Pengertian dan Tujuan

Kelayakan finansial atau Financial feasibility study (FS) merupakan analisis yang menjadi perhatian bagi investor dalam mengambil keputusan pelaksanaan proyek. Walaupun idealnya harus melakukan analisis kelayakan selanjutnya seperti kelayakan lingkungan, dan kelayakan pendanaan, namun kelayakan finansial sama halnya dengan kelayakan pasar, akan menjadi hold point atas keputusan “Go” or “Not Go” suatu proposal investasi proyek. Hal ini beralasan mengingat tindakan investasi pada dasarnya berasal dari tujuan utama suatu usaha yaitu meningkatkan kekayaan dan keuntungan perusahaan.

Ketidak-akuratan dalam melakukan analisis ini akan berdampak serius bagi kelangsungan proyek atau kerugian perusahaan sehingga menyimpang dari tujuan usaha atau bisnis. Sedemikian analisis ini haruslah dilakukan dengan cermat dan teliti. Setiap detil asumsi seringkali memerlukan kajian khusus dalam rangka mendapatkan suatu asumsi atas suatu variabel hitung. Keseluruhan tuntutan di atas menyebabkan proses analisis ini membutuhkan waktu yang relatif lama.

Perhitungan biaya modal (Cost of Capital) pada fase analisis kelayakan (Feasibility Study) akan memiliki tingkat akurasi yang tertentu yang terkait dengan tingkat definitifnya proyek. Mengacu pada AACE No. 18R-97 seperti pada Tabel 2.9, tingkat akurasi perhitungan biaya pada rentang akurasi terbaik adalah -15% hingga +20%. Terlihat peluang pembengkakan biaya masih cukup tinggi hingga 20%. Rentang akurasi akan semakin membaik apabila proyek lebih definitif saat dilakukan perhitungan. Sehingga penting untuk mendetailkan disain proyek yang bersifat pareto untuk mendapatkan tingkat akurasi yang lebih baik.

Klasifikasi Estimasi Biaya Kapital Berdasarkan AACE No. 18R-97

Indikator Kelayakan Finansial

Kriteria pemilihan terbagi atas dua kelompok, yaitu kelompok yang tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang (payback period, Return on Investment) dan kelompok yang memperhitungkan nilai uang (NPV, IRR, IP, dan BCR). Kelompok pertama lebih cocok dilakukan pada proyek sederhana dengan waktu pendek sedemikian dampak waktu atas uang tidak terlalu besar. Sedangkan kelompok kedua lebih cocok untuk proyek skala menengah hingga besar dimana pengaruh waktu atas uang cukup signifikan. Parameter NPV lebih diperhatikan untuk tujuan peningkatan aset perusahaan.

Dalam menentukan kelayakan finansial, seringkali dijumpai hasil analisis paramater finansial yang berbeda arti. Sebagai contoh adalah nilai NPV atau IRR yang positif dan cukup besar, namun durasi payback period sangat lama. Situasi ini membuat perlunya metode penilaian secara merit atas semua parameter keuangan yang dihitung.

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code