Proses Perencanaan manajemen biaya bagi Kontraktor pada dasarnya hampir sama dengan standar PMBOK 5th Edition,  namun dengan beberapa tambahan atau perubahan atau penyesuaian. Terdapat cukup banyak perbedaan pada elemen masukan, alat dan teknik, serta keluaran pada proses ini bagi kontraktor, yaitu :

  • Dokumen lelang/kontrak – Dokumen-dokumen lelang dari pemilik proyek berisi target biaya, mutu, dan waktu untuk di-review oleh kontraktor. Dapat terjadi perubahan apabila hasil review kontraktor diterima oleh pemilik proyek yang kemudian akan menjadi bagian dari rencana manajemen proyek. Isi dokumen lelang antara lain :
  • Deskripsi lingkup pekerjaan – WBS dalam bentuk bill of quantity (BoQ) tanpa harga dan gambar for tender termasuk perubahannya.
  • Draft kontrak pelaksanaan proyek –  Berupa ketentuan umum (general condition) dan ketentuan khusus (particular condition).
  • Ketentuan syarat kualitas hasil – Berupa dokumen rencana kerja dan syarat (RKS).
  • Informasi target biaya pelaksanaan proyek – Disebut juga Owner’s estimate (OE) yang disampaikan pada rapat penjelasan lelang.
  • Informasi target waktu pelaksanaan proyek – Terdapat pada risalah rapat lelang atau ketentuan khusus pada draft kontrak.
  • Informasi situasi eksisting area proyek – Disampaikan dalam rapat penjelasan lelang di lapangan.
  • Informasi tambahan lainnya – Seperti ketentuan term of payment, dan lainnya.
  • Aset-aset proses organisasi – Prosedur manajemen biaya kontraktor akan fokus dalam mencapai target keuntungan operasi. Aset-aset proses ini relatif lebih ketat namun tetap praktis untuk memenuhi tuntutan hasil yang akurat dan cepat serta pengendalian biaya yang handal.
  • Faktor lingkungan usaha – Tambahan faktor lingkungan usaha adalah faktor pemilik proyek seperti budaya organisasi, kondisi keuangan, dan tingkat profitabilitas bisnis, yang dianggap sangat mempengaruhi pengelolaan biaya dan kelancaran pendanaan kontraktor. Di samping itu, faktor budaya organisasi kontraktor yang dituntut untuk peduli terhadap administrasi kontrak, memperhatikan proses dan detil, serta lebih inovatif.
  • Project charterProject charter tidak menjadi masukan bagi kontraktor pada tahap proses lelang. Namun akan diperlukan pada tahap perencanaan biaya dalam bentuk SPK.
  • Pendapat ahli – Pemilik proyek cenderung menggunakan konsultan QS, sedangkan kontraktor umumnya menggunakan estimator internal.
  • Teknik-teknik analitis – Kontraktor mengembangkan opsi metode pelaksanaan, opsi pemilihan variasi produsen, dan opsi term of payment serta opsi perubahan disain untuk mendapatkan harga paling kompetitif dan waktu pelaksanaan paling cepat dengan persyaratan mutu yang sesuai kontrak. Dilakukan simulasi-simulasi perhitungan analitis untuk mendapatkan opsi terbaik.

Secara garis besar, proses perencanaan biaya oleh kontraktor dalam bentuk flow chart disajikan pada Gambar berikut ini.

Flow Chart Perencanaan Biaya Oleh Kontraktor

Adapun contoh hasil perencanaan manajemen biaya berdasarkan PMBOK 5th Edition bagi kontraktor ditampilkan pada Tabel di bawah ini :

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code