SCCR : Rahasia Proyek Untung dan Solusi Proyek Rugi

Entah karena persaingan yang kelewat tinggi atau problem kompetensi atas cost estimate, selalu saja sering terdengar proyek rugi karena salah hitung atau proyek asal dapat.  Obatnya? SCCR, atau Strategic Construction Cost Reduction. Begitulah, pengalaman yang telah banyak mengajarkan begitu banyak ilmu, dishare buat pembaca.

OVERVIEW

SCCR ini adalah hasil pengembangan panjang selama menjadi project manager pada proyek yang belum apa-apa sudah merugi (cost overrun). Selain berdasarkan pengalaman, SCCR juga dikembangkan berdasarkan banyak informasi mengenai teknik keberhasilan banyak project manager dalam mengatasi kerugian proyek. Tidak hanya itu, penelusuran lebih lanjut yang cukup panjang, penulis akhirnya mendapatkan beberapa referensi bagus dalam mengembangkan konsep ini. Semua dikemas jadi satu, yaitu SCCR.

SCCR pada dasarnya adalah suatu proses manajerial dalam menekan biaya proyek secara strategis. Dibuat dalam bentuk proses manajerial karena terbukti jika SCCR direncanakan sejak awal proses project life cycle (by good planning), maka SCCR akan menghasilkan dampak pengurangan biaya yang sangat signifikan. Ini sejalan dengan teori yang ditunjukkan dalam gambar berikut ini :

 

Gambar 1. Risiko & Peluang vs Project Life Cycle

Kompleksitas proyek dan selalu terbatasnya SDM dari sisi jumlah dan kualitas, menyebabkan tim proyek sering menghadapi kondisi overload yang merupakan ciri manageability tim proyek yang lemah. Ini sebabnya kenapa cost reduction harus bersifat STRATEGIC. Tujuannya adalah hanya dengan beberapa langkah utama yang prioritas dimana tidak membebani effort yang terlalu banyak pada tim proyek, diharapkan terjadi penurunan biaya yang signifikan.

Pengalaman selama mengerjakan proyek dengan aplikasi SCCR mulai dari bentuk yang tidak sistematis hingga mencapai konsepnya sekarang, penulis berhasil memperbaiki cost performance secara signifikan. Terkecil sebesar 3% hingga 19% terhadap Nilai Kontrak pada semua proyek. Memang, akan banyak perhitungan di awal. Tapi effort itu tidaklah sebanding apabila harus jungkir-balik mengatasi kerugian pada akhir proyek atau dibandingkan dengan dampak perbaikan yang signifikan.SCCR sederhananya adalah program cost reduction yang direncanakan matang seawal mungkin secara strategic dengan cara yang kreatif yang mengadopsi berbagai fitur manajemen dan analisis ilmiah.

Gambar 2. Quote Sun Tzu – Kemenangan berasal dari perhitungan matang di awal

SCCR bukanlah langkah-langkah negatif seperti mengurangi material, menurunkan spesifikasi, atau yang lain. SCCR harus tidak melanggar kontrak. SCCR adalah strategi yang smart yang sering tersembunyi dibalik banyak kesulitan dan enggannya tim proyek untuk melakukan proses kreatifitas yang sangat bermanfaat.

Gambar 3. Gunung es peluang yang seringkali tidak terlihat

 

KONSEPTUAL

Terdapat beberapa referensi terkait SCCR. Namun satu referensi pentingnya adalah cost reduction program road map. Berikut adalah process flow atas referensi mengenai cost reduction.

Gambar 4. Cost reduction program road map

Berdasarkan gambar di atas, terdapat 14 langkah untuk mendapat program cost reduction. Cukup banyak bagi tim proyek untuk diikuti karena seperti yang telah disampaikan bahwa orang proyek umumnya sibuk karena kondisi overload pekerjaan mereka. Penulis lalu memangkas jumlah langkah tersebut menjadi 9 langkah yang dinamakan 3² CONCEPT.

 

Gambar 5. Konsepsi SCCR


TAHAP #1 – TARGET & IDENTIFIKASI

3² CONCEPT diawali dengan langkah PENENTUAN TARGET. Penulis menyakini bahwa adanya target adalah bagian dari CHALLANGE / MOTIVASI tim proyek untuk bekerja. Target dihitung dengan prinsip utama:

  • Menurunkan biaya / menaikkan cost performance minimal 3%
  • Memperhitungkan risiko tak terduga sesuai dengan jenis proyek dan aspek lainnya
  • Memperhitungkan tingkat keberhasilan / probability of success (PoS) berdasarkan prediksi kualitatif

Langkah selanjutnya adalah melakukan ANALISIS PARETO #1 terhadap nominal biaya yang bertujuan untuk mendapatkan item biaya dominan. Ini dilakukan dengan harapan agar strategi terpilih akan mampu memberikan perbaikan biaya yang signifikan.

Lalu dilanjutkan dengan ANALISIS PARETO #2 terhadap nilai kerugian pada kelompok item biaya yang terjadi cost overrun. Ini dilakukan karena apabila tim proyek kreatif mendapatkan cara mengubah kerugian menjadi keuntungan, maka dampaknya juga akan sangat signifikan seperti yang sering penulis rasakan. Sehingga walaupun item rugi terpilih bukan merupakan item pareto secara nominal, namun item ini harus masuk dalam daftar item yang akan dieksplorasi ide kreatif untuk mendapatkan langkah yang strategis.

Gambar 6. Prinsip Pareto Analysis

 

TAHAP #2 – IDEASI & KREATIFITAS

Langkah selanjutnya adalah eksplorasi. Langkah ini ada tiga yaitu dengan menggunakan DATABASE SCCR (jika ada) baik dalam bentuk tertulis maupun berdasarkan ingatan pengalaman terdahulu. Kedua adalah dengan MATRIX ANALYSIS / MORPHOLOGICAL ANALYSIS atas aspek atau faktor dominan yang sering menjadi pemicu ide kreatif strategi cost reduction yang strategic dan berdampak besar. Ketiga ada dengan langkah VE atau INOVASI. Langkah ini telah diketahui secara luas memberikan dampak cost performance yang signifikan. Adapun langkah kreatifitas yang dianjurkan adalah menggunakan teknik kreatifitas SCAMPER yang paling sederhana untuk diaplikasikan bagi tim proyek. Adapun referensi utama langkah kreatif adalah www.mindtools.com

Kondisi dan situasi yang kondusif atas KREATIFITAS adalah kunci untuk mendapatkan ide kreatif yang brillian yang mampu menembus hingga ke bawah gunung es opportunity. Sehingga direkomendasikan untuk membentuk tim khusus yang melakukan brainstorming ide kreatif. Berikut adalah tips kreatifitas yang utama :

 

Tabel 1. Tips menjadi kreatif

TAHAP #3 – ASSESSMENT & PROGRAM

Tahap terakhir adalah ASESMEN DAN PROGRAM. Pada tahap ini ada tiga langkah penting, yaitu ASESMEN – SELEKSI dimana ide kreatif dilakukan proses penilaian dan seleksi dengan cara yang mudah (kualitatif) untuk mendapatkan ide yang mudah dan berdampak besar. langkah kedua adalah dengan APLIKASI RISK MANAGEMENT, dimana pada langkah ini mengantisipasi ide kreatif terpilih yang memiliki kemungkinan terjadi risiko. Terakhir adalah PROGRAM MANAGEMENT COST REDUCTION, dimana keseluruhan ide kreatif strategis dibuat dalam suatu program kerja proyek yang disusun secara komprehensif untuk menunjang proses manajerialnya termasuk melakukan monitoring pelaksanaan.

______________________________________________________________

Untuk membantu para pelaku konstruksi yang menghadapi masalah kerugian proyek / cost overrun, penulis membuka ruang diskusi dan training khusus jika diperlukan.  Silahkan menyampaikan permintaan diskusi dan atau training SCCR ke alamat email suanda_b@yahoo.com.

______________________________________________________________

 

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to SCCR : Rahasia Proyek Untung dan Solusi Proyek Rugi

  1. Febrian says:

    terima kasih atas share pengetahuan dan pengalaman penulis. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah ada buku atau seminar atau short course tentang SCCR? terima kasih

    • budisuanda says:

      Terima Kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat. Saya pernah baca buku2 terkait cost reduction. mungkin bisa googling. Utk seminar atau short course setau saya tidak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>