Faktor Penting Biaya Alat

Kejadian inefisiensi yang tinggi di komponen biaya alat adalah hire too much dan low productivity. Dua faktor tersebut adalah yang paling dominan pada penyimpangan biaya alat. Penjelasan berikutnya akan lebih mendetailkan lebih lengkap mengenai faktor lain yang penting dalam pengendalian biaya alat.

Terdapat beberapa alat yang sering digunakan dalam pelaksanaan proyek konstruksi baik gedung maupun bangunan sipil, yaitu Tower crane, mobile crane, Passanger hoist, Genset, Excavator, Bulldozer, Vibro roller, Truk, dan lain2.

Alat-alat tersebut adalah alat yang sering disewa secara khusus oleh kontraktor. Karakter alat dan komponen biaya alat di atas adalah informasi penting dalam mendapatkan faktor-faktor dalam pengendalian biaya alat. Berikut adalah faktor hasil evaluasi dan pengalaman di proyek:

  1. Kapasitas. Penggunaan alat yang berkapasitas lebih besar dari yang dibutuhkan, akan membuat biaya alat lebih besar.
  2. Jumlah. Hampir sama dengan kapasitas, jumlah alat yang disewa agar tidak melebihi dari kebutuhan yang ada. Semakin banyak alat, akan membutuhkan effort pengendalian biaya yang lebih besar.
  3. Produktifitas. Berdasarkan kondisi alat, operator, dan pekerjaannya, alat akan memiliki produktifitas tertentu. Dalam pelaksanaan, produktifitas aktual harus setidaknya sama dengan produktifitas target.
  4. Konsumsi bahan bakar dan oli serta listrik (jika menggunakan listrik). Faktor ini terkait juga dengan tingkat efisiensi alat.
  5. Sumber alat. Lokasi asal alat akan menentukan besarnya biaya mobilisasi dan demobilisasi alat. Semakin jauh dan sulit proses ini akan menaikkan biaya.
  6. Perawatan dan umur alat. Tingkat perawatan yang kurang baik dan umur alat yang makin tua akan membutuhkan perawatan yang lebih sering. Disamping akan menurunkan efisiensi alat dan merugikan jika terjadi kerusakaan saat digunakan.
  7. Tingkat kesulitan pekerjaan. Pekerjaan dengan bantuan alat, apabila sulit dikerjakan, maka akan menurunkan produktifitas. Alat juga dapat rusak apabila dalam praktiknya alat dipaksa bekerja melebihi yang dapat dilakukan.
  8. Metode pelaksanaan. Faktor ini juga terkait dengan produktifitas. Semakin mudah metode pelaksanaan, maka prduktifitas akan tinggi. Tapi apabila sulit, maka akan tidak hanya menurunkan produktifitas, juga akan membuat alat lebih gampang rusak.
  9. Mismatch. Istilah ini adalah apabila telah tersedia alat, namun tidak didukung oleh kesiapan yang lain seperti tenaga kerja, bahan bakar, metode dan gambar pelaksanaan, material, dan resources lainnya.
  10. Overtime. Alat yang bekerja secara overtime akan memiliki produktifitas yang lebih rendah. Sehingga bekerja maksimal tanpa overtime akan lebih baik.
  11. Perjanjian. Kondisi perjanjian yang tidak imbang atau tidak baik juga akan membuat biaya gampang membengkak.
  12. Pengendalian. Lemahnya sistem pengendalian biaya alat, akan membuat penyimpangan biaya yang besar karena adanya penyimpangan tidak terdeteksi sejak awal sehingga terjadi akumulasi penyimpangan biaya.
(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>