Apa Kriteria Schedule yang Baik?

Tulisan ini adalah request dari salah satu pembaca. Menarik untuk diulas. Mengapa? karena sedikit sekali yang mampu membuat schedule yang baik apalagi memanfaatkannya sebagai tool no. 1 dalam pengendalian waktu proyek. Selama ini schedule seolah2 menjadi formalitas laporan yang setelah dibuat lalu dibiarkan begitu saja. Payah ya?

Saat ini membuat schedule sebenarnya sangatlah mudah. Semua dapat dibuat dengan tingkat otomatisasi yang tinggi melalui software. Mendapatkan item yang berupa critical path juga begitu gampangnya. Semua tinggal klik dan jadi. Lantas mengapa menjadi bahan formalitas?

Teknik schedulling ternyata tidak banyak diajarkan sebagai salah satu mata kuliah penting. Dalam fakultas teknik, mungkin hanya teknik Sipil dan Arsitektur yang menjadikannya sebagai salah satu materi kuliah. Padahal hampir semua enjiner dipastikan memerlukan teknik ini dalam pekerjaannya. Bahkan, teknik ini tidak melulu bidang keteknikan, tapi seluruh bidang yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian waktu.

Uraian berikut ini adalah murni hasil pemikiran dan pengalaman penulis selama berkecimpung dalam dunia konstruksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, akan disampaikan pula kriteria schedule yang baik berdasarkan suatu referensi sehingga nantinya akan didapat korelasi antara teori dan praktik.

Berikut ini adalah lima kriteria umum schedule yang baik yang dianggap akan dapat membantu pelaksanaan proyek, yaitu:

  1. Logic-Rational. Schedule haruslah memiliki logika hubungan antar pekerjaan yang logis dan rasional. Ini harus mengacu pada metode pelaksanaan yang dianggap benar dan disepakati oleh pihak yang terkait pada awal pekerjaan. Di samping itu juga, schedule harus mengacu pada kondisi resources dan tingkat kesulitan pelaksanaan yang ada serta hari libur baik nasional maupun lokal. Schedule yang baik juga harus memenuhi unsur logis. Ini dapat dicheck dari rangkaian critical path yang terbentuk.
  2. Feasible. Suatu schedule tidak disarankan terlalu mepet atau bahkan tidak mungkin tercapai berdasarkan pengalaman pelaksanaan pekerjaan sejenis. Di samping harus mempertimbangkan faktor tertentu yang predictable, schedule juga harus mempertimbangkan faktor-faktor yang unpredictable. Schedule yang feasible juga memberikan suatu time contigency yang cukup untuk melakukan problem solving apabila terjadi suatu permasalahan yang unpredictable.
  3. Communicative. Schedule yang dibangun haruslah gampang dicerna oleh pihak yang menggunakannya nanti. Sehingga si Pembuat schedule harus membuat dengan seolah-olah output pekerjaannya dapat dengan mudah digunakan oleh orang lain. Kebanyakan schedule yang tidak komunikatif, membuat schedule tidak akan banyak berguna karena orang akan cenderung malas untuk membacanya apalagi menggunakannya. Si Pembuat harus memahami tingkat pemahaman orang-orang yang akan memanfaatkan schedule tersebut. Sangat disarankan jika schedule dapat dibuat menarik, eye cacthing, gampang dibaca dan gampang dipahami.
  4. Managable. Maksud dari managable adalah bahwa schedule mudah untuk dibuat, diupdate, disimulasikan, dipisah atau digabungkan jika diperlukan, direvisi jika ada perubahan-perubahan lapangan seperti perubahan lingkup, metode pelaksanaan, dan lainnya. Schedule juga diharapkan dapat membuat kompleksitas pekerjaan menjadi terlihat jauh lebih gampang untuk dilaksanakan. Sehingga schedule yang bukanlah schedule dengan ribuan item pekerjaan, tapi yang penting adalah schedule mampu untuk memetakan serta mengelompokkan begitu banyaknya pekerjaan yang kompleks menjadi terlihat jauh lebih sederhana.
  5. Multi Functions. Schedule yang baik haruslah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan. Sehingga tidak hanya sebagai alat kendali waktu pelaksanaan proyek, namun juga dapat langsung menjadi suatu progress, atau dapat dengan mudah dilakukan transform bentuk master schedule menjadi monthly schedule, 2 weekly schedule, hingga weekly schedule. Schedule dapat menjadi alat ukur untuk menentukan perpanjangan waktu para subkontraktor, menjadi alat yang powerfull untuk menentukan strategi percepatan proyek yang efektif, dan fungsi-fungsi lainnya. Sehingga membuat suatu master schedule adalah termasuk hal yang utama dalam perencanaan proyek yang baik.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Waktu and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Apa Kriteria Schedule yang Baik?

  1. Pingback: Publishing Shcedule | My Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>