Visi Misi dan Tiga Konstrain Proyek

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas mengenai definisi visi misi dan perlunya visi misi proyek serta alasannya. Pada tulisan ini (pembahasan lanjutan dari tulisan sebelumnya) akan mencoba menghubungkan visi misi proyek dengan tiga konstrain proyek.

 

Tiga konstrain proyek merupakan suatu istilah dari bahasa Inggris terkait Manajemen Proyek yang secara sederhana adalah Biaya, Mutu, dan Waktu atau yang lebih dikenal dengan singkatan BMW. Pada proyek konstruksi, dewasa ini berkembang satu konstrain lagi yakni Safety. Tidak cukup berhenti di situ, beberapa perusahaan konstruksi juga menambahkan unsur Housekeeping dan Enviromental sebagai konstrain tambahan. So, jika diikuti akan ada enam konstrain proyek. Safety Management dan Enviromental Management adalah dua knowledge tambahan dalam cakupan manajemen proyek untuk proyek kategori konstruksi.

 

Konstrain proyek tersebut merupakan aspek dari manajemen proyek yang harus diperhatikan dan menjadi variabel utama dalam menilai kualitasnya. Masing-masing konstrain memiliki targetnya masing-masing, dan tentu saja harus seimbang. Kenapa harus seimbang? Karena semua harus diperhatikan tanpa prioritas. Sehingga penting bagi tim proyek memahami konstrain tersebut dalam menjalankan organisasi proyek.

 

Lalu apa hubungannya dengan visi dan misi proyek? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa visi adalah tujuan akhir yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Sedangkan konstrain adalah aspek penting yang harus diperhatikan dan memiliki target masing-masing alias juga memiliki tujuan masing-masing. Dari sinilah kita mulai akan menarik kesimpulan bahwa ada kaitan antara visi misi proyek dan konstrain proyek.

 

Tujuan / visi suatu organisasi itu tentu berbeda-beda dan seringkali tidak hanya dirumuskan dalam satu aspek, tapi malah beberapa aspek. Mari kita lihat contoh visi pada beberapa perusahaan:

  • Bank Mandiri : Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif
  • Samsung : Inspire the World, Create the Future
  • Nokia : Connecting people and Very Human Technology

 

Terlihat perusahaan tersebut memiliki lebih dari satu tujuan (visi).

Visi yang dirumuskan akan seluas level organisasi. Kita lihat kembali visi Bank Mandiri yang cakupannya berada pada lingkup di Indonesia, sedangkan Samsung bercita-cita di tingkat dunia, lalu Nokia juga sama. Hal ini berarti apabila dihubungkan untuk level organisasi proyek, tentu saja visi harus disesuaikan untuk di level proyek itu saja dan sudah pasti akan unik sesuai dengan karakteristik proyek.

 

Pada umumnya tujuan proyek ditinjau dari tiga konstrain adalah Biaya tidak melebihi budget, Mutu yang sesuai spesifikasi kontrak, serta Waktu pelaksanaan sesuai dengan Schedule yang disyaratkan. Rasanya tidak salah apabila Visi proyek melekat padanya tujuan dari tiga konstrain proyek. Sebagai contoh mungkin dapat diberikan beberapa visi proyek sebagai berikut:

  • ”Melaksanakan proyek gedung bertingkat tinggi dengan mutu terbaik dengan biaya yang efisien dan tepat waktu”
  • ”Menjadikan proyek dermaga yang memberikan nilai tambah lebih bagi stakeholder dengan dukungan inovasi yang kuat”
  • ”Menjadi proyek EPC tercepat, efisien, dan mutu memuaskan”
  • “Pelaksanaan proyek dengan perencanaan dan monitoring yang baik untuk mencapai mutu yang bersaing di tingkat regional, namun dengan biaya yang efisien dan dalam waktu yang telah ditentukan.”

 

Dalam ilmu management proyek, dikenal istilah Project charter yang merupakan semacam dokumen aplikasi yang berisi penugasan kepada tim proyek. Di dalamnya juga terdapat isian GOAL / TUJUAN proyek yang bisa saja dapat dimaknai dengan VISI-MISI proyek. Semakin menegaskan betapa pentingnya GOAL / VISI / Tujuan dalam rangka mencapai sukses proyek. Ada baiknya kita lihat gambar di bawah ini:

Seperti kita ketahui bahwa kalimat visi haruslah sederhana, dapat dipahami, dan menginsiprasi semangat anggota tim. Kadangkala kalimat yang sederhana belum cukup untuk menjelaskan mimpi yang dimaksud dalam visi tersebut. Untuk itu diperlukan penyamaan persepsi atas mimpi yang dikhayalkan dengan cara sosialisasi yang mendiskripsikan visi tidak hanya dalam kalimat penjelas, namun juga dengan gambaran-gambaran tambahan sedemikian cita rasa mimpi telah tertangkap dengan jelas, dipahami, dan menginspirasi serta memacu semangat juang bagi semua anggota tim.

 

Perlu dicatat bahwa dalam satu tim proyek, terdapat berbagai bidang dan keahlian serta beragam tingkat kemampuan. Visi yang dirumuskan sebaiknya dikemukakan dalam bahasa yang gampang dipahami oleh seluruh anggota tim proyek. Di samping itu, perlu pula diperhatikan aspirasi tim. Hal tersebut akan mempermudah terlaksana dan tercapainya visi dan misi proyek.

 

Terakhir agar dapat menginspirasi pembaca, dalam tulisan ini akan diberikan contoh mengenai visi perusahaan konstruksi terbaik dunia, sebagai berikut:

  • HOCHTIEF (Jerman) : “Hochtief is building the future. –Along with our partners, we expand horizons, link people and organizations, create new ways to think and act, and continually enhance the values entrusted to our care.”
  • ACS (Spanyol) : “A worldwide reference in the industry of infrastructure development, both civil and industrial engineering projects. A Group which participates in the development of sectors which are fundamental for the economy. A Company committed to economic and social progress in the countries where it is present.”
  • PCL (Kanada) : “…aspiring to be the most respected builder, renowned for excellence, leadership, unsurpassed value.”
Did you like this? Share it:
This entry was posted in Leadership & Project Manager, Manajemen Kontraktor and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>