Teknologi dan Instalasi

Proses produksi, instalasi, dan bangunan penunjang sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berdampak pada tersedianya berbagai alternatif pilihan teknologi proses dengan segala kelebihan dan kekurangan atau risikonya. Pemilihan suatu jenis teknologi produksi akan menentukan denah, peralatan yang diperlukan, bangunan dan fasilitas penunjang.

Instalasi Precast PP Urban

Denah instalasi sangat tergantung pada jenis teknologi yang telah ditentukan. Denah instalasi harus direncanakan sebaik mungkin untuk tujuan produktifitas dan efisiensi proses produksi. Perencanaan denah instalasi secara garis besar adalah proses menetapkan letak berbagai fasilitas produksi dan hubungan antar fasilitas tersebut. Terdapat beberapa bagian utama instalasi produksi yaitu area penampungan dan penyimpanan, area peralatan produksi, dan area penanganan material. Contoh instalasi produksi dapat dilihat pada Gambar di bawah ini

Instalasi Tipikal Thermal Powerplant

Perencanaan denah instalasi harus mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya yang pokok adalah produktifitas proses produksi, penghematan instalasi, kemungkinan bencana alam dan kebakaran, keselamatan pekerja, kemungkinan pengembangan, dan kemudahan kontrol proses produksi. Bangunan penunjang merupakan bangunan yang diperlukan dan berfungsi sebagai penunjang proses produksi. Bangunan ini dapat berupa bangunan kantor administrasi, workshop, pos jaga, pagar proyek, jalan akses, gudang penyimpanan material, dan bangunan lainnya.

Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi berarti batas kemampuan instalasi produksi untuk menghasilkan produk atau barang atau manfaat. Perlu dipahami bahwa semakin besar kapasitas produksi akan semakin kecil biaya produksi, demikian sebaliknya. Namun semakin besar kapasitas produksi akan meningkatkan biaya investasi dan menaikkan risiko penyerapan pasar.

Pemilihan kapasitas produksi juga akan menentukan ukuran peralatan utama yang akan digunakan. Khusus di Indonesia dengan kondisi infrastruktur yang kurang memadai, pemilihan mesin produksi harus mempertimbangkan kelayakan infrastruktur untuk dilewati oleh mesin produksi yang umumnya berukuran besar seperti yang terjadi pada proyek pembangkit listrik yang menggunakan turbin dan engine berukuran sangat besar. Pada area dengan keterbatasan infrastruktur, dapat digunakan mesin berkapasitas kecil dengan jumlah yang lebih banyak untuk mencapai kapasitas plant.

Terdapat dua jenis kapasitas produksi, yaitu kapasitas disain dan kapasitas pakai. Kapasitas disain merupakan kapasitas yang berdasarkan disain perencanaan yang dapat berupa keluaran maksimal yang dapat dihasilkan oleh suatu instalasi produksi. Sedangkan kapasitas pakai adalah kapasitas disain yang telah terfaktor oleh berbagai hal yang mempengaruhi pencapaian kapasitas maksimum. Contoh faktor koreksi pada suatu pembangkit listrik antara lain, kualitas bahan bakar, kualitas dan jadwal pemeliharaan, kondisi atau umur pembangkit, kondisi suhu lingkungan yang mempengaruhi kinerja mesin, dan lain-lain.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code