Gas engine power plant sebenarnya lebih sederhana ketimbang jenis power plant lainnya, apalagi PLTU. Namun dibalik lingkupnya pekerjaannya yang terlihat lebih sederhana, ternyata menyimpan risiko yang sangat besar. Apa saja?

Again it’s about lesson learn. Tentu karena lemahnya aplikasi manajemen risiko dan memang jenis proyek ini masih tergolong baru di Indonesia. Sehingga layak untuk dituliskan, agar pada pekerjaan proyek yang serupa tidak terjadi lagi atau setidaknya dapat dimitigasi dengan jauh lebih baik.

Terdapat delapan risiko utama pada pekerjaan proyek EPC ini yang menjadi pengalaman penulis saat mengerjakannya, yaitu:

  1. Risiko kegagalan pengiriman mesin (gas engine) ke site. Hal ini karena proses pengiriman mesin yang sangat sulit akibat dimensi dan berat mesin yang besar dan sangat tergantung dengan cuaca serta membutuhkan infrastruktur yang lebih baik. Banyak sekali permasalahan yang berpotensi terjadi seperti yang pernah terjadi berupa masalah teknis dan non-teknis. Keterlambatan pengiriman mesin ini menyebabkan keterlambatan waktu dan kerugian biaya yang besar.
  2. Currency Risk. Ini terjadi lantaran sekitar 65-70% komponen biaya adalah komponen import. Jika tidak ada gejolak ekonomi, tentu hal ini tidak terjadi. Terdepresiasinya rupiah terhadap mata uang asing (Euro) sekitar 11%, membuat penyimpangan biaya hampir 7% terhadap nilai kontrak.
  3. Risiko denda tidak tercapainya output. Hal ini terkait besaran denda secara kontraktual yang cukup besar. Hal ini akan berdampak besar apabila tidak dilakukan transfer risiko ini kepada pihak manufacturer engine.
  4. Risiko teknis akibat kesalahan design. Hal ini berpotensi terjadi akibat dari masih sedikitnya proyek sejenis di Indonesia. Dampak atas risiko ini cukup banyak terutama pada terhambatnya proses commissioning.
  5. Risiko akibat kurang cakapnya vendor. Risiko ini juga dapat terjadi dengan penyebab yang sama dengan point 4. Dampaknya adalah keterlambatan pekerjaan.
  6. Risiko claim dari vendor yang berpotensi terjadi sebagai dampak dari tingginya potensi keterlambatan akibat beberapa risiko lainnya.
  7. Risiko claim atau hambatan dari lingkungan. Risiko ini tinggi mengingat pada jenis proyek ini, hampir selalu menggunakan gas engine yang berukuran besar sedemikian dalam proses transportasi akan bersinggungan dengan cukup banyak penduduk pada lokasi yang luas.

Masih terdapat beberapa risiko lain, namun ukuran dampaknya tidaklah sebesar ke-7 risiko di atas. Sehingga dalam manajemen risiko, ke-7 risiko di atas harus menjadi prioritas untuk diperhatikan. Semoga risiko-risiko tersebut akan dapat dimitigasi dengan lebih baik pada pelaksanaan proyek lain.

 

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

One thought on “Risiko Utama Proyek EPC Gas Engine Power Plant (PLTMG)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code