Kinerja Perusahaan Konstruksi Di Tengah Gejolak Ekonomi

Saat ini dunia usaha sedang bermasalah akibat dari gejolak ekonomi dunia yang sedang terjadi. Fundamental ekonomi Indonesia yang rapuh menyeret Indonesia ke dalamnya dengan pemberat neraca transaksi berjalan. Kurs melemah dan suku bunga pun dinaikkan. Perusahaan konstruksi yang rentan dengan kurs dan suku bunga dikhawatirkan mengalami perlambatan. Bagaimana kinerjanya hingga kuartal III 2013?

Untuk melihat kinerja perusahaan, umumnya dilihat dari pencapaian terhadap target laba tahun berjalan dan pertumbuhan yoy (year on year). Pada posting ini hanya dilihat dari pertumbuhan yoy dengan membandingkan besaran pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yang dibandingkan pencapaian tahun berjalan.

Penilaian dilakukan pada empat perusahaan konstruksi terbesar Indonesia yaitu :

  1. PT. PP (Persero)
  2. PT. Wijaya Karya (Persero)
  3. PT. Adhi Karya (Persero)
  4. PT. Total Bangun Persada

Adapun variabel penting yang akan dilihat adalah variabel penjualan, laba bersih, Total Asset, Return on Equity / ROE, Return on Asset / ROA, dan Debt Equity Ratio / DER.

Berikut adalah tabel kinerja perusahaan konstruksi :

 

Tabel Kinerja Perusahaan Konstruksi Kuartal III Tahun 2012

 

Tabel Kinerja Perusahaan Konstruksi Kuartal III Tahun 2013

 

Tabel Perbandingan Perubahan Relatif Kinerja Perusahaan Konstruksi 2013-2012

 

Pembahasan

1. Penjualan. Pertumbuhan penjualan masih cukup tinggi terutama PT. PP yang terlihat sangat agresif. Pertumbuhan yang masih tinggi ini kemungkinan karena booming proyek dan program MP3EI dari pemerintah. Secara rata2 pada ke empat perusahaan konstruksi terjadi kenaikan penjualan sebesar 48,4%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gejolak ekonomi tidak berpengaruh pada penjualan perusahaan konstruksi.

2. Laba bersih. Pertumbuhan laba bersih juga terlihat naik signifikan. Dalam hal laba bersih, PT. PP terlihat mengalami pertumbuhan paling tinggi yang diikuti oleh PT. Adhi Karya. Hanya PT. Total BP yang mengalami pertumbuhan di bawah 10%. Namun secara rata2 pertumbuhan laba bersih adalah sebesar 61,14%. Sehingga jika dilihat dari laba bersih, gejolak ekonomi tidak atau belum mempengaruhi.

3. Asset. Terjadi kenaikan asset pada ke empat perusahaan konstruksi. Kenaikan asset tertinggi dialami PT. PP sebesar 38,34%. Kenaikan asset secara rata2 adalah 20,64%. Hal ini berarti sangat positif dimana pertumbuhan laba juga diiringi oleh peningkatan asset.

4. Return on Equity / ROE. ROE terbaik dialami oleh PT. Total BP sebesar 28,3% namun justru merupakan penurunan ROE terhadap pencapaian tahun lalu. Jika dilihat dari perubahan relatif, maka PT. PP mengalami perbaikan ROE dari 9,7% menjadi 16,3% atau meningkat 68,04%. Secara rata2, perubahan relatif ROE adalah sebesar 35,85%. Sehingga tingkat profitabilitas secara umum dikatakan membaik.

5. Return on Asset / ROA. ROA terbaik masih dipegang oleh PT. Total BP sebesar 9,1% dimana nilai ini adlaah sama dengan periode yang sama pada tahun 2012. Perbaikan ROA terbaik dialami oleh PT. Adhi Karya sebesar 58,82% yang diikuti oleh PT. PP sebesar 52,94%. Secara rata2 perbaikan ROA adalah sebesar 34,56%. Hal ini mengekor pada pencapaian ROE.

6. Debt Equity Ratio / DER. DER terbaik dicapai oleh PT. Total BP sebesar hanya 2,0x dan mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,2x. DER terjelek dialami oleh PT. Adhi Karya sebesar 5,9x. Jika dilihat dari perubahan relatifnya, maka PT. PP mengalami penurunan kualitas hutang karena terjadi peningkatan DER sebesar 17,39% menjadi 5,4x. Perubahan relatif rata2 adalah 0,81% atau cukup kecil.

 

Kesimpulan

  • Gejolak ekonomi tampaknya tidak berpengaruh atau setidaknya belum memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan kualitas profitabilitas.
  • Secara umum dapat dikatakan bahwa perusahaan konstruksi cukup mampu dalam mengatasi gejolak ekonomi yang terjadi.
  • PT. PP (Persero) mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi baik penjualan dan laba bersih serta perbaikan kualitas profitabilitas ROE dan ROA. Namun aggresifitas perusahaan ini membawa dampak pada menurunnya kualitas hutang. Terlihat perusahaan mendorong pertumbuhan dengan menambah hutang perseroan.
  • PT. Total Bangun Persada terlihat konsisten dalam mengutamakan kualitas profitabilitas. Perusahaan ini tidak gegabah mengambil proyek.
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor, Proyek Indonesia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kinerja Perusahaan Konstruksi Di Tengah Gejolak Ekonomi

  1. Semoga dunia konstruksi Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan
    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>