Langkah-langkah Sediaan Bekisting High Rise Building yang Efisien

Sediaan bekisting mempengaruhi durasi pelaksanaan. Semakin besar sediaan bekisting, maka durasi pelaksanaan semakin singkat. Demikian pula sebaliknya. Namun pada penambahan volume sediaan bekisting tertentu, durasi pelaksanaan akan tetap dan tidak berkurang. Hal ini berarti berlaku sifat optimum pada jumlah sediaan bekisting.

 

Dari sisi biaya pelaksanaan seperti yang telah dibahas pada posting sebelumnya, semakin besar volume sediaan bekisting, maka biaya pelaksanaan akan semakin besar. Sehingga perencanaan sediaan bekisting yang baik adalah apabila volume sediaan sekecil mungkin dengan speed pelaksanaan sesuai target pelaksanaan.

 

Sediaan bekisting yang menjadi dasar perencanaan adalah sediaan bekisting horizontal. Ini didasarkan pada asumsi bahwa sediaan bekisting vertikal harus bisa mengikuti speed bekisting horizontal. Dalam kenyataannya, bekisting vertikal lebih fleksibel mengikuti speed pelaksanaan yang didasarkan oleh sediaan bekisting horizontal.

 

Sediaan bekisting horizontal dapat dihitung dengan rumus pendekatan sebagai berikut:

S = Ds / Fr, dimana:

S adalah volume sediaan bekisting (lantai)

Ds adalah Durasi siklus 1 zone

Fr adalah speed pelaksanaan yang dinyatakan dalam floor to floor (hari)

 

Bagi pelaksana konstruksi, tentu diharapkan sediaan bekisting yang sedikit dengan pelaksanaan yang tepat waktu. Berdasarkan rumus di atas dapat disimpulkan bahwa dengan waktu pelaksanaan (speed pelaksanaan) sesuai target, maka volume sediaan sangat terkait dengan Ds (durasi pelaksanaan siklus 1 zone). Hal ini menjadi faktor kunci untuk mendapatkan besaran sediaan bekisting yang efisien.

 

Durasi siklus 1 zone sangat tergantung pada type struktur dan type bekisting. Sebagai contoh diambil type struktur open frame dan type bekisting konvensional yang terdiri atas variabel pelaksanaan sebagai berikut:

  1. Durasi pemasangan perancah balok (D1)
  2. Durasi pemasangan perancah pelat (D2)
  3. Durasi pemasangan bodeman bekisting balok (D3)
  4. Durasi pemasangan tembiring bekisting balok (D4)
  5. Durasi pemasangan bekisting pelat (D5)
  6. Durasi pemasangan besi balok (D6)
  7. Durasi pemasangan besi pelat (D7)
  8. Durasi untuk melakukan inspeksi dan repair (D8)
  9. Durasi untuk melakukan pengecoran (D9)
  10. Durasi untuk pengerasan beton hingga mencapai kekuatan yang dibutuhkan yaitu 65% – 70% (sesuai rekomendasi ACI) (D10)
  11. Durasi untuk membongkar bekisting tembiring (D11)
  12. Durasi untuk membongkar perancah pelat (D12)
  13. Durasi untuk membongkar bekisting pelat (D13)
  14. Durasi untuk membongkar perancah balok (D14)
  15. Durasi untuk membongkar bekisting bodeman balok (D15)
  16. Durasi untuk menyusun dan memindahkan perancah dan material bekisting (D16)

 

Item pekerjaan no.1 hingga no. 9 adalah item-item pekerjaan pemasangan bekisting hingga cor dan item no. 10 hingga no. 16 adalah item-item pekerjaan pengerasan beton hingga pemindahan bekisting.

 

Kesimpulan sebelumnya didapat bahwa sediaan bekisting akan efisien jika total durasi pelaksanaan siklus 1 zone (D1-D16) semakin singkat. Hal ini berarti perlu usaha-usaha membuat durasi siklus 1 zone semakin singkat. Berikut usaha-usaha yang dapat dilakukan:

  • Gunakan type bekisting semi-system agar masa pemasangan dan pembongkaran dapat lebih cepat.
  • Gunakan tenaga kerja yang trampil dan produktifitas yang tinggi.
  • Hilangkan jam kerja tidak produktif, salah satunya dengan menyediakan shelter pekerja di dekat lokasi pekerjaan.
  • Pemasangan perancah segera mungkin setelah lantai tercor
  • Rakit perancah menjadi bagian frame yang lebih besar agar pemasangan lebih cepat
  • Prefab bekisting bodeman dengan balok pikul untuk mempercepat durasi pasang bekisting bodeman balok
  • Rancang sistem sambungan bekisting tembiring balok sedemikian proses pemasangan dan pembongkaran menjadi lebih cepat
  • Prefab bekisting pelat agar lebih cepat dipasang
  • Gunakan material spandeck untuk mempercepat pelaksanaan karena dapat berfungsi sebagai pembesian pelat bawah dan menghilangkan item pembongkaran bekisting pelat.
  • Gunakan pelumas bekisting yang baik agar proses pembongkaran tidak terhambat
  • Usahakan prefab besi sebanyak mungkin untuk mempercepat pemasangannya. Rancang pembeesian balok sedemikian gampang untuk dilakukan prefab.
  • Gunakan besi pelat wiremesh karena proses pemasangan yang cepat.
  • Lakukan inspeksi bertahap dan marathon. Usahakan secepat mungkin ada bagian bekisting yang siap walaupun secara keseluruhan belum siap.
  • Pengecoran dengan menggunakan pompa beton karena jauh lebih cepat dan lebih efisien karena volume yang banyak
  • Gunakan additif beton dalam dosis secukupnya untuk mempercepat pengerasan beton dengan biaya sedikit mungkin.
  • Lakukan perhitungan masa pembongkaran bekisting yang detail. Umumnya menghasilkan masa bongkar yang lebih singkat dari yang ditentukan oleh peraturan
  • Bongkar bekisting tembiring balok setelah 12 jam pengecoran. Elemen vertikal dapat segera dibongkar setelah 12 jam pengecoran.
  • Gunakan metode pembongkaran shoring karena akan mempercepat masa pembongkaran bekisting balok dan pelat (horizontal)
  • Set panel bekisting agar menyesuaikan dengan dukungan perancah sehingga akan lebih gampang dibongkar.
  • Ikat panel bekisting yang telah dibongkar untuk memudahkan disusun dan dipindahkan.
  • Gunakan loading dock dalam jumlah cukup untuk memindahkan perancah dan bekisting
  • Pastikan alat angkut dan transportasi dalam kondisi yang fit agar tidak terjadi waktu hilang yang berdampak penurunan produktifitas kerja.

 

Secara umum di kalangan pelaksana konstruksi high rise building, berpendapat bahwa sediaan bekisting tertentu berarti semua elemen bekisting yang harus disediakan adalah sejumlah sediaan bekisting tersebut. Elemen bekisting yang dimaksud untuk sistem open frame dan bekisting konvensional adalah:

  • Perancah balok
  • Perancah pelat
  • Bekisting bodeman balok
  • Bekisting tembiring balok
  • Bekisting pelat

 

Contoh ditentukan sediaan bekisting adalah 2.5 lantai, maka semua elemen bekisting yang harus disediakan adalah sebanyak 2.5 lantai. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Sediaan 2.5 lantai ternyata adalah sediaan elemen bekisting yang terbanyak tapi tidak secara keseluruhan karena sifat urutan dan durasi pelaksanaan tiap elemen yang berbeda.

Sebagai penjelas diberikan contoh sebagai berikut:

Suatu pelaksanaan bekisting high rise building dengan target speed adalah floor to floor 7 hari, durasi silkus 1 zone adalah 15 hari dan rencana schedule siklus per zone sesuai tabel berikut:

Gambar   Schedule pelaksanaan siklus 1 zone

Maka perhitungan sediaan bekisting yang terperinci adalah:

Tabel Perhitungan kebutuhan bekisting terinci

 

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa sediaan 2.5 hanya pada sediaan bekisting balok. Perancah dan bekisting pelat serta bekisting bodeman balok cukup 2 lantai. Bekisting tembiring bahkan hanya perlu 1 lantai. Dengan merinci kebutuhan sediaan bekisting, maka biaya bekisting akan semakin efisien.

 

 

 

 

Did you like this? Share it:
This entry was posted in Manajemen Kontraktor and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Langkah-langkah Sediaan Bekisting High Rise Building yang Efisien

  1. Ali Haryadi says:

    Terima kasih atas uraiannya , sangat membantu

  2. Jeis says:

    Selamat Siang pak,
    Kebetulan Saya saat ini baru bekerja di kontraktor
    Saya saat ini ditugasi untuk membuat analisa sediaan bekisting.
    Kalau saya boleh tahu,untuk durasi pelaksanaan itu ditentukan dari apa saja?
    Untuk pembagian zoningnya seperti apa?
    Dan untuk contoh kasus diatas pada luas lahan dan volume cor berapa m3?

    Terima kasih banyak pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

     

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>