Manajemen Risiko Telah Dimulai 2100 SM, Bagaimana Dengan Anda?

Jika Anda tidak melakukan manajemen risiko dalam mengerjakan proyek, maka tengoklah kembali kapan manajemen risiko ini telah dimulai. Sejarah negeri Irak telah membuktikan bahwa masa peradaban kuno saat Hammurabi memimpin, telah dimulai aplikasi manajemen risiko pada tahun 2100 sebelum masehi (SM). Apakah Anda tidak merasa tertinggal 4100-an tahun lamanya?

 

Dikutip dari Wikipedia, disebutkan bahwa rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi. Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).

 

 

Gambar Piagam Hammurabi

Piagam Hammurabi berisi 282 aturan atau pasal hukum yang berlaku pada saat itu. Prasasti Hammurabi ini ditemukan pada tahun 1901 oleh seorang arkeolog Perancis bernama Gustave Jequier. Ia menemukan piagam tersebut ketika melakukan penggalian di bawah reruntuhan bekas kota kuno Susa, Babilonia (sekarang berada di wilayah Khuzestan, Iran). Prasati tersebut sekarang disimpan di Musee du Louvre, Paris.

Beberapa aturan dari Piagam Hammurabi yang mungkin terkait dengan manajemen proyek atau manajemen risiko adalah sebagai berikut:

  • 55. Barang siapa yang membuat parit untuk mengairi ladangnya, tetapi dia ceroboh dan mengakibatkan ladang tetangganya kebanjiran, maka ia harus membayar ganti rugi panen yang hilang dari tetangganya itu.
  • 229. Jika seorang tukang bangunan membangunkan seseorang baginya sebuah rumah yang ternyata tidak aman, dan rumah itu roboh hingga mengakibatkan kematian bagi penghuninya, maka ia akan dihukum mati.
  • 230. Jika yang mati adalah anak dari si penghuni, maka anak si tukang bangunan yang akan dihukum mati.
  • 235. Jika seorang tukang kapal membuatkan seseorang baginya sebuah kapal yang ternyata tidak aman, dan dalam pelayarannya di tahun pertama kapal itu mengalami kerusakan, maka si tukang kapal harus memperbaiki kapal tersebut, dan, dengan biaya sendiri, membuatnya lebih kuat, atau memberikan kapal yang kuat kepada orang tersebut.

Hukum Hammurabi terkenal kejam. Tapi bukan kejamnya yang penting, melainkan bahwa pemikiran mengenai manajemen risiko telah ada pada peradaban kuno. Sehingga jika pelaku proyek mengabaikan manajemen risiko dalam pekerjaannya, mungkin tidak tahu mengenai sejarah manajemen risiko atau mungkin pikirannya masih berada pada masa peradaban kuno.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Risiko and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>