{"id":7541,"date":"2021-11-27T15:48:59","date_gmt":"2021-11-27T15:48:59","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7541"},"modified":"2021-11-27T15:57:55","modified_gmt":"2021-11-27T15:57:55","slug":"penentuan-anggaran-proyek-bagi-kontraktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7541","title":{"rendered":"Penentuan Anggaran Proyek Bagi Kontraktor"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Bagi kontraktor, proses ini dilakukan dengan menjumlahkan semua biaya aktifitas proyek hasil proses estimasi biaya aktifitas termasuk biaya risiko, biaya pajak, biaya bunga bank, dan keuntungan. Kontraktor juga melakukan <em>review<\/em> atas kondisi <em>cash flow<\/em> yang terjadi dengan cara menghubungkan progres pekerjaan dengan <em>term of payment<\/em> dari pemilik proyek dan <em>term of payment<\/em> ke pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Adanya defisit <em>cash flow<\/em> akan menimbulkan biaya bunga bank yang akan dimasukkan ke dalam harga penawaran kontraktor. Hasil proses ini adalah RAB penawaran harga kontraktor. Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan atas perbedaan penentuan anggaran proyek dengan pemilik proyek termasuk rincian masukan, alat dan teknik, serta keluaran.<\/p>\n\n\n\n<ol type=\"1\"><li><strong>Penjumlahan biaya <em>overhead<\/em><\/strong> \u2013 Perhitungan yang dilakukan oleh kontraktor akan lebih terperinci dibandingkan dengan pemilik proyek. Hal ini karena tuntutan bagi kontraktor untuk rinci dan hati-hati dalam mengusulkan proposal biaya yang akan mengikat pada kontrak.<\/li><li><strong>Penentuan cadangan manajemen<\/strong> \u2013 Kontraktor menghitung biaya ini dengan lebih terperinci. Faktor seperti makro ekonomi dan kondisi pasar menjadi faktor utama yang diperhitungkan dimana melingkupi sebagian besar aktifitas proyek. Di samping itu, kontraktor akan menganalisa faktor terkait pemilik proyek. Komitmen pembayaran akan sangat diperhatikan dalam menentukan biaya ini. Hasil <em>review<\/em> atas draft kontrak akan dihitung nilai risikonya dan dimasukkan ke dalam biaya ini. Nilai ini akan besar pada proyek dengan kondisi <em>unbalanced contract<\/em>.<\/li><li><strong>Penentuan target keuntungan <\/strong>\u2013 Kegiatan ini hanya dilakukan oleh kontraktor yang sesuai dengan tujuan operasi bisnisnya dalam mengerjakan proyek. Penentuan target keuntungan bagi kontraktor, akan memperhatikan kebijakan dan strategi perusahaan, daftar faktor usaha, dan tingkat kompetisi lelang.<\/li><li><strong>Perhitungan kebutuhan modal<\/strong> \u2013 Kegiatan ini dilakukan dengan membuat rencana <em>cash flow<\/em>. Fokus kontraktor adalah pada defisit <em>cash flow<\/em> akibat ketimpangan <em>term of payment<\/em> dari pemilik proyek dan ke pihak ketiga. Defisit <em>cash flow<\/em> terbesar merupakan besaran modal yang harus disediakan oleh kontraktor. Kebutuhan modal menyebabkan adanya biaya bunga bank yang akan dimasukkan ke dalam biaya pelaksanaan proyek.<\/li><li><strong>Perhitungan anggaran biaya proyek<\/strong> \u2013Kontraktor menambahkan beberapa faktor <em>mark-up<\/em> biaya seperti keuntungan, pajak, risiko pelaksanaan dan biaya bunga bank di dalamnya yang tidak dilakukan oleh pemilik proyek.<\/li><li><strong>Penentuan cadangan ditawar <\/strong>\u2013 Kontraktor menambahkan kegiatan ini sebagai antisipasi atau cadangan pada proses negosiasi proyek dengan pemilik proyek. Nilai ini sangat tergantung dengan faktor-faktor terkait pemilik proyek. Kegiatan ini hanya dilakukan pada pemilik proyek swasta.<\/li><li><strong>Perhitungan harga penawaran<\/strong> \u2013 Kontraktor menentukan harga penawaran dengan menambahkan nilai cadangan ditawar pada anggaran biaya.<\/li><li><strong>Penentuan distribusi faktor <em>mark-up<\/em><\/strong> \u2013 Kontraktor menentukan faktor <em>mark-up<\/em> yang diperlukan dalam pembuatan RAB penawaran kepada pemilik proyek. Faktor <em>mark-up<\/em> adalah faktor atas biaya cadangan manajemen, target keuntungan, pajak, risiko khusus, dan bunga bank. Distribusi faktor ini dapat dilakukan dengan distribusi merata atau distribusi tidak merata. Penetapan metode faktor <em>mark-up<\/em> berdasarkan strategi kontraktor. Distribusi faktor <em>mark-up<\/em> yang tidak merata sering menjadi masalah saat negosiasi dengan pemilik proyek dan masalah audit pada proyek pemerintah. Sehingga harus dilakukan dalam batas-batas yang masih dapat diterima (<em>tolerable<\/em>)<\/li><li><strong>Pembuatan RAB penawaran harga <\/strong>\u2013 Secara khusus kontraktor membuat RAB penawaran harga yang dapat berbeda dengan pemilik proyek atas faktor-faktor keuntungan, cadangan manajemen, bunga bank, dan distribusi faktor <em>mark-up<\/em>. Terdapat beberapa kasus kontraktor dalam membuat RAB penawaran pada kontrak lump sum sesuai dengan kondisi seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah<\/li><li><strong>Pembuatan RAP proyek <\/strong>\u2013 Apabila negosiasi berhasil dan kontraktor mendapat <em>award<\/em>. Maka kontraktor segera membuat Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Pada dasarnya RAP ini bagi kontraktor adalah sama dengan acuan biaya. Namun sering dilakukan koreksi-koreksi tertentu untuk mempertajam acuan biaya. RAP menjadi acuan biaya pelaksanaan proyek. Selisih biaya atas koreksi akan mempengaruhi cadangan manajemen dan target keuntungan.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"661\" height=\"735\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7544\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/image-6.png 661w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/image-6-270x300.png 270w\" sizes=\"(max-width: 661px) 100vw, 661px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Terdapat lima tambahan alat dan teknik yang direkomendasikan pada proses ini bagi kontraktor dengan penjelasan sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol><li><strong>Estimasi <em>three-point<\/em><\/strong> \u2013 Teknik ini dapat digunakan dalam menghitung cadangan manajemen. Contoh dalam menentukan nilai kurs yang sering tidak terduga.<\/li><li><strong><em>Software<\/em> manajemen proyek<\/strong> \u2013 Proses penjumlahan pada proyek kompleks yang terdiri atas banyak aktifitas akan membutuhkan <em>software<\/em>. Di samping itu, proses pembuatan <em>cash flow<\/em> akan sangat baik jika dilakukan dengan bantuan <em>software<\/em>.<\/li><li><strong>Rapat negosiasi<\/strong> \u2013 Merupakan proses rapat antara kontraktor dan pemilik proyek untuk menegosiasikan harga penawaran dari kontraktor.<\/li><li><strong><em>Brainstorming<\/em><\/strong> \u2013 Dalam menentukan besaran cadangan manajemen dan target keuntungan, sering dilakukan dengan <em>brainstorming<\/em>.<\/li><li><strong><em>Review<\/em> acuan biaya <\/strong>\u2013 Merupakan <em>review<\/em> acuan biaya atas adanya temuan-temuan selama masa setelah penyampaian dokumen penawaran hingga sebelum pelaksanaan yang mengubah acuan biaya menjadi rencana anggaran pelaksanaan (RAP)<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Penawaran harga dari <em>Kontraktor<\/em> akan diklarifikasi atau dinegosiasi oleh pemilik proyek swasta atau BUMN. Pada jenis pemilik proyek pemerintah, penawaran kontraktor tidak diklarifikasi. Sehingga akan mempengaruhi strategi dalam menentukan harga penawaran oleh kontraktor. Klarifikasi akan membantu <em>Kontraktor<\/em> untuk memperbaiki adanya kekurangan dalam melakukan penawaran harga atau dokumen pendukungnya. Apabila <em>Kontraktor<\/em> memenangkan lelang, maka harga penawaran hasil proses negosiasi terakhir akan menjadi dasar biaya proyek dengan pemilik proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi kontraktor, proses ini dilakukan dengan menjumlahkan semua biaya aktifitas proyek hasil proses estimasi biaya aktifitas termasuk biaya risiko, biaya pajak, biaya bunga bank, dan keuntungan. Kontraktor juga melakukan review atas kondisi cash flow yang terjadi dengan cara menghubungkan progres pekerjaan dengan term of payment dari pemilik proyek dan term of payment ke pihak ketiga. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[50,143,194,12],"tags":[1662,5999],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Construction-Budget.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7541"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7541"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7553,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7541\/revisions\/7553"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}