Mengapa Perlu Smart Project Efficiency?

 

Smart Project Efficiency (SPE) adalah salah satu solusi terbaik proyek dalam mengatasi permasalahan biaya dan tingkat profitabilitas perusahaan konstruksi. Mengapa demikian? Temukan penjelasannya dalam tulisan ini.

Proyek konstruksi menjadi proyek yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi lantaran tingkat kompleksitasnya yang sangat tinggi dan semakin meningkat seiring semakin terbatasnya resources dan tingkat kompetisi yang tinggi serta constrain tambahan lainnya. Kondisi tersebut sangat menekan profitabilitas perusahaan konstruksi.

Perlu diketahui bahwa laba operasional proyek adalah sekitar 4%-10%. Nilai ini sangat tergantung kondisi proyeknya. Sedangkan laba bersih perusahaan konstruksi hanyalah berkisar 3-8%. Di sisi lain, nilai risiko proyek cukup bervariatif antara 3%-30% tergantung kondisi dan jenis pekerjaan. Dari gambaran nilai ini, jelaslah bahwa perusahaan konstruksi harus mampu menekan risiko dan serta meningkatkan operasional marjin yang setinggi mungkin untuk mendapatkan rasio profitabilitas yang baik.

 

Tabel Laporan Keuangan Empat Perusahaan Konstruksi Pada Kuartal III-2013

Mari kita hitung rasio laba bersih pada keempat perusahaan konstruksi di atas:

  • PT. PP (Persero), rasio laba bersih terhadap penjualan adalah 3,01%
  • PT. Wika (Persero), rasio laba bersih terhadap penjualan adalah 4,93%
  • PT. Adhi Karya (Persero), rasio laba bersih terhadap penjualan adalah 3,18%
  • PT. Total Bangun Persada, rasio laba bersih terhadap penjualan adalah 8,68%

Jika dianggap bahwa risiko telah dapat ditekan sebaik mungkin, dan operasional marjin dapat ditingkatkan setidaknya 25% saja atau menjadi sekitar 5%-12,5%, maka laba bersih dapat mencapai 4,0%-11%. Peningkatan rasio laba bersih ini tentu akan meningkatkan rasio profitabilitas lainnya seperti ROE dan ROA.

Perkembangan dunia konstruksi yang semakin kompetitif dan konflik resources yang semakin tinggi ditambah begitu banyaknya kasus hukum yang membelit membuat perusahaan konstruksi harus berfikir ulang atas konsep peningkatan profitabilitas. Smart Project Efficiency adalah salah satu solusi terbaik yang ditawarkan untuk mengatasi berbagai permasalahan tadi.

Tindakan yang paling sering dilakukan oleh pelaku proyek dalam mendapatkan efisiensi biaya adalah dengan berusaha mendapatkan diskon yang sebesar2nya dari vendor. Padahal dalam setiap penawaran, sudah dipastikan bahwa vendor telah menyiapkan cadangan ditawar. Padahal dalam smart project efficiency, tindakan ini adalah tindakan paling akhir yang dilakukan setelah serangkaian tindakan sebelumnya yang lebih fundamental.

Berdasarkan pengalaman, hasil dari program smart project efficiency adalah sebesar 5%-20%. Sehingga jika risiko dapat dikendalikan dan ditekan sebaik mungkin, maka marjin operasional bisa mencapai 9% – 25%. Inilah mengapa program ini layak menjadi program unggulan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan konstruksi.

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>