Rekomendasi Langkah Peningkatan Sistem Pengendalian Biaya Upah

Salah satu faktor penyebab kerugian biaya upah adalah lemahnya pengendalian. Ini cukup berasalan karena biaya ini termasuk sulit untuk dikendalikan terutama penurunan produktifitasnya. Perlu sistem pengendalian biaya upah yang lebih baik. Silahkan disimak rekomendasi sistem pengendalian biaya upah yang lebih baik dalam posting ini.

Bagaimana pengendalian biaya upah selama ini yang sering lolos terhadap penyimpangan biaya upah? Berikut penjelasannya:

  • Item pekerjaan dalam SPK / kontrak upah dibuat tanpa acuan yang standart. Cost control sering sulit untuk melakukan pengelompokan terhadap bunyi item pekerjaan yang ada dalam SPK. Sehingga proses tabulasi tidak akurat. Contoh tabulasi volume pekerjaan dalam SPK.
  • Seringkali ditemui perbedaan volume upah dan volume material yang didatangkan. Contoh volume pekerjaan pembesian dengan volume besi tulangan yang didatangkan.
  • Volume pekerjaan dihitung oleh supervisor sehingga menambah tidak akuratnya volume dan item pekerjaan.
  • Tidak ada pedoman dalam menerbitkan SPK. Tidak jelas berapa SPK per mandor.
  • Sering terjadi kelebihan opname dalam tiap SPK. Hal ini karena ketiadaan kontrol progress atau opname SPK.
  • Sering muncul item pekerjaan yang tidak ada dalam rencana item biaya upah.
  • dan lain-lain

Berdasarkan evaluasi terhadap faktor penting biaya upah, rencana pengendalian, dan kelemahan yang ada pada sistem pengendalian upah eksisting, berikut diberikan rekomendasi langkah pengendalian biaya upah sebagai bagian dari sistem pengendalian biaya proyek, yaitu:

  1. Menghindari kontrak upah secara harian karena akan sangat sulit dalam pengendaliannya. Jika terpaksa, maka supervisor harus lebih banyak untuk menjamin produktifitas pekerjaan.
  2. Membuat item lingkup pekerjaan dalam SPK sedekat mungkin dengan item pekerjaan yang dibuat dalam WBS (Work Breakdown Structure) sehingga menjadi hampir sama dengan item pada master schedule. Ini akan memudahkan langkah pengendalian. Harus dieliminir item pekerjaan yang tidak direncanakan dalam rencana biaya upah.
  3. SPK harus dibuat dan ditentukan oleh cost controller yang meliputi item, volume, dan harga satuan.
  4. Membuat SPK dengan prinsip sesedikit mungkin item pekerjaan dan sebanyak mungkin volume pekerjaan. Hal ini karena semakin sedikit item, maka akan semakin mudah dalam pengendaliannya.
  5. Membuat SPK dalam jumlah sesedikit mungkin. Hal ini juga akan memudahkan dan lebih fokus dalam proses pengendalian, terutama proses progress / opname.
  6. Memasukkan ketentuan jika ada pekerja yang sakit, maka biaya akan dishare. Diharapkan mandor akan lebih peduli dengan tenaga kerjanya.
  7. Memasukkan ketentuan cara progress tiap item pekerjaan upah. Hal ini untuk menghindari dispute dalam proses opname. Disarankan pula untuk membuat cara progress yang memacu mandor untuk bekerja lebih cepat.
  8. Melakukan evaluasi progress dengan melihat langsung progress di lapangan. Hindari cara progress hanya dengan mendengar penjelasan mandor.
  9. Memasukkan ketentuan retensi 5% atas pekerjaan yang tidak sempurna. Mandor diharapkan akan lebih peduli dengan kualitas pekerjaan.
  10. Memberikan insentif jika mandor mencapai atau lebih cepat dari target.
  11. Membuat tabel tabulasi progress / opname per SPK dengan tujuan agar akumulasi progress tidak melebihi 95% nilai kontrak SPK.
  12. Lakukan kontrol biaya upah dengan cek pencapaian progress terhadap schedule. Jika progress lebih rendah dari target schedule, maka ini adalah indikasi keterlambatan awal.
  13. Dalam tiap kali progress, agar mencatat item pekerjaan yang terlambat terhadap progress untuk dievaluasi dan menetapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah keterlambatan seperti yang telah disebutkan. Ini harus dilakukan sejak awal.

Rekomendasi langkah di atas cukup banyak. Sistem pengendalian dapat ditingkatkan secara bertahap dengan memperhatikan langkah yang prioritas dari sekian langkah yang telah dijelaskan di atas. Semoga bermanfaat.

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>