Menghemat BBM Pada Genset Untuk Pekerjaan Proyek

Tiap pelaksanaan proyek akan membutuhkan BBM dalam jumlah besar. Komponen biaya ini juga semakin hari semakin tinggi akibat solar sebagai BBM utama tidak disubsidi dan mengikuti harga minyak dunia. Konsumsi BBM yang terus meningkat juga telah membuat gejolak ekonomi kita saat ini. Tulisan ini berusaha memberikan kontribusi penghematan BBM pada aspek alat Genset.

 

Genset adalah alat pembangkit listrik yang sering menjadi pilihat utama dalam pengadaan sumber listrik di proyek. Namun dalam pelaksanaannya, genset tidak dioperasikan dengan seharusnya sehingga terjadi pemborosan listrik yang akhirnya menjadi pemborosan BBM. Ini sering tidak disadari dan sering menjadi hidden cost dalam pelaksanaan proyek.

Beberapa inefisiensi yang terjadi terkait operasional genset dan BBM yang sering terjadi dalam pelaksanaan proyek adalah sebagai berikut:

  • Genset beroperasi pada beban rendah
  • Genset beroperasi tanpa beban cukup lama
  • Genset yang digunakan memiliki efisiensi yang rendah
  • Maintenance genset yang tidak baik
  • Rumah genset yang tidak kondusif
  • Lokasi genset yang terlalu jauh dari lokasi pusat pelaksanaan
  • Rendahnya kemurnian BBM
  • Pencurian / penipuan takaran BBM
  • Dan beberapa yang lain

Tanpa disadari, kejadian di atas telah membuat biaya BBM membengkak lebih dari 50%. Sehingga sudah waktunya untuk melakukan upaya-upaya untuk menghemat BBM tersebut.

 

Gambar genset yang sering digunakan di proyek

Berikut ini adalah 16 langkah pilihan yang telah melalui diskusi dan uji coba dalam pelaksanaan di proyek dalam menghemat pemakaian BBM yang bisa menjadi referensi dalam pelaksanaan proyek yang lebih hemat BBM, yaitu:

  1. Pemilihan genset dengan efisiensi terbaik. Langkah ini dilakukan dengan uji sederhana tingkat efisiensi genset yang akan digunakan. Pilihlah genset yang memiliki efisiensi tertinggi walaupun harga sewa sedikit lebih mahal. Hal ini karena porsi biaya BBM jauh lebih besar ketimbang harga sewa genset.
  2. Membuat dan menyepakati manajemen operasi genset dimana pada beban rendah dapat digunakan genset lebih kecil dan segera mematikan genset apabila tidak digunakan. Perlu diketahui bahwa pada posisi standby, genset tetap mengkonsumsi BBM sebesar 10-15% dari kebutuhan BBM pada beban puncak. Akan sangat baik menyediakan operator genset secara khusus.
  3. Genset akan memiliki efisiensi yang lebih tinggi apabila bekerja pada beban tinggi. Sehingga harus dipikirkan untuk menyediakan 2-3 genset yang berbeda kapasitas yang dioperasikan sesuai dengan beban yang ada.
  4. Pilihlah genset dengan record perawatan yang baik. Hal ini karena perawatan yang jelek akan membuat kerja genset boros BBM.
  5. Mendesign rumah genset dengan air flow yang baik dengan cara sistem ventilasi yang lebih baik. Hal ini karena suhu tinggi akan membuat kinerja genset menurun. Di samping itu, agar diupayakan genset diletakkan di tempat yang teduh atau menggunakan pelindung panas pada atap rumah genset.
  6. Jarak genset dengan alat listrik yang terlalu jauh akan menyebabkan rugi daya terlebih alat listrik dengan daya yang besar. Sehingga genset harus diletakkan sedekat mungkin dengan alat listrik yang memiliki daya yang besar. Genset juga akan lebih baik diletakkan mendekati titik tengah dari semua alat listrik yang digunakan. Sehingga menempatkan genset di salah satu ujung bangunan proyek jelas tidak efisien akibat rugi daya yang besar.
  7. Sering terjadi pembelian BBM dengan kemurnian yang rendah. Sebaiknya gunakan alat khusus untuk menguji kemurnian BBM seperti cetane number. Hal ini karena kemurnian BBM yang rendah akan sangat merugikan tidak hanya biaya tapi juga durability genset
  8. Gunakanlah takaran standart BBM seperti tanki BBM yang telah ditera sebelumnya dan atau menggunakan drum untuk memastikan volume pengiriman telah sesuai.
  9. Gunakan alat pemantau khusus untuk menghindari pencurian BBM seperti cctv atau petugas khusus.
  10. Langkah gasifikasi. Langkah ini adalah langkah mengganti jenis BBM solat dengan gas yang murah dan tidak import. Sayangnya gasifikasi terhambat oleh langkanya genset gas dengan kapasitas besar dan sistem supply gas masih dalam bentuk tabung kapasitas terbatas. Sehingga gasifikasi baru dapat dilakukan pada listrik kantor dan mess proyek.
  11. Menggunakan alat penghemat BBM seperti alat yang berbasis medan magnet dan kapasitor bank. Medan magnet akan membuat ikatan molekul BBM solat menjadi lebih gampang terurai dan terbakar. Alat ini mampu menghemat listrik sekitar 10-20%. Sedangkan kapasitor bank akan mengurangi induksi listrik dan mampu menghemat listrik sebanyak 10-15%.
  12. Menggunakan alat tambahan khusus seperti turbo charger yang akan meningkatkan efisiensi genset.
  13. Memberikan tambahan bahan kimia pada BBM.
  14. Mengadakan alat listrik sesuai kebutuhan dan dioperasikan sesuai kebutuhan pula
  15. Menggunakan alat listrik yang lebih hemat listrik.
  16. Menggunakan sensor pada lampu penerangan lapangan sehingga pemakaian tidak berlebihan

 

(Untuk berdiskusi dan konsultasi terkait permasalahan Project Management yang sedang dihadapi, silahkan klik – Konsultasi. Untuk melihat lengkap seluruh judul posting, silahkan klik – Table of Content.)

 

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Biaya, Riset, Inovasi & Teknologi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>