Rekomendasi Langkah Peningkatan Sistem Pengendalian Biaya Alat

Pengendalian biaya alat selama ini dan secara turun temurun terbukti belum cukup dalam mengatasi kerugian biaya alat. Hal ini karena tidak dilakukannya proses lesson learnt dalam pengembangannya. Silahkan disimak rekomendasi sistem pengendalian biaya alat yang lebih baik dalam posting ini sebagai hasil dari proses lesson learnt.

Biaya alat termasuk komponen biaya yang umumnya lebih besar dari komponen biaya upah dan biaya tak langsung. Penyimpangan yang terjadi cukup besar dan cukup sering terjadi. Beberapa penyebab lemahnya sistem pengendalian biaya alat selama ini adalah sebagai berikut:

  • Umumnya pengendalian biaya alat dilakukan dengan merencanakan biaya ini yang lebih rendah dari budget lalu dalam pelaksanaannya mengupayakan biaya sewa lebih rendah dari yang direncanakan.
  • Tidak adanya pengendalian produktifitas alat dan atau efisiensi alat dalam fitur pengendalian biaya alat.
  • Tidak adanya evaluasi awal jika terjadi penyimpangan biaya ini. Sehingga penyimpangan biaya telat disadari ketika akumulasi penyimpangan telah cukup besar.
  • Penentuan jenis alat tidak dikaji dengan baik.
  • Kebutuhan jumlah dan durasi pemakaian alat tidak dianalisa dengan baik. Sehingga pemakaian menjadi lebih besar dari yang dibutuhkan sebenarnya.
  • dan lain-lain

Berdasarkan evaluasi terhadap faktor penting biaya alat, dan kelemahan yang ada pada sistem pengendalian alat saat ini, berikut diberikan rekomendasi langkah pengendalian biaya alat sebagai bagian dari sistem pengendalian biaya proyek, yaitu:

  1. Lakukan pengecekan langsung di workshop alat sebelum didatangkan dan sebelum memberikan uang muka.
  2. Lakukan cek ketersediaan cadangan spare part di site.
  3. Membuat fitur kendali produktifitas dan atau efisiensi alat.
  4. Menetapkan jadwal pemeliharaan jauh hari sebelumnya untuk menghindari keterlambatan pekerjaan.
  5. Jika alat yang sama lebih dari satu, maka jadwal pemeliharaan dibuat berbeda. Hal ini agar pelaksanaan proyek dapat tetap berjalan.
  6. Melakukan evaluasi progress dengan melihat langsung progress di lapangan. Hindari evaluasi kertas yang hanya dengan melihat data.
  7. Memberikan insentif jika pekerjaan mencapai atau lebih cepat dari target.
  8. Segera melakukan evaluasi atas turunnya produktifitas atau efisiensi alat.
    Tindakan ini harus dilakukan sejak awal pekerjaan.
  9. Lakukan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi turunnya produktifitas seperti perubahan metode pelaksanaan, pergantian operator, pergantian spare part, dan tindakan lainnya yang dianggap perlu.

Semoga rekomendasi langkah peningkatan sistem pengendalian biaya alat di atas dapat bermanfaat.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Rekomendasi Langkah Peningkatan Sistem Pengendalian Biaya Alat

  1. Artikelnya Sangat membantu… semoga bermanfaat untuk yg lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>