PMBOK-Construction Extention Bagi Proyek Konstruksi

Proyek konstruksi seperti gedung, pelabuhan, jalan raya, airport, dan lainnya memiliki aspek penting lain dari yang ada pada PMBOK karena karakteristiknya yang lebih kompleks. Beruntung ada Construction Extention PMBOK mulai pada edisinya yang ke-3.

Dalam PMBOK, telah kita ketahui terdapat 9 knowledge area, yaitu:

  1. Project Integration Management
  2. Project Scope Management
  3. Project Time Management
  4. Project Cost Management
  5. Project Quality Management
  6. Project Human Resources Management
  7. Project Communication Management
  8. Project Risk Management
  9. Project Procurement Management

 

Gambar hubungan 9 knowledge areas

Pada tiap knowledge juga ada proses-proses yang terkait dengan project life cycle berupa initiation, planning, execution, monitoring-controlling, dan closing. PMBOK tersebut adalah untuk project dalam definisi yang umum, yaitu bersifat sementara yang memiliki spesifik waktu mulai hingga akhir, dan bersifat unik.

Pada proyek konstruksi, memiliki karakteristik yang berbeda dengan proyek lainnya, seperti memiliki risiko atas safety yang tinggi, berdampak terhadap lingkungan sekitar, memerlukan dana yang besar, serta tingginya dispute-conflict yang berujung pada claim dan counter claim. Kesemuanya itu menyebabkan proyek konstruksi memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding dengan proyek biasa. Knowledge area yang bertambah pada PMBOK-Construction Extention adalah:

  1. Project Safety Management. Berupa proses-proses planning, assurance dan control yang mirip dengan quality management namun lebih lengkap.
  2. Project Enviromental Management. Mirip dengan quality management dan safety management yang disesuaikan dengan proyek konstruksi.
  3. Project Financial Management. Knowledge area ini berbeda total dengan cost management. Di dalamnya terdapat kemampuan penting dalam mengelola aspek unik keuangan pada proyek konstruksi.
  4. Project Claim Management. Mirip dengan risk management, knowledge area ini termasuk proses identifikasi, quantification, prevention, dan resolution.

 

Di samping itu juga terdapat beberapa hal yang berubah / berbeda dan bertambah yaitu proses pada 9 knowledge area yang dimaksudkan sebagai penyesuaian. Berikut perbedaannya:

  • Project Time Management : Hal baru terkait linear schedulling, activity weight, progress curve, dan monitoring progress.
  • Project Quality Management : Dimasukkannya contract requirement, stakeholder, dan kondisi site dan constraints.
  • Project Human Resource Management : Dimasukkan informasi khusus konstruksi dalam resource levelling, issue tenaga kerja, dan penutupan tim proyek.
  • Project Communication Management : Berisi informasi penting terkait aspek penting management konstruksi seperti kontrak, schedulling, dan stakeholder.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor, Manajemen Umum and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>