Proses pengurutan aktivitas merupakan proses yang mengidentifikasi hubungan antar aktivitas proyek untuk menentukan sekuensi logis paling efisien atas semua kendala proyek. Tiap aktivitas harus ditentukan hubungan ketergantungannya dengan satu atau lebih aktivitas yang lain. Proses ini direkomendasikan dirinci menjadi beberapa kegiatan seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini :

Rekomendasi Kegiatan-kegiatan Proses Pengurutan Aktivitas

Adapun penjelasan kegiatan-kegiatan yang merupakan rincian proses pengurutan aktivitas yang terdapat pada Tabel di atas adalah sebagai berikut :

Penentuan jenis hubungan logis – Kegiatan yang mengurutkan tiap aktivitas pada suatu elemen WBS dalam hubungan logis dengan menggunakan alat PDM. Penjelasan rinci mengenai metode ini disampaikan pada artikel “Metode Penentuan Hubungan Logis Antar Aktivitas”

Penentuan leads and lags – Leads adalah sejumlah waktu antara suatu aktivitas dapat lebih dulu dikerjakan atas kondisi idealnya. Lags adalah sejumlah waktu antara suatu aktivitas dapat mundur dikerjakan dari kondisi idealnya. Leads dan lags dilakukan untuk mengoptimasi jadwal dengan memperhatikan hubungan logis dan perkiraan telah selesainya sebagian dari aktivitas sebelumnya dimana secara teknis aktivitas berikutnya dapat segera dimulai. Umumnya dilakukan pada aktivitas sebelumnya dengan volume pekerjaan berulang yang cukup besar dimana tidak dapat diselesaikan dalam satu hari.

Contoh pada pekerjaan pile cap dimana dalam satu zone terdiri atas beberapa pile cap. Aktivitas galian tanah pile cap pertama dapat langsung dilakukan aktivitas pemadatan tanah tanpa perlu menunggu selesainya seluruh pekerjaan galian tanah pada seluruh pile cap dalam satu zone. Tabel berikut menjelaskan contoh ini.

Contoh Daftar Aktivitas, Hubungan Logis, Leads dan Lags

Mengintegrasikan hubungan aktivitas-aktivitas antar elemen WBS – Kegiatan ini merupakan kegiatan yang menghubungan aktivitas-aktivitas tertentu pada satu atau lebih elemen WBS lain yang memiliki hubungan logis tertentu.Aktivitas-aktivitas pada elemen WBS yang berbeda harus diintegrasikan hubungannya untuk mendapatkan urutan aktivitas-aktivitas jadwal yang komprehensif dan sesuai dengan bentuk ketergantungannya dan rencana pelaksanaan proyek. Kegiatan ini menjadi kunci terbentuknya jalur kritis yang sesuai dengan rencana pelaksanaan proyek yang penting dalam pengelolaan jadwal proyek.

Pembuatan diagram jaringan jadwal proyek – Kegiatan ini merupakan kegiatan yang memetakan seluruh aktivitas dalam proyek, hubungan logis, leads dan lags secara grafis dengan metodologi PDM. Dapat dilakukan secara manual namun umumnya dengan bantuan software manajemen proyek terutama pada proyek yang kompleks. Termasuk pada kegiatan ini adalah melakukan pengecekan keterhubungan dan tingkat logis hubungan antar aktifitas secara keseluruhan yang terbentuk pada diagram jaringan jadwal.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code