Manajemen biaya proyek bagi kontraktor dapat mengacu pada PMBOK 5th Edition yang pada dasarnya diperuntukkan bagi pemilik proyek namun dengan beberapa penyesuaian. Perbedaan yang nyata bagi kontraktor dalam hal mengelola biaya adalah bahwa kontraktor mengelola biaya secara lebih terperinci hingga pada level biaya sumber daya. Hal ini berbeda dengan pengelolaan biaya oleh pemilik yang mengelola biaya pada level paket pekerjaan / work package. Kontrakor juga mengelola biaya dengan pendekatan cash flow (cash-in dan cash-out) proyek yang lebih ketat yang berbeda dengan pemilik proyek yang cenderung pada cash out. Terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan perbedaan manajemen biaya proyek bagi pemilik proyek dengan kontraktor, yaitu :

Tujuan – Dalam konteks pengelolaan biaya proyek, kontraktor bertujuan untuk mendapatkan dan menjaga keuntungan. Sedangkan pemilik proyek bertujuan untuk menjaga anggaran biaya proyek agar tidak menyimpang terhadap rencana (cost baseline).

Dampak penyimpangan – Penyimpangan biaya tertentu atas biaya konstruksi akan berdampak jauh lebih signifikan bagi kontraktor dari pada pemilik proyek. Hal ini karena porsi biaya konstruksi, umumnya berkisar 30-50% terhadap total project life cycle cost. Penyimpangan biaya bagi kontraktor lebih sensitif dari pada pemilik. Perbedaan dampak menyebabkan proses perencanaan dan pengendalian biaya bagi kontraktor akan lebih rinci dan hati-hati.

Fase atau tahap proyek – Kontraktor umumnya hanya terlibat pada satu atau beberapa fase proyek. Sedangkan pemilik proyek akan mengelola seluruh fase sepanjang proyek. Hal ini juga yang menyebabkan pengelolaan biaya oleh kontraktor akan lebih rinci.

Durasi – Kontraktor mengelola proyek dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan pemilik proyek. Sehingga dampak tingkat inflasi dan cost of fund bagi kontraktor akan lebih kecil dibandingkan dengan pemilik proyek.

Tingkat Kompetisi – Kontraktor menghadapi tingkat kompetisi lebih tinggi dibandingkan dengan pemilik proyek. Hal ini menyebabkan tingkat margin kontraktor yang lebih kecil dibandingkan dengan pemilik proyek.

Kontrak atau Perjanjian – Adanya kontrak membuat kontraktor memiliki ruang gerak yang terbatas dalam melakukan perubahan. Hal ini karena harus perubahan yang diinisiasi oleh kontraktor harus mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek. Kontrak juga memindahkan sebagian risiko kepada kontraktor yang harus dikelola secara hati-hati.

Perbedaan-perbedaan di atas, menyebabkan terdapat perbedaan pada tiap proses manajemen biaya kontraktor dibandingkan dengan pemilik proyek. Manajemen biaya bagi kontraktor, cenderung berorientasi pada keuntungan pelaksanaan operasi dimana dituntut untuk lebih rinci dan hati-hati. Sedangkan manajemen biaya bagi pemilik, cenderung berorientasi rencana biaya yang efisien dan terkendali dimana dituntut untuk lebih stratejik dalam mencapai tujuan organisasi.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

2 thoughts on “Faktor Perbedaan Manajemen Biaya Kontraktor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code