Kondisi dan Perilaku Biaya Tidak Langsung Berdasarkan Penelitian

Tulisan ini akan memberikan gambaran terhadapa kondisi dan perilaku kelompok biaya tidak langsung proyek berdasarkan hasil penelitian. Terdapat dua referensi yang digunakan pada tulisan ini yaitu Tah et al (1994) dan penelitian yang dilakukan oleh Biemo W. soemardi dan Rani G. Kusumawardani.

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tah et al (1994), menyimpulkan bahwa dari tujuh perusahaan konstruksi yang disurvey kesemuanya menggantungkan pada kemampuan estimasi subyektif berdasarkan pengalaman yang lalu. Sedemikian dapat dikatakan bahwa sebagian kontraktor tidak memiliki pedoman yang baik dalam melakukan estimasi biaya ini.

Sedangkan berdasarkan referensi artikel yang berjudul “Studi Praktik Estimasi Biaya Tidak Langsung Pada Proyek Konstruksi” oleh Biemo W. Soemardi dan Rani G. Kusumawardani dengan beberapa hasil survey penting sebagai berikut:

  1. Semua kontraktor sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep biaya tidak langsung. Perbedaan pada kemampuan merinci item biaya tidak langsung pada kontraktor kecil yang lebih general / kurang rinci dibanding dengan kontraktor menengah dan besar. Faktor pengalaman dan organisasi berperan dalam perbedaan ini.
  2. Sebagian besar kontraktor kecil dan menengah menganggap bahwa melakukan estimasi biaya tidak langsung berpengaruh terhadap besar-kecilnya keuntungan yang akan didapat sehingga mereka menganggap penting estimasi biaya tidak langsung ini. Sedangkan kontraktor besar mempunyai kesadaran pentingnya melakukan estimasi biaya tidak langsung dengan tujuan untuk  mengantisipasi risiko dan diharapkan nilai yang ditetapkan dapat bersaing sehingga dapat memenangkan proyek dan mendapat keuntungan. Jadi kontraktor besar cenderung lebih fokus dalam hal mengantisipasi biaya risiko.
  3. Mekanisme penetapan biaya tidak langsung dilakukan berdasarkan pertimbangan terhadap risiko proyek, nilai proyek, dan karakteristik proyek.  Kontraktor besar lebih terperinci dalam menentapkan biaya ini pada tiap elemennya dan telah memiliki standart perusahaan tersendiri. Prosentase biaya ini terhadap keseluruhan nilai proyek juga telah dievaluasi kecenderungannya berdasarkan pengalaman sebagai bagian dari sistem kontrol. Pada kontraktor kecil umumnya dilakukan dengan mengacu pada pengalaman sebelumnya.
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan sebagian besar tergantung pada karakteristik proyek seperti jenis proyek, luas proyek, lokasi proyek, jadwal, pihak-pihak yang terlibat dan juga kompleksitas proyek.
  5. Pengendalian biaya ini sudah dilakukan namun ada keterbatasan personil oleh kontraktor kecil dan keterbatasan waktu bagi kontraktor menengah dan besar. Penyimpangan biaya terjadi pada faktor eskalasi harga.
  6. Item biaya tidak langsung yang berpengaruh terhadap penawaran adalah contigency, keuntungan, pajak, jaminan dan asuransi, serta overhead. Estimasi juga dilakukan berdasarkan prosentase biaya ini terhadap total nilai kontrak.
  7. Teridentifikasi bahwa 90% biaya ini secara pareto adalah direksi keet, gudang / loas kerja, PPN, biaya administrasi dan perijinan, profit maksimum 10%, air kerja, mobilisasi / demobilisasi, listrik kerja / genset, asuransi tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan K3, pembersihan lokasi yang akan dikerjakan, pagar pengaman proyek, keamanan dan akses jalan sementara.
  8. Semakin besar nilai kontrak maka semakin kecil prosentase biaya tidak langsung.
  9. Proporsi biaya tidak langsung pada kontraktor besar relatif lebih rendah dibanding kontraktor menengah dan kecil. Hal ini karena kemampuan kontraktor besar yang lebih baik dalam mengantisipasi biaya.
  10. Terdapat perbedaan besaran nilai biaya ini berdasarkan jenis proyek yang dikerjakan dan status pemilik proyek (Pemerintah atau Swasta)

Hasil penelitian di atas pada dasarnya sudah memberikan cukup gambaran bagaimana proses perencanaan dan pengendalian biaya ini terhadap penyimpangan yang terjadi.

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kondisi dan Perilaku Biaya Tidak Langsung Berdasarkan Penelitian

  1. a) The setting, peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. Hal-hal yang perlu diketahui untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data, waktu dan lamanya wawancara, serta biaya yang dibutuhkan.

  2. Nicky says:

    hallo pak Wahyu,beberapa hari yg lalu, saya iseng buat akun di odesk sbg contractor, tapi setealh saya baca artikel-artikelnya pak wahyu di blog ini, saya mulai tertarik untuk terjun ke dunia freelance .setealh saya buat profile contractor dan nyari tau ttg apa saja yg saya harus lakuin untuk melengkapi job apprication, disitu diharuskan agar saya mengverifikasi identitas di Identity Verification Program . Untuk bisa meng-apply program tersebut, saya harus masukkan scan KTP dan semacam surat pernyataan dari bank. apa itu harus dilakukan?Mohon penjelasannya & Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>