Concorde merupakan legenda pesawat supersonik sayap delta yang sangat terkenal yang merupakan satu dari dua jenis pesawat penumpang supersonik yang pernah melayani jalur transportasi secara komersial. Nama Concorde berarti “harmoni” atau “kesatuan”. Nama ini dipilih untuk menunjukkan kerjasama Perancis dan Inggris dalam proyek tersebut. Bagaimana ceritanya ?

Pesawat Concorde Saat Parkir

Tujuan Sangat Prestisius

Tujuan dari proyek ini adalah untuk menciptakan pesawat komersil yang memiliki kecepatan diatas kecepatan suara. Dengan adanya pesawat yang memiliki kecepatan diatas kecepatan suara diharapkan mempersingkat waktu tempuh untuk perjalanan jauh. Pada saat itu, memang terjadi perlombaan pembuatan pesawat dalam hal kecepatannya.

Saat itu, Concorde hanya butuh waktu 3 jam 32 menit untuk sampai di Washington dari Paris dimana sebelumnya butuh hingga 9-11 jam. Jika kecepatan suara adalah 343 m/s, maka kecepatan 2,04 Mach berarti 700 m/s. Kecepatan ini bahkan jauh lebih cepat dan hampir 2 kali lebih cepat dari kecepatan peluru senapan mesiu yang berkisar 120 m/s – 370 m/s. Sungguh fantastis…

Biaya Pengembangan yang Sangat Mahal

Pengembangan pesawat supersonik dilakukan pertama kali pada akhir 1950-an. Ada empat negara yang terlibat yaitu Britania Raya (Inggris), Prancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet (sekarang Rusia). Perusahaan maskapai Bristol Aeroplane Company dari Inggris dan perusahaan asal Prancis Sud Aviation – yang kemudian berubah menjadi Aerospatiale membuat desain pesawat supersonik masing-masing yaitu Bristol Type 223 dan Sud-Aviation Super Caravelle.

Kedua desain tersebut memulai produksi prototipenya pada awal 1960-an. Setelah menempuh negosiasi yang cukup alot, akhirnya diputuskan bahwa Inggris dan Prancis akan serius menggarap pesawat supersonik ini pada 28 November 1962. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi pesawat ini yang disampaikan pada tahun 1962 adalah sebesar ₤150 juta – ₤170 juta. Namun biaya tersebut membengkak 7 kali lipat hingga ₤1,3 miliar (Rp. 25,2 triliun).

Setidaknya ada 16 pesawat Concorde yang diproduksi massal antara tahun 1966 dan 1979 oleh Sud Aviation Prancis dan ristole Aeroplane Company Inggris. Namun hanya tujuh dari ke-16 pesawat itu dikirim ke British Airways dan Air France yang mampu membeli disamping ada masalah keluhan atas kebisingan yang ditimbulkannya yang menyebabkan banyak pembatalan. Akibatnya biaya pengembangan per unit menjadi sangat mahal dan sulit untuk ditutupi. Akhirnya sisa biaya itu ditutup oleh pemerintah Inggris dan Perancis.

Concorde Saat Take-Off

Spesifikasi yang Jauh di Atas Kemajuan Engineering

Kecepatan jelajah Mach 2.04 (1.354 mph, 2.179 km per jam) dipilih karena kecepatan asli Mach 2.5 akan membutuhkan pembangunan Concrode dari titanium dalam jumlah yang sangat besar. Kecepatan jelajah Mach 2.04 dinilai cukup baik karena dapat menghemat bahan bakar karena memungkinkan Concorde membakar 4.880 gal (22.000 liter) per jam. Mesin turbojet dipilih karena mesin turbofan memiliki banyak hambatan. Tekanan kabin disetel setara dengan 6.000 kaki (1.800 m) untuk kenyamanan penumpang maksimum. Pesawat dibalut cat warna putih yang tahan panas. Bahkan pada bagian toilet, dirancang khusus dengan pipa yang sudah dipanaskan untuk menjaga agar air limbah tidak membeku saat dibuang ke laut.

Lalu bagian hidung pesawat dirancang seperti paruh burung dan ini merupakan ciri khas dari pesawat supersonik Concorde untuk meningkatkan pandangan pilot. Pilot dilindungi oleh pelindung khusus dengan panel kaca tahan suhu tinggi setebal 1,5 inci. Ketinggian pesawat saat mengudara juga membuat penumpang bisa melihat lengkung horizon permukaan Bumi dari atas. Teknologi kokpit analog pun aslinya sangat canggih untuk ukuran saat itu.

Tampak Kokpit Concorde

Ujicoba & Operasi yang “Terlihat Lancar”

Sud Aviation Prancis memulai uji coba pertama Concorde 001 pada 2 Maret 1969 yang dikemudikan oleh Pilot Andre Turcat. Sebulan kemudian, Concorde 002 yang dirancang Bristole Aeroplane Company Inggris diuji coba pada 9 April 1969. Kedua prototipe pesawat supersonik itu pertama kali diperkenalkan ke publik saat acara Paris Air Show awal bulan Juni 1969. Penerbangan komersial yang dioperasikan oleh British Airways dan Air France dimulai pada 21 Januari 1976 dan berakhir pada 24 Oktober 2003, dengan penerbangan terakhir pada 26 November tahun yang sama. Sebagai informasi mengenai harga tiket, untuk rute New York – London adalah $8000 – $10.000 atau setara dengan Rp. 115 – 145 juta. Harga tiket ini lebih mahal 30 kali dari harga tiket termurah untuk rute yang sama.

Selama berkiprah di dunia penerbangan, Concorde sudah mengangkut 3,7 juta penumpang dan jam terbangnya sudah lebih dari 200 ribu jam. Pesawat ini mampu membawa 144 penumpang dengan kecepatan 2.200 km/jam pada ketinggian 17.700 m. Perusahaan penerbangan awalnya tetap meraup keuntungan karena banyak penumpang yang bersedia membayar sangat mahal untuk penerbangan yang sangat prestise ini. Namun seiring waktu, biaya operasi meningkat tinggi, dan menaikkan harga sudah tidak memungkinkan. Bahkan harus disediakan cadangan satu pesawat di bandara sebagai antisipasi jika ada masalah. Namun demi menjaga prestise atas pesawat yang dicintai masyarakat ini, pesawat ini tetap dioperasikan walaupun dengan kerugian yang tidak sedikit. Gengsi pengoperasian Concorde dan beberapa faktor lain, menjadi gimmick iklan bagi perusahaan penerbangan.

Akhirnya pemicu datang, terjadi kecelakaan fatal yang menewaskan seluruh penumpang pesawat Concorde Air France 4590 pada 25 Juli 2000 di Genonesse Perancis. Akibatnya seluruh penerbangan Concorde ditunda hingga penyelidikan usai pada November 2001. Concorde kemudian kembali mengudara dengan beberapa perbaikan yang memakan biaya tidak sedikit. Namun konsumen menyadari pesawat ini begitu rentan. Ditambah kejadian 9/11 pada 2001 yang membuat industri penerbangan mengalami penurunan, maka penjualan Concorde jatuh semakin dalam di tengah peningkatan biaya operasional.

Kecelakaan Concorde Saat Take-Off 25 Juli 2000

Air France dan British Airways akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasi pesawat ini. Penerbangan Air France Concorde distop pada tanggal 31 Mei 2003 dan British Aiways berakhir pada tanggal 24 Oktober 2003. Penerbangan terakhir Concorde akhirnya dilakukan pada 26 November 2003 dari London Heathrow ke Filton dan akhirnya mengakhiri era penerbangan supersonik.

Pelajaran Mahal

Concorde awalnya dianggap sebuah teknologi yang mutakhir karena merupakan pesawat komersil pertama yang bisa melebihi kecepatan suara. Akan tetapi selama proses pengembangan, produksi dan operasional, Concorde menghadapi berbagai masalah. Perusahaan penerbangan yang berusaha mengoperasikan pesawat ini dengan biaya kerugian yang tinggi karena alasan gengsi dan gimmick iklan akhirnya harus mengakui prinsip utama atas kelayakan ekonomis, finansial, dan teknis yang harus dipertimbangkan. Jika tidak, maka pilihannya perusahaan itu yang akan tenggelam. Berikut ini adalah resume atas lesson learned mahal atas proyek pesawat Concorde, yaitu :

  • Biaya pengembangan yang meningkat tajam – Peningkatan biaya pengembangan hingga 6-7 kali dari rencana awal dan pembatalan pembelian menyebabkan biaya pengembangan per pesawat menjadi sangat mahal. Agar ekonomis dan layak secara finansial, biaya pengembangan harusnya sesuai target awal.
  • Sonic Boom yang tidak terpecahkan – Dengan melewati kecepatan suara maka efek samping yang ditimbulkan oleh Concorde adalah sonic boom. Karena hal ini banyak pihak yang tidak setuju dengan proyek ini dan pada akhirmya walaupun disetujui rute penerbangan Concorde menjadi terbatas untuk memaksimalkan kecepatannya Concorde harus memilih rute yang melewati samudera. Belum tersedianya teknologi yang mengatasi sonic boom, membuat tujuan kecepatan menjadi kurang tercapai dan membatasi minat perusahaan penerbangan.
Sonic Boom Saat Melewati Kecepatan Suara
  • Suara Mesin Concorde Melebihi Batas Aman – Untuk mencapai kecepatan suara tentunya diperlukan mesin yang memiliki kekuatan yang tinggi. Efek samping dari hal tersebut adalah suara yang dihasilkan memiliki intensitas yang tinggi hingga mencapai 112 dB. Hal ini menyebabkan banyak Bandar Udara yang menolak Concorde untuk beroperasional. Penolakan ini berdampak pada terbatasnya pasar yang akhirnya menurunkan pendapatan.
  • Konsumsi Bahan Bakar Concorde yang Relatif Boros Pada penjualannya Concorde tidak sukses hal ini diakibatkan pada saat penjualan Concorde sedang terjadi krisis minyak secara global. Hal ini tentunya berdampak fatal karena konsumsi bahan bakar Concorde yang relatif boros.
  • Kehandalan pesawat yang rentan – Kecelakaan pesawat ini pada 25 Juli 2000 menyadarkan banyak pihak atas rentannya pesawat ini yang menimbulkan kekhawatiran tinggi dan berujung pada penurunan jumlah penumpang.

Proyek investasi ini walaupun merupakan kemajuan engineering yang menakjubkan, namun itu belumlah cukup dimana akhirnya mengalami kegagalan terutama dari kelayakan aspek teknis, market, dan keuangan. Sebagai pembelajaran yang penting, dapat disimpulkan bahwa berbagai permasalahan teknis seperti sonic boom, tingkat kebisingan yang melebihi batas, dan tingkat konsumsi bahan bakar yang tidak efisien, dan kehandalan design pesawat harusnya menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi pesawat supersonik ini sebelum digunakan.

Concorde Saat Ini

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

One thought on “Untold Story of Concorde : A Very Expensive Ads Gimmick”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code