Euro Tunnel adalah bangunan terowongan yang terkenal di dunia yang menghubungkan negara Inggris dan Perancis dan menjadi 7 keajaiban konstruksi modern Terowongan yang mejadi kebanggaan negara Inggris dan Perancis ini juga merupakan terowongan terpanjang kedua dunia dengan panjang keseluruhan 50,45 km setelah terowongan Seikan di Jepang. Proyek ini merupakan salah satu proyek konstruksi terbesar yang didanai oleh swasta yang melibatkan dua negara yaitu Inggris dan Perancis.

Potongan Melintang Eurotunnel

Ide membangun terowongan bawah laut antar pulau ini sebenarnya sudah dimulai pada masa Napoleon (abad ke 19). Berikut adalah ringkasan kronologis sejarah pembangunan terowongan antar pulau:

  • Tahun 1802 : Napoleon mengusulkan ide untuk membuat tunnel yang melintas samudera Atlantik dan laut utara
  • Tahun 1973 : Penandatanganan perjanjian oleh Presiden Perancis Georges Pompidou dan PM Inggris Edward Heath mengenai pembangunan tunnel kembar kereta api di English Channel
  • Tahun 1980 : Penelitian kemungkinan dibangunnya jalur prmanen melalui English Tunnel yang berupa jembatan atau tunnel yang akan didanani oleh sektor swasta
  • Tahun 1984 : Arranging banks (3 bank Perancis dan 2 bank Inggris) mempresentasikan kepada kedua pemerintahan tentang rencana pembangunan prasarana transportasi di English Channel
  • Tahun 1985 : Pengajuan 10 proposal dan terindentifikasi 4 yang terbaik yaitu Euro Route, CTG-M Eurotunnel system, Eurobridge, dan Channel Expressway. Lalu terpilih Eurotunnel System

Disain dan konstruksi proyek ini membutuhkan penggunaan teknologi baru dan modifikasi yang signifikan selama pelaksanaan akibat kondisi yang tidak diharapkan dan perubahan-perubahan yang disyaratkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Disain terowongan ini dapat dilihat pada Gambar di bawah. Adapun design sistem pada Eurotunnel ini adalah sebagai berikut:

  • Dua tunnel ukuran besar dilengkapi rel dengan diameter 7,6 m dan jarak antara kedua tunnel 30 m. Diantaranya terdapat tunnel kecil berdiameter 4,8m yang dirancang untuk sistem pengendalian dan servis. Tunnel terletak 45 m di bawah dasar laut.
  • Terdapat sambungan melintang antara kedua rail tunnel dengan service tunnel di tengah pada tiap jarak 375 m
  • Dua terminal yang letaknya di Folkestone dekat Dover Inggris dan satu lagi di Coqulles dekat Calais Perancis
  • Kendaraan-kendaraan untuk mengangkut penumpang dan barang yang letaknya di antara terminal-terminal.
  • Stasiun-stasiun tempat pengangkutan yang berada di terminal Perancis dan di Ashford dekat Folkestone Inggris
  • Dihubungkan dengan jalan-jalan dan fasilitas rel
Design Euro Tunnel
Gambar Potongan Terowongan Euro Tunnel

Proyek ini adalah proyek prestisius yang bertujuan untuk menghubungkan daratan Eropa dengan Inggris yang akan menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memiliki kapasitas angkut besar dengan waktu tempuh yang relatif cepat sebagai akibat ditetapkannya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) pada tahun 1956. Harapan lebih lanjut adalah peningkatan GDP negara-negara Eropa.

Pada tahap pengadaan, terjadi masalah fatal dimana durasi pengadaan yang dianggap terlalu singkat untuk proyek seperti ini. Durasi yang diberikan untuk membuat proposal penawaran bagi pihak penawar dinilai terlalu singkat. Tender dibuka pada April 1985 dengan batas pemasukan pada bulan Oktober 1985 yang berarti hanya tersedia waktu hanya kurang dari tujuh bulan untuk membuat proposal suatu megaproject yang sangat kompleks. Di sisi lain, pemerintah menargetkan waktu hanya tiga bulan untuk mempelajari dan mengevaluasi proposal yang masuk dimana pengumuman pemenang dilakukan pada Januari 1986. Banyak pihak menilai terlalu cepatnya proses pengadaan ini sangat berisiko untuk megaproject Euro Tunnel.

Proses Pelaksanaan Proyek Euro Tunnel

Perencanaan proyek yang terkesan sangat buru-buru ini, menghasilkan masalah lain pada aspek disain enjineering. Banyak perencanaan disain enjiniring penting yang terlewatkan. Beberapa diantaranya adalah :

  • Tidak diperhatikannya dampak panas yang dihasilkan oleh high speed train. Panas ini terjadi akibat gesekan udara dalam terowongan. Sebagai konsekuensinya adalah penambahan sistem ventilasi dan AC untuk mengatasi panas tersebut dengan biaya yang luar biasa.
  • Terjadi keterlambatan disain akibat perbedaan standar antara Inggris dan Perancis, dan permasalahan lainnya.

Eurotunnel mulai dikerjakan pada bulan Agustus 1986. Proyek ini dikerjakan selama 7 tahun. Kontraktor yang mengerjakan proyek ini adalah konsorsium Transmanche Link yang merupakan gabungan masing-masing 5 kontraktor inggris dan Perancis. Pada proyek ini dilibatkan hampir 15.000 engineer, teknisi, dan pekerja. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk 15.000 personil adalah 3 juta poundsterling. Alat utama dalam pengerjaan proyek ini adalah Tunnel Boring Machines / TBM (lihat Gambar di bawah). Terdapat 11 TBM yang digunakan yaitu 6 dari sisi Inggris (3 dibawah air dan 3 dibawah tanah) dan 5 dari sisi Perancis ( 3 dibawah laut dan 2 dibawah tanah). Desain TBM ini dianggap unik karena menggunakan teknologi yang dikombinasi sehingga dapat digunakan pada kondisi tanah yang halus di bawah air maupun kondisi batuan yang keras.

Tunnel Boring Machine Raksasa
Proses Pelaksanaan Terowongan

Investor maupun operatornya terowongan Eropa yang bekerja dengan pola BOOT (Build-Own-Operate-Transfer) diinformasikan mengalami kerugian besar dan mendekati kebangkrutan akibat proyeksi kemanfaatan (penggunaan) dari lalu lintas terowongan tidak seperti yang diharapkan bahkan berbeda sangat jauh (lihat Gambar di bawah). Terowongan tersebut beberapa kali ditutup, akibat seringnya terjadi kebakaran di dalam terowongan.

Perbedaan antara Proyeksi Dengan Aktual Jumlah Penumpang (Srivatsav)

Rencana biaya pembangunan saja awalnya adalah 2,8 miliar Pounsterling. Dimana masa konsesi diberikan hingga 29 Juli 2042. Biaya total termasuk korporasi, provisi, financing adalah 4,8 miliar Pounsterling. Dalam rencana makronya, dianggarankan biaya 6,0 miliar Pounsterling untuk mengantisipasi jika terjadi kerugian dan kenaikan harga. Sejumlah biaya tersebut dibiayai dengan modal sebesar 1 miliar pounsterling dan pinjaman sebesar 5 miliar pounsterling oleh sindikasi 40 bank dengan jangka waktu pinjaman adalah 7 tahun. Skema pembayaran dilakukan berdasarkan cash flow dimana periode pembayaran selama 18 tahun sejak kesepakatan pemberian pinjaman ditandatangani. Namun biaya proyek membengkak hingga lebih dari 10 miliar pounsterling atau terjadi cost overrun sekitar 70%. Pada beberapa referensi lain menyebut hingga 80% bahkan 100%.

Tampak Suasana Dalam Eurotunnel

Dalam perkembangannya, terowongan Eropa tidak memberikan manfaat ekonomi yang berarti secara regional, terutama bagi perekonomian Inggris sendiri. Media Inggris bahkan menuliskan bahwa kondisi Inggris akan jauh lebih baik apabila Euro Tunnel tidak pernah dibangun. Proyek investasi Euro Tunnel telah mengalami kegagalan terutama dari kelayakan aspek pasar dan finansial. Sebagai pembelajaran yang penting, dapat disimpulkan tiga hal penyebab kegagalan atas proyek investasi ini, yaitu :

  • Durasi proses pengadaan dan design yang terlalu singkat – Durasi proses pengadaan selama enam bulan untuk proyek skala mega project yang sangat kompleks seperti Euro Tunnel sangatlah singkat. Pemerintah juga hanya punya waktu hanya tiga bulan untuk evaluasi proposal. Dampak lainnya adalah design yang tidak sempurna yang memicu penambahan biaya yang besar.
  • Lemahnya akurasi perhitungan biaya investasi – Kasus proyek Euro Tunnel menunjukkan bahwa dalam mendisain dan menghitung biaya investasi, harus diupayakan semaksimal mungkin cakupan lingkup proyek telah lengkap, spesifikasi yang telah definitif, dan risiko atas ketidakpastian telah dimitigasi dengan baik. Biaya semula 6 miliar pounsterling termasuk cadangan, meningkat tinggi menjadi lebih dari 10 miliar pounsterling
  • Kesalahan proyeksi volume penggunaan tunnel Penggunaan Euro Tunnel menunjukkan kejutan dalam hal jumlah volume pengguna aktual terhadap proyeksi awal. Perbedaan yang sangat signifikan ini menjadi pelajaran pentingnya akurasi dalam memproyeksikan pasar. Aspek persaingan dengan operator ferry menjadi salah satu penyebab lemahnya revenue tunnel ini. Dimana saat awal dibuka, perhitungan market cukup baik namun karena harga yang kompetitif dibandingkan dengan biaya penyeberangan via Ferry, tentu saja dengan tarif yang lebih rendah. Selanjutnya tingkat pertumbuhan dianggap overestimate. Kombinasi antara tarif yang lebih rendah dari yang seharusnya dan tingkat pertumbuhan yang jauh lebih rendah, menyebabkan rendahnya pendapatan tunnel ini.
Perancis – Inggris, Pakai Ferry atau Eurotunnel ?

Kegagalan proyek investasi skala mega project dimana terjadi pembengkakan biaya 70%-100% dan diiringi dengan rendahnya pendapatan akibat tarif yang rendah dan total market yang rendah, tentu saja menyebabkan kerugian yang sangat mahal. Ini harus jadi pelajaran dalam pembangunan proyek infrastruktur yang kompleks skala mega project yang harus dilakukan dengan teliti, hati-hati dan dengan kajian / riset yang mendalam serta tidak boleh buru-buru lagi. Tentu kerugian besar tidak sebanding dengan buru-buru ingin cepat, walaupun menjadi salah satu dari 7 keajaiban konstruksi modern.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code