Riset di Indonesia yang Menyedihkan

Mengukur kemajuan suatu bangsa / Negara, bisa jadi dapat dilihat dari seberapa besar kesadaran suatu Negara akan riset dan pengembangan. Kesadaran riset ini dapat dilihat pada seberapa besar dana yang dihabiskan untuk melakukan riset. Hal ini karena semakin “ngeh” suatu Negara akan riset, maka akan semakin besar dana yang digunakan untuk melakukan riset itu sendiri. Bagaimana riset di Indonesia?

Terdapat suatu survey yang mendata biaya yang digunakan untuk R&D seperti yang terdapat pada Wikipedia. Survey tersebut mendata seberapa besar dana yang digunakan untuk riset, berapa persen dana riset tersebut terhadap GDP dan terhadap kapita. Berikut beberapa kesimpulannya :

  • Negara yang paling banyak mengganggarankan riset adalah USA, China, dan Jepang dengan nilai berurutan 405, 338, dan 160 dalam billion USD.
  • Negara dengan rasio anggaran riset terhadap GDP tertinggi berurutan adalah Korea Selatan, Israel dan Jepang dengan rasio 4.36%, 3.93%, dan 3.67%.
  • Negara dengan rasio anggaran riset terhadap per kapita adalah Korea Selatan, USA, dan Jepang dengan nilai berurutan adalah 1308, 1275, dan 1260 dalam USD.

Pemeringkatan riset (wikipedia)

 

Bagaimana dengan Indonesia dan komparasi terhadap 72 negara yang disurvey? Berikut kesimpulannya :

  • Indonesia berada di ranking 48 dari 72 negara yang di survey (bukan terhadap seluruh Negara) atas besarnya dana riset yang dihabiskan dalam setahun yaitu 0.72 billion USD.
  • Indonesia memiliki rasio riset terhadap GDP sebesar 0.07%. Dari 72 negara yang di survey, nilai ini adalah yang TERKECIL.
  • Nilai dana riset terhadap per kapita Indonesia adalah sebesar 2.88 USD. Nilai ini adalah yang TERKECIL KEDUA setelah Negara ETHIOPIA (1.15 USD). Padahal data Indonesia diambil tahun 2010 dan Ethiopia diambil tahun 2007.

Apakah kita masih optimis dengan masa depan jika kesadaran riset masih lemah. Apakah ini tidak cukup bukti kenapa kita cenderung jalan di tempat? Semoga pembaca bisa mengambil kesimpulan dengan baik atas data2 di atas. Saya malah tidak tega untuk mengambil kesimpulan ini. Terlalu menyedihkan dan memalukan karena Indonesia termasuk yang TERJELEK kalau bicara riset, hiks-hiks-hiks…

Wujud nyata lemahnya riset kita dalam fakta-fakta:

  • Kampus mulai mengganti riset dengan tugas besar, #colekkampusbesar
  • Kampus mulai menghilangkan mata kuliah metodologi penelitian dalam kurikulumnya, #colekkampusbesar (lagi)
  • Kasus jual-beli ijazah / gelar akademik, #colekkampusbodong
  • Kasus plagiat skripsi, #colekmahasiswaabal-abal
  • Indonesia menempati ranking 85 dari 142 negara dalam hal inovasi. #ngapainajamenristek?
  • Kebijakan bapak-bapak menteri yang condong populis, politis dan pencitraan ketimbang strategic (output riset)? #colekRI-1
  • Lembaga survey (riset) mau dipakai sebagai tools kampanye dengan berbohong menampilkan prediksi pemilih dan perhitungan quick-count #colekpenelitipembohong
  • Output riset terkenal, yaitu beras plastik. #colekpenelitioverkreatif

Mau bukti lebih konkrit? coba lihat grafik di bawah ini :

Produktivitas Riset Indonesia Dibandingkan Dengan Negara Asean Lainnya

Kita tidak hanya jauh dari negara yang kita katakan sebagai Malingsia karena dianggap mencuri hasil karya bangsa kita (hasil karya yg sudah lama sekali), tapi kita juga malah sudah kalah dengan Vietnam.

Ada memang hasil riset Indonesia yang bagus-bagus. Tapi sayang, jumlahnya terlalu sedikit untuk jumlah penduduk +/- 250 juta dan banyak didanai negara lain. Suaranya juga terlalu pelan dibandingkan dengan hiruk-pikuk suara pencitraan di media yang lebih laku dijual ke masyarakat #coleksemuapecintapencitraan.

Akankah kita masih bermimpi menjadi negara yang maju tanpa perubahan mindset dan culture riset yang signifikan dan konstruktif? Jawaban ada di hati nurani kita semua.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Riset di Indonesia yang Menyedihkan

  1. Pingback: Kenapa Inovasi Konstruksi Indonesia Cenderung Jalan di Tempat? | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>