Perbedaan Dampak Aplikasi Project Management Perusahaan Konstruksi

Posting kali ini, akan memberikan perbedaan gejala atas aplikasi manajemen proyek pada perusahaan konstruksi dengan berdasarkan pada dua kondisi ekstrim atas gejala jika belum aplikasi dengan baik dan gejala jika sudah aplikasi dengan baik. Ini dapat menjadi semacam quick-assessment tingkat aplikasi manajemen proyek pada perusahaan konstruksi.

Telah kita ketahui bahwa terdapat lima level of maturity pada aplikasi project management pada posting sebelumnya. Dimana diketahui pula bahwan umumnya perusahaan konstruksi besar di Indonesia masih berada pada level 2 hingga level 3. Hal tersebut berarti perusahaan konstruksi besar Indonesia masih menghadapi banyak masalah dalam pelaksanaan proyeknya.

Gambar berikut ini menunjukkan indikasi / gejala pada proyek dimana project management tidak diaplikasikan dan telah diaplikasikan

 

Gambar 1. Perbedaan Kondisi Aplikasi Manajemen Proyek

Penjelasan :

1. Keterkaitan dengan Strategi Organisasi – Project management menghubungkan proyek dengan strategi organisasi. Pemilihan proyek akan berdasarkan strategi organisasi perusahaan. Pada organisasi yang tidak menggunakan project management, proyek tidak dipilih mengikuti strategi organisasi karena tidak terhubung. Perusahaan tentu saja akan kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya.

2. Improvement Process – Project management selalu melakukan continuous improvement. Hal ini setidaknya dapat dilihat pada model maturity level, lesson learned pada organizational process assets, tools quality assurance – control, dll. Tanpa aplikasi manajemen proyek, proses pengembangan akan lambat bahkan cenderung jalan ditempat.

3. Pengukuran Kinerja Proyek – Project management menyediakan instrument pengukuran kinerja yang umumnya ada pada core knowledges (cost – quality – time) pada proses control. Dimana instrument tersebut penting dan utama serta telah teruji dalam menilai kinerja proyek. Pada perusahaan yang belum aplikasi project management dengan baik, penilaian kinerja tidak dilakukan secara konsisten sesuai kaidahnya. Hal ini tentu saja akan membuat kekeliruan kesadaran atas permasalahan kinerja.

4. Mengutamakan System, bukan Otorisasi Penuh ke Project Manager – Project manager dalam project management lebih berperan sebagai change leader dimana telah tersedia sistem baku dalam pelaksanaan manajemen proyek. Pada organisasi yang tidak implementasi sistem project management, project manager akan diserahi otorisasi sangat tinggi dimana sistem project management masih dalam posisi yang belum standart. Proses management proyek pada organisasi yang belum aplikasi project management dg baik, sangat tergantung pada sistem management dari project manager sehngga berbeda proyek maka sistem cenderung tidak akan sama

5. Kolaborasi Management – Project Manager – Project management telah membagi tugas antara project manager dan management dengan baik terutama dengan adanya konsep PMO dimana management support adalah penting dalam konsep project management standard. Sedemikian project manager akan sering berkoordinasi dg management bukannya segan. Akan terdapat pembagian tugas yang sesuai antara PMO / management dan project. Pada organisasi yang belum aplikasi project management, pembagian tugas hampir semua diserahkan kepada project management. Sehingga project manager akan overload dan lebih lanjut akan mengurangi level of success atas pelaksanaan proyek.

6. PM Proses dan Tools – Techniques – Dalam standard project management, segala proses berikut tools – techniques telah dibakukan. Hal ini tentu akan sangat membantu penggunanya. Berbeda dengan organisasi yang belum aplikasi standard project management, proses beserta tools – techniques akan berbeda2 dan tidak secara konsisten dilakukan. Dampaknya pengelolaan proyek menjadi kacau sehingga kinerja proyek umumnya kurang dan tidak baik.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Proyek and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>