka cash out akan bagus pula. Adapun penilaian kinerja cash flow dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Nilai CRTO yang ideal adalah 30 – 42 hari. Dimana 15 – 21 hari untuk proses pengukuran dan pengakuan progres, dan 15 – 21 hari untuk pembayaran progres.
  • Nilai CRTO = 45 – 60 hari masih dianggap wajar sepanjang telah disetujui dalam kontrak.
  • Nilai CRTO > 60 hari adalah indikasi masalah kelancaran pembayaran.
  • Jika CRTO > 60 hari dan ARTO 15 – 21 hari, maka permasalahan ada pada WIP 2
  • Jika CRTO > 60 hari dan ARTO > 21 hari, maka permasalahan ada pada WIP 1 dan WIP 2.
  • Nilai APTO yang ideal adalah 30 – 60 hari. Tergantung dengan nilai CRTO, namun nilai APTO yang rendah akan membuat rentabilitas proyek semakin baik karena harga produksi akan lebih rendah.

Tabel Contoh Ketentuan Ambang Batas Pengendalian Cash Flow Proyek Bagi Kontraktor

CRTOARTOIndikasiRekomendasi Strategi Tindakan*
<4515 – 30LancarTidak ada  
<45>30Lancar – Pembayaran sering agak terlambatPerbaikan prosedur penarikan termijn internalMengingatkan jadwal jatuh tempo dengan surat ke Pemilik proyek  
45 – 6015 – 30Kurang lancar – Pengakuan sering agak terlambatPerbaikan prosedur penyiapan dokumen untuk pengakuan dengan checklistPerbaikan prosedur pengakuan dengan Pemilik proyek dengan target waktu yang jelas  
45 – 60>30Kurang lancar – Pembayaran sering agak terlambatPerbaikan prosedur penarikan termijn internalMengingatkan jadwal jatuh tempo dengan surat ke Pemilik proyekKlaim bunga bank dan slow down  
>6015 – 30Tidak lancar – Pengakuan sering terlambatPerbaikan prosedur penyiapan dokumen untuk pengakuan dengan checklistMenambah personil untuk penyiapan dokumen pengakuanPemenuhan segala persyaratan pengakuan sepanjang sesuai ketentuan kontrakMenambah personil untuk penyiapan dokumen pengakuanPerbaikan prosedur pengakuan dengan Pemilik proyek dengan target waktu yang jelas  
>60>30Tidak lancar – Pembayaran sering terlambatNegosiasi ulang prosedur dan jadwal pengakuan dengan Pemilik proyekPerbaikan prosedur pengakuan dengan Pemilik proyek dengan target waktu yang jelasPerbaikan prosedur penarikan termijn internalMengingatkan jadwal jatuh tempo dengan surat ke Pemilik proyekKlaim bunga bank dan slow downNegosiasi ulang term of payment dengan Pemilik proyekPenghentian pelaksanaan proyek (termination by contractor)  

*) Jika term of payment pada kontrak menghasilkan CRTO  45 hari (normal). Jika > 45 hari, maka strategi tindakan harus disesuaikan

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code