Tulisan ini lanjutan atas artikel “sumber risiko kontrak“. Risiko atas kontrak merupakan risiko yang cukup sering terjadi dimana dampak yang ditimbulkan juga sangat besar. Idealnya kontrak harus seimbang dari sisi hak dan kewajiban termasuk dalam hal risiko-risiko yang harus diarahkan ke pihak-pihak yang  sesuai dan mampu untuk mengatasi risiko yang terjadi secara kontraktual.

Namun pada kenyataannya, beberapa pihak memanfaatkan ketidaktahuan pihak lain dalam kontrak untuk mengalihkan risiko-risiko dalam kontrak yang tidak seharusnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak sehingga pihak lain dirugikan karena menanggung risiko yang bukan pada tempatnya. Oleh karena itu, penguasaan yang lemah atas kontrak akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Kajian mengenai risiko dan respon risiko ini semoga akan membantu dalam mengelola proyek. 
 
Salah satu cara untuk menangani risiko adalah dengan mengalokasikan risiko-risiko tersebut ke dalam klausul-klausul kontrak. Hal ini disebabkan karena kontrak merupakan alat manajemen risiko yang menjelaskan mengenai aturan yang harus dipatuhi dalam suatu proyek konstruksi. Oleh sebab itu pantaslah kiranya kita menaruh perhatian bahwa kita akan mengurangi atau mengalokasikan risiko melalui klausul-klausul yang ada dalam kontrak konstruksi. Cara untuk menangani risiko adalah dengan melakukan analisis risiko untuk mendapatkan kontrak yang berkualitas baik ditandai dengan tidak adanya perselisihan antara pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak.
 
Ketidakjelasan pasal dalam kontrak konstruksi dapat menimbulkan perselisihan, yang dibedakan sebagai berikut:
  1. Perbedaan pendapat, umumnya masih dapat ditangani dengan dialog dengan pihak – pihak yang berselisih.
  2. Persengketaan, merupakan perselisihan yang bersifat terbatas dan masih dapat diselesaikan melalui bantuan pihak ketiga.
  3. Pertentangan, tuntutan dimana masing-masing mengusahakan kemenangan, usaha pembenaran atas argumentasinya, dan usaha penolakan atas argumentasinya, dan usaha penolakan atas argumen lawannya
Untuk biaya kontigensi yang diakibatkan oleh adanya ketidakpastian, lebih lanjut dijelaskan oleh Kerzner terdiri dari dua komponen, yaitu: Normal contingencies, dan Risk contingencies. Normal contingencies adalah perkiraan biaya yang diakibatkan oleh ketidakakuratan pada desain dan metode perkiraan biaya, yang umumnya besarannya merupakan berdasarkan data proyek-proyek terdahulu. Sedangkan risk contingencies adalah merupakan perkiraan biaya akibat dari kemungkinan kejadian satu aktifitas akibat ketidakpastian dari aktifitas tersebut.

Di Indonesia, pelaksanaan kontrak masih belum memenuhi asas-asas di atas. Akibatnya sering terjadi risiko atas kontrak. Mengacu pada beberapa referensi dan penelitian yang pernah dilakukan di Indonesia, Penulis mencoba untuk merangkum dan memetakan risiko yang dominan terjadi di Indonesia dalam tabel berikut ini.

Tabel di atas adalah daftar 12 risiko yang paling sering terjadi dan berdampak besar. Daftar itu didapat dari hasil survey atas 80 Project Manager di suatu perusahaan jasa konstruksi.

Berdasarkan referensi dari Flanagan-Norman dan beberapa penelitian sebelumnya serta validasi oleh beberapa pakar, maka dibuat tabel yang berisi respon risiko dominan. Tabel yang disajikan ini merupakan tindakan preventif atas risiko kontrak atau risk response.

 

Referensi : Buku Advanced and Effective Project Management

Untuk melihat daftar artikel ⇒ Table of Content, dan konsultasi Project Management ⇒ Konsultasi. Daftar karya ada pada ⇒ Innovation Gallery, dan daftar riset pada ⇒ Research Gallery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AlphaOmega Captcha Classica  –  Enter Security Code