Proyek Khusus Mengatasi Macet Jakarta (1) : Analisis Penyebab & Masalah

Masalah klasik di ibukota adalah kemacetan. Menarik untuk dibahas ketimbang terus-menerus mengkritik tanpa memberi solusi. Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sekarang sudah wajib mejadikan penyelesaian ini menjadi suatu Prosus (Proyek Khusus) yang rasanya sudah teramat urgent jika tidak akan terjadi kemacetan total pada tahun 2015.

Posting ini adalah usulan kepada pemerintah untuk bertindak cepat. Tulisan akan dibagi dalam dua posting yaitu gambaran – analisis penyebab kemacetan dan program khusus mengatasi kemacetan Jakarta. Ini sebagai kontribusi ide (dari pada terus mengeluh) yang diharapkan diperhatikan oleh Pemerintah dengan tindakan fokus yang bisa disedut sebagai Proyek Khusus Mengatasi Kemacetan Jakarta.

 

Gambaran Kemacetan dan Dampaknya

Semakin hari semakin banyak orang yang mengeluhkan kemacetan di Jakarta. Pemerintah terlihat telah berupaya untuk mengatasi kemacetan tersebut. Namun upaya yang dilakukan seperti jalan ditempat. Alih-alih mengurangi kemacetan, malah justru bertambah parah. Ini bukan karena upaya tersebut tidak ada hasil. Tapi dampak pengurangan kemacetan masih kalah cepat dengan kecepatan penyebab kemacetan itu sendiri.

 

Gambar Bentuk Kemacetan Jakarta

Posting ini bermula dari tulisan yang dimuat di media Investor Daily yang menyebut kerugian kemacetan Jakarta adalah sekitar 46 Triliun / Tahun berdasarkan perhitungan Dishub DKI Jakarta. Kerugian sebesar itu tentu tidak main-main. Bagaimana tidak? angka ini setara dengan 3,1% APBN 2013 dan 92% terhadap APBD DKI Jakarta itu sendiri.

 

Taksiran Kerugian Akibat Macet di Jakarta – Investor Daily

Sebagai gambaran sederhana bahwa jika suatu kendaraan bermotor memiliki fuel consumption sebesar 14 km/liter, maka akan menjadi hanya 7 km/liter jika digunakan di Jakarta. Dengan kata lain kemacetan telah menyebabkan pemborosan 50%. Padahal jenis BBM yang terbanyak digunakan adalah bensin yang notabene masih disubsidi. Kerugian lainnya selain BBM adalah operasi kendaraan, kehilangan nilai waktu, kehilangan potensi ekonomi karena turunnya produktifitas, stress, dan pencemaran udara.

Tingkat kemacetan yang parah tersebut akan terus semakin parah karena penambahan jumlah kendaraan sekitar 11% per tahun dan penambahan panjang jalan hanya 0,01% per tahun. Suatu rasio yang tidak seimbang.

Penjualan kendaraan selalu mencetak rekor baru sedangkan penambahan jalan semakin sulit karena semakin terbatasnya lahan dan bertambahnya faktor penghambat lainnya. Sehingga wajar jika sebagian orang mengatakan pada tahun 2014-2015 akan terjadi kemacetan total. Pernahkah anda bayangkan jika ramalan itu benar-benar terjadi?

 

Kondisi Macet yang Parah Semakin Sering Terjadi

Gambaran di atas jelas menunjukkan bahwa pemerintah sudah harus bertindak cepat dengan menggelar serangkaian usaha strategis dalam mengatasi kemacetan tersebut dalam bentuk proyek khusus atau akan terjadi stuck di hampir semua ruas jalan setiap hari yang jelas berdampak pada macetnya pertumbuhan ekonomi dan gangguan serius jalannya roda pemerintahan pada tahun 2015.

Kemacetan parah total, juga akan ditanggung pemerintah pusat dalam bentuk ganggunan serius mengingat DKI Jakarta adalah ibukota negara. Sehingga proyek khusus ini haruslah kerja sama sinergis antara Pemprop DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat.

 

Analisis Penyebab Kemacetan

Apa yang menyebabkan kemacetan di Jakarta? jawabannya dipastikan banyak. Tapi sederhananya adalah bahwa ruas jalan tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang ada.  Turunan variabel penyebab kemacetan dapat diuraikan dalam empat kelompok sebagai berikut:

A. Bangkitan Lalu-Lintas

  • Pertumbuhan penduduk Jakarta sangat tinggi karena tidak hanya pertumbuhan normal, tapi juga pertubuhan karena daya tarik secara ekonomi yang membuat terjadi tingkat urbanisasi yang tinggi di Jakarta. Saat ini Jakarta sudah kelebihan penduduk. Jakarta juga adalah merupakan salah satu kota terpadat di dunia.
  • Banyaknya penduduk luar kota Jakarta yang bekerja di Jakarta.

  • Meningkatnya penghasilan dan semakin terjangkaunya harga kendaraan serta mudahnya fasilitas kredit semakin membuat jumlah kendaraan sulit dikendalikan.
  • Kurangnya jumlah kendaraan umum dan kondisinya yang kurang nyaman.
  • Banyaknya tempat atau lokasi yang menjadi tujuan dari masyarakat seperti pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat hiburan, dan pusat kebutuhan lainnya yang menjadi sumber bangkitan lalu-lintas. Jakarta adalah kota dengan jumlah mall terbanyak di dunia yaitu 173 mall.
  • Semakin banyaknya industri di sekitar Jakarta yang mengirim hasil industrinya menggunakan jalan-jalan di Jakarta menuju pelabuhan dan bandara.
  • Banyaknya event skala besar di Jakarta seperti konser, pertandingan sepak bola, pameran, dan event lainnya.
  • Bangkitan lalu lintas lain seperti tingginya pertumbuhan penumpang pesawat udara sebagai akibat dari meningkatnya kemampuan hasil pertumbuhan ekonomi dan adanya low cost carrier.

Tabel Jumlah Kendaraan Bermotor Tahun 2008

 

Jakarta yang Sudah Over Capacity

 

B. Kapasitas Jalan

  • Kurangnya ruas jalan yang tersedia dimana kecepatan menambah ruas sangat lambat yaitu 0,01% per tahun.
  • Lebar jalan yang tidak maksimal.
  • Design U-Turn yang tidak tepat.
  • Banyaknya persimpangan sebidang yang menggunakan lampu lalu lintas sebagai sarana pengatur lalu lintas yang membuat banyak kendaraan terhenti dalam perjalanan.
  • Banyaknya persimpangan sebidang jalan dengan rel kereta api yang tidak lancar.
  • Antrian di pintu tol karena kurangnya jumlah loket, lambatnya proses, kurangnya petugas, sistem manual, dan faktor lainnya.
  • Banyaknya faktor yang membuat antrian di lampu merah menjadi lebih lama. Seperti setting durasi lampu merah yang tidak sesuai, banyaknya orang berjualan dan pengemis di lampu merah, dan lainnya.
  • Kurangnya petugas lalu-lintas pada daerah-daerah tertentu sehingga terjadi hambatan arus lalu-lintas pada jam pagi dan sore.

 

Grafik Hubungan Pertumbuhan Luas Jalan dan Jumlah Kendaraan di Jakarta

 

Peta Rawan Macet Jakarta

 

C. Faktor Manusia / Pengguna.

  • Tidak disipilinnya pengguna jalan seperti parkir sembarangan atau terbatasnya lahan parkir, berhenti tidak pada tempatnya, melawan arus lalu lintas, berjalan lambat di lajur kanan, dan ketidak-disiplinan lainnya.
  • Ketidak disiplinan supir angkutan umum dalam menaikkan dan menurunkan penumpang termasuk juga kebiasaan ngetem di tempat ramai.
  • Tingginya faktor kecelakaan lalu-lintas akibat kelalaian pengendara.
  • Tingginya kasus tawuran antar pelajar.
  • Banyaknya ruas jalan yang digunakan untuk keperluan lain seperti pasar tumpah dan tempat berjualan, terminal bayangan, lot parkir, demonstrasi, pawai, dan lainnya.

Maraknya Aksi Demo di Jakarta

 

Ketidak-disiplinan Menggunakan Ruas Jalan Sebagai Tempat Parkir

 

Ruas Jalan yang Berubah Menjadi Pasar

  • Penduduk Jakarta menggunakan mobil karena life style / gengsi atau supaya lebih lebih fleksibel.
  • Kurangnya dukungan masyarakat dalam mensukseskan pembangunan jalan dengan tingginya masalah sosial yan menghambat pembangunan jalan.
  • Banyaknya orang yang menyeberang jalan tidak pada tempatnya.
  • Rendahnya kesadaran efisiensi penggunaan jenis dan ukuran kendaraan mobil hal ini terlihat dari banyaknya mobil berkapasitas besar yang diisi hanya 1-2 orang saja.

 

D. Faktor Lainnya

  1. Kebijakan pemerintah yang tidak tepat atau tidak strategis.
  2. Seringnya terjadi banjir saat hujan lebat akibat banyak faktor.
  3. Dengan sebaran pengendara yang sebagaian besar dari luar kota Jakarta, membuat perjalanan lebih jauh sehingga membutuhkan kapasitas jalan lebih besar.
  4. Perbaikan jalan yang tidak menggunakan metode yang tepat dan tidak pada waktu yang sesuai.
  5. Sistem transportasi massal yang tidak baik.
  6. Budaya komunikasi langsung yang meningkatkan mobilitas manusia.

 

Banjir yang Sering Terjadi Menjadi Penyebab Kemacetan Parah

 

Setelah memperhatikan begitu banyaknya faktor penyebab kemacetan, dapat disimpulkan 10 penyebab pentingnya, yaitu:

  1. Banyaknya jumlah penduduk dan pertumbuhannya yang tinggi.
  2. Tata kota DKI Jakarta yang tidak baik.
  3. Sistem Transportasi yang lemah.
  4. Kebijakan pemerintah yang salah sasaran.
  5. Kesadaran masyarakat yang tidak disiplin.
  6. Budaya yang tidak mendukung.
  7. Lambatnya pengembangan infrastruktur jalan.
  8. Lemahnya ketegasan pihak terkait dalam mengendalikan hal-hal yang berhubungan dengan lalu-lintas.
  9. Kurang dimanfaatkannya teknologi dalam mengurangi mobilitas.
  10. Faktor alam yang memperparah.

Dengan begitu banyaknya penyebab kemacetan seperti yang disebutkan di atas, maka pantaslah bila macet sulit diatasi hanya dengan cara biasa. Ini membutuhkan fokus luar biasa dan keseriusan pelaksanaan yang lebih tinggi. Analisis ini akan menjadi bahan penting dalam membuat program strategis dalam waktu cepat untuk mengatasi kemacetan Jakarta dalam bentuk Proyek Khusus yang akan disampaikan pada posting berikutnya (40 Solusi Macet Jakarta)

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Proyek Indonesia, Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Proyek Khusus Mengatasi Macet Jakarta (1) : Analisis Penyebab & Masalah

  1. Pingback: Proyek Khusus Mengatasi Macet Jakarta (2) : Solusi Program | Manajemen Proyek Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>