{"id":7377,"date":"2020-11-29T09:04:54","date_gmt":"2020-11-29T09:04:54","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7377"},"modified":"2020-11-29T09:08:15","modified_gmt":"2020-11-29T09:08:15","slug":"hasil-proses-estimasi-biaya-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7377","title":{"rendered":"Hasil Proses Estimasi Biaya Proyek"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses estimasi biaya proyek akan menghasilkan estimasi biaya, basis perhitungannya, dan pembaruan dokumen-dokumen proyek. <em>Review<\/em> hasil estimasi harus dilakukan ketika ada peningkatan definisi proyek untuk mempertajam tingkat akurasinya. Penjelasan kegunaan hasil-hasil proses ini adalah sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ol type=\"1\"><li>Estimasi biaya aktivitas dan dasar estimasinya secara bersamaan akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan proses penentuan anggaran.<\/li><li>Estimasi biaya aktivitas akan digunakan untuk estimasi sumber daya aktivitas yang terkait pemilihan sumber daya yang efisien untuk proyek.<\/li><li>Estimasi biaya aktivitas akan digunakan untuk identifikasi risiko yang terkait dengan penetapan harga satuan yang digunakan, mengandung risiko ketidaksesuaian dengan aktual.<\/li><li>Estimasi biaya aktivitas juga akan digunakan pada proses perencanaan manajemen pengadaan sebagai dasar pemilihan vendor.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Proses estimasi biaya berdasarkan standar PMBOK 5<sup>th<\/sup> <em>Edition<\/em> akan menghasilkan suatu perhitungan biaya aktivitas beserta informasi dasar perhitungannya (<em>Basis of Estimates<\/em>). Penjelasannya diberikan pada Tabel berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-75.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7378\" width=\"614\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-75.png 637w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-75-300x108.png 300w\" sizes=\"(max-width: 614px) 100vw, 614px\" \/><figcaption>Hasil Proses Estimasi Biaya<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Estimasi biaya aktivitas akan menjadi acuan biaya pelaksanaan dan proses pemantauan serta pengendalian biaya. Dalam estimasi biaya aktivitas, perhitungan dilakukan dengan merinci semua komponen sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas tersebut. Komponen sumber daya dapat berupa upah tenaga kerja, material, alat, jasa, fasilitas, perijinan, IT, subkontraktor, biaya tidak langsung atau <em>overhead<\/em>, bunga bank, dan biaya cadangan. Pada proyek konstruksi, biaya proyek dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Biaya Upah<\/strong> \u2013 Biaya yang terkait dengan upah penggunaan tenaga kerja baik terlatih maupun tidak. Faktor pengaruh biaya upah adalah produktifitas, kualifikasi, dan jenis perjanjian.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Biaya Material<\/strong> \u2013 Biaya yang terkait dengan material proyek. Faktor pengaruh biaya ini adalah <em>waste, rework<\/em> atau <em>reject,<\/em> rantai pasok, dan metode pengangkutan atau pengiriman.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Biaya alat<\/strong> \u2013 Biaya yang terkait dengan penggunaan peralatan di proyek. Faktor pengaruh biaya ini adalah kapasitas, produktifitas, kondisi alat, tingkat konsumsi BBM, teknologi, dan lain-lain.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Biaya Subkontraktor<\/strong> \u2013 Biaya atas penggunaan kontraktor spesialis pada pekerjaan tertentu. Faktor pengaruh biaya ini adalah tingkat keahlian, jenis kontrak, dan distribusi risiko.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong>Biaya <em>Overhead<\/em><\/strong> \u2013 Biaya tak langsung atas proyek seperti gaji dan tunjangan, operasional kantor, biaya mob-demob karyawan, biaya <em>overhead<\/em> kantor pusat. Faktor pengaruh biaya iniadalah ukuran organisasi, produktifitas tim, tingkat kesulitan, dan durasi proyek.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Sebagai penunjang dokumen estimasi biaya aktivitas dan untuk mempercepat pemahaman mengenai estimasi biaya, dibuat dasar perhitungan&nbsp; (<em>basis of estimates<\/em>) yang dapat berupa :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong>Metode estimasi yang digunakan<\/strong> &#8211; Seperti analog, parametrik, <em>bottom-up<\/em>, 3-titik, dan lainnya.<\/li><li><strong>Informasi komersial yang dipublikasikan <\/strong>&#8211; Seperti data inflasi, IHPB, UMR, dan lainnya.<\/li><li><strong>Asumsi-asumsi<\/strong> &#8211; Seperti tingkat inflasi, kondisi <em>supply-demand<\/em>, nilai kurs, dan lainnya.<\/li><li><strong>Batasan-batasan<\/strong> &#8211; Seperti waktu kerja, tingkat kebisingan, syarat regulasi, dan lain-lain.<\/li><li><strong>Indikasi akurasi perhitungan<\/strong> \u2013 Dapat dalam prosentase seperti \u00b12,5%, \u00b15%, \u00b110%, atau lainnya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh suatu hasil perhitungan estimasi biaya proyek konstruksi ditampilkan pada tabel di bawah ini. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-76.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7379\" width=\"592\" height=\"606\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-76.png 638w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-76-293x300.png 293w\" sizes=\"(max-width: 592px) 100vw, 592px\" \/><figcaption>Contoh Hasil Estimasi Biaya Aktivitas Pada Paket Pekerjaan Pemancangan<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :\u00a0<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses estimasi biaya proyek akan menghasilkan estimasi biaya, basis perhitungannya, dan pembaruan dokumen-dokumen proyek. Review hasil estimasi harus dilakukan ketika ada peningkatan definisi proyek untuk mempertajam tingkat akurasinya. Penjelasan kegunaan hasil-hasil proses ini adalah sebagai berikut : Estimasi biaya aktivitas dan dasar estimasinya secara bersamaan akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan proses penentuan anggaran. Estimasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7381,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[143,194,12],"tags":[5909,3569,3590,1811,5908,5881,5648,5907,1643,5897,5808,5840,5810,1371,5896],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cost-Estimate-3.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7377"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7380,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7377\/revisions\/7380"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}