Mengatasi Kebisingan Pada Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik adalah bangunan yang didalamnya banyak terdapat mesin yang menghasilkan getaran dan bunyi yang bising. Seringkali aspek kebisingan luput dari perencanaan. Sehingga dampaknya akan terjadi tingkat kebisingan yang melebihi batas ambang yang diijinkan.

Pada saat mesin pembangkit bekerja, mesin-mesin tersebut mengeluarkan bunyi yang sangat bising. Jika kebisingan terjadi dalam intensitas yang sangat tinggi dapat menyebabkan pengaruh yang buruk bagi para pekerja yang pada akhirnya juga berbahaya bagi pembangkit itu sendiri.

 

Mesin PLTG yang menghasilkan kebisingan yang tinggi

Kebisingan dapat diartikan sebagai bunyi atau suara yang tidak dikehendaki dan dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan, serta dapat menimbulkan ketulian. Kebisingan dapat dihasilkan dari suara mesin yang sedang berproduksi, kendaraan yang berlalu lalang di pabrik, dan lain-lain.

 

Tabel sumber dan tingkat kebisingan

 

Kebisingan telah diatur oleh pemerintah melalui keputusan dua menteri seperti yang terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel Batas Ambang Tingkat Kebisingan

Tabel di atas harus menjadi referensi bagi konsultan dalam merencanakan suatu proyek pembangkit. Posting akan memberikan beberapa langkah penting mengatasi kebisingan berdasarkan pengalaman yang dapat berguna pada fase perencanaan maupun menyelesaikan problem kebisingan, yaitu:

A. Aspek Mesin (Sumber Bunyi)

  • Mesin yang dipilih (jika ada alternatif), disarankan menggunakan mesin yang menghasilkan bunyi dengan tingkat kebisingan yang paling kecil
  • Menambahkan beberapa fitur tambahan pada mesin untuk mengurangi kebisingan seperti silencer, vibration damper, attenuator, muffler, dan insulasi.
  • Modifikasi tempat dudukan elemen mesin dengan material yang memiliki koefisien redaman yang tinggi

B. Aspek Design Bangunan Engine Hall

  • Menggunakan material dinding yang memiliki daya redam kebisingan yang tinggi seperti conblock atau sandwich panel
  • Modifikasi jalur transmisi suara seperti membuat penghalang pada jalur suara
  • Membuat absorbsi suara oleh peredam akustik (accoustic barrier)
  • Menjauhkan penerima akhir terhadap sumber bunyi
  • Meniadakan atau mengecilkan bukaan seperti jendela dan pintu.
  • Menggunakan kaca double khusus pada jendela
  • Menutup semua lubang yang menjadi sumber rambatan bunyi dengan material khusus yang kedap suara

C. Aspek Lainnya

  • Memberikan suara penyeimbang aktif sebagai interferensi destruktif
  • Memasang tambahan cladding yang terdiri atas lapisan penyerap suara dan impermeabel.

 

Referensi : Dari berbagai sumber

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>