CAR urusan Administrasi?

CAR atau Contractor All Risk seringkali diurus oleh bidang Administrasi di dalam organisasi Kontraktor. Mungkin tanggung sekalian mengurusi Asuransi lainnya seperti Jamsostek. CAR itu kaya akan konten teknis, risiko, dan kontrak. Apakah tepat jika diurus oleh bagian Administrasi?

Mungkin ini adalah fenomena “salah urus” yang masih terjadi hingga saat ini. Banyak kontraktor yang berfikir bahwa CAR adalah urusan bagian Administrasi. Setidaknya itulah mindset yang ada. CAR hanya dilihat sebagai attribut / syarat untuk melaksanakan proyek.

Kita ketahui bahwa pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan yang memiliki risiko yang tinggi atas kegagalan konstruksi, kecelakaan, kerusakan bangunan sekitar dan risiko lainnya. Risiko-risiko tersebut terlalu besar untuk ditanggung oleh kontraktor apabila terjadi. Sehingga risiko tersebut perlu ditransfer. CAR adalah media untuk mentransfer risiko kontraktor tersebut. Sebagai media tempat mentransfer risiko yang besar bagi kontraktor, tentu saja perlu dilakukan komunikasi yang baik antar pihak. Hal ini penting terutama dalam hal pihak asuransi dalam melakukan risk assesment.

Perlu diketahui, bahwa komunikasi dalam proses risk assesment yang dilakukan oleh pihak asuransi, seringkali akan diperlukan informasi seputar jenis dan lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, kondisi lingkungan sekitar, dan beberapa informasi penting terkait risk assessment. Materi informasi tersebut cenderung berada di wilayah teknis.

Jika proses komunikasi berjalan baik dan data dianggap memadai, maka pihak asuransi akan lebih yakin terhadap persepsi risiko yang ada. Sedemikian hingga, proses negosiasi rate CAR akan lebih mudah. Bahkan dengan memahami proses bisnis dunia asuransi CAR, bahkan kontraktor dapat menegosiasikan suatu risiko yang berbeda persepsi dengan pihak asuransi.

Contoh pihak asuransi menganggap risiko getaran akibat pancang terlalu besar. sehingga rate asuransi menjadi tinggi. Namun oleh kontraktor berdasarkan pengalaman risiko tersebut kecil karena melihat kondisi tanah yang berpasir dan kedalaman pancang yang tidak terlalu dalam. Maka dalam hal ini kontraktor bisa saja minta agar risiko getaran pancang dikeluarkan dari polis dan rate harga CAR menjadi turun. Ini adalah salah satu dampak positif atas ketepatan kepengurusan dan kelancaran komunikasi.

Berdasarkan penjelasan tadi, urusan CAR harus berada di bagian teknis bukan di administrasi. Bahkan jika perlu maka urusan CAR dipegang langsung oleh project manager yang dibantu oleh bagian teknik. Hal ini mengingat bahwa sebagian besar risiko konstruksi ditransfer ke CAR. Sehingga peran Projcet Manager menjadi penting dalam proses tranfer risiko tersebut.

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor, Manajemen Risiko and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to CAR urusan Administrasi?

  1. imron rosyadi says:

    luar biasa banyak sekali ilmu2 yg bisa langsung kita aplikasikan dan sangat bermanfaat………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>