{"id":7282,"date":"2020-11-28T23:27:11","date_gmt":"2020-11-28T23:27:11","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7282"},"modified":"2020-11-29T00:22:42","modified_gmt":"2020-11-29T00:22:42","slug":"prinsip-percepatan-proyek-konstruksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7282","title":{"rendered":"Prinsip Percepatan Proyek Konstruksi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\"><em>Schedule compression<\/em> digunakan untuk mempercepat jadwal proyek pada saat perencanaan maupun saat pelaksanaan. <em>Schedule compression<\/em> saat perencanaan bertujuan untuk mendapatkan jadwal yang optimal atas biaya. Sedangkan <em>schedule compression<\/em> saat pelaksanaan umumnya untuk mengatasi keterlambatan pelaksanaan. Terdapat dua jenis <em>Schedule compression<\/em> yaitu <em>crashing<\/em> dan <em>fast tracking<\/em>. Teknik <em>crashing<\/em> cenderung memiliki konsekuensi penambahan biaya. Sedangkan <em>fast tracking<\/em> cenderung memiliki konsekuensi risiko.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Telah disampaikan sebelumnya bahwa proyek konstruksi merupakan salah satu proyek yang memiliki kompleksitas relatif tinggi. Kompleksitas tersebut berupa banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan, tingkat kesulitan yang tinggi, banyaknya sumber daya dan pihak terkait proyek yang harus dikelola, tingginya ketidakpastian, dan tingginya risiko. Hal tersebut sering menjadi penyebab keterlambatan pada pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Untuk mengatasi keterlambatan yang terjadi pada proyek konstruksi dilakukan langkah atau strategi percepatan proyek (<em>schedule compression<\/em>). Percepatan proyek di samping akan mengurangi durasi pelaksanaan, akan menambah biaya proyek. Sehingga untuk menjaga keseimbangan atas <em>the project constraint<\/em> antara waktu dan biaya, maka strategi yang dilakukan haruslah yang berdampak pada percepatan yang sebanyak-mungkin dimana biaya yang terjadi sekecil \u2013mungkin serta masih memenuhi persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Umumnya biaya percepatan akan mendekati linear dengan tingkat percepatan yang direncanakan. Sehingga perlu untuk mendapatkan strategi-strategi percepatan proyek yang mampu menghasilkan tingkat percepatan yang besar namun dengan tambahan biaya yang relatif kecil. Berdasarkan pengalaman dan berbagai referensi dalam mengerjakan proyek konstruksi, berikut ini adalah rekomendasi prinsip melakukan percepatan proyek konstruksi :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menggunakan material multi-fungsi <\/strong>\u2013 Dengan banyaknya tahapan pekerjaan pada proyek konstruksi, maka penggunaan material yang multi-fungsi akan dapat mengurangi durasi pelaksanaan. Adapun contohnya adalah penggunaan material <em>metal deck<\/em> pada pekerjaan pelat lantai. <em>Metal deck<\/em> akan berfungsi sebagai pengganti tulangan dan panel bekisting bawah pelat lantai.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"776\" height=\"347\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-48.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7288\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-48.png 776w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-48-300x134.png 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-48-768x343.png 768w\" sizes=\"(max-width: 776px) 100vw, 776px\" \/><figcaption>Metal Deck<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menggunakan material setengah jadi atau material jadi<\/strong> \u2013 Proses pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari material atau bahan mentah. Bahan mentah tersebut diproses tahap demi tahap hingga proses pemasangan. Penggunaan material atau bahan yang sudah setengah jadi, akan memangkas durasi pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi. Adapun contohnya adalah penggunaan material baja ketimbang beton pada elemen struktur.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"580\" height=\"203\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-49.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7289\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-49.png 580w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-49-300x105.png 300w\" sizes=\"(max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption>Sandwich Panel<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Design dan pelaksanaan Prefabrikasi tinggi<\/strong> \u2013 Proses ini yaitu disain elemen tertentu dari bangunan dengan aplikasi konsep prefabrikasi yang tinggi. Umumnya elemen yang didisain dengan cara ini adalah elemen yang dengan tingkat kesulitan pelaksanaan yang tinggi. Adapun contohnya adalah pada elemen toilet yang diprefabrikasi<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-50.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7290\" width=\"443\" height=\"512\"\/><figcaption>Toilet Prefabrikasi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Memilih disain dengan pelaksanaan lebih cepat<\/strong> \u2013 Pada proyek konstruksi, umumnya untuk suatu pekerjaan tertentu terdapat beberapa alternatif disain. Dalam rangka pelaksanaan proyek yang lebih cepat, harus dipilih alternatif disain dengan durasi pelaksanaa terpendek. Adapun contohnya adalah mengubah disain dua <em>pile cap<\/em> yang berdekatan menjadi satu <em>pile cap<\/em> yang menyatu.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-52.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7292\" width=\"636\" height=\"258\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-52.png 562w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-52-300x122.png 300w\" sizes=\"(max-width: 636px) 100vw, 636px\" \/><figcaption>Penggabungkan Pile Cap yang Berdekatan<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Penggunaan material struktur mutu tinggi<\/strong> \u2013 Penggunaan material dengan mutu lebih tinggi pada struktur yang sama, akan mengurangi volume kebutuhan material. Berkurangnya volume akan berdampak pada berkurangnya durasi pelaksanaan. Adapun contohnya adalah penggunaan besi mutu fy 500 MPa yang akan mengurangi jumlah kebutuhan besi fy 400 MPa sekitar 15%-20%. Hal ini berarti akan mengurangi durasi aktifitas pembesian sekitar 10%-15%.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pemanfaatan BIM<\/strong> \u2013 Proses disain dengan BIM akan menghasilkan suatu disain yang tanpa masalah koordinasi antar elemen disain. Disain dengan potensi kesalahan yang kecil akan membantu kecepatan proses pelaksanaan. Di samping itu, disain yang menggunakan BIM akan sangat membantu proses pembuatan shop drawing, sehingga akan mempercepat proses pelaksanaan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Implementasi metode jalur kritis<\/strong> \u2013 Aplikasi jalur kritis untuk percepatan proyek konstruksi telah terbukti, seperti pada proyek Hoover Dam. Prioritas dilakukan pada perencanaan, urutan pelaksanaan aktivitas, ketersediaan sumber daya, dan penyelesaian masalah.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-53.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7293\" width=\"580\" height=\"414\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-53.png 380w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-53-300x214.png 300w\" sizes=\"(max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption>Proyek Hoover Dam<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menggantikan sumber daya manusia dengan alat<\/strong> \u2013 Pelaksanaan dengan menggunakan sumber daya manusia memiliki produktifitas yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan alat. Hal ini karena mengelola manusia lebih kompleks dibanding mengelola alat. Proyek konstruksi melibatkan manusia dalam jumlah yang banyak yang mengkontribusi pada peningkatan tingkat kompleksitas proyek. Mengganti manusia dengan alat akan meningkatkan produktifitas dan juga mengurangi kompleksitas proyek. Sehingga proyek akan dapat dikerjakan dengan jauh lebih cepat. Adapun contohnya adalah  menggunakan alat plester yang mengurangi jumlah tenaga kerja<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-54.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7294\" width=\"572\" height=\"651\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-54.png 325w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-54-264x300.png 264w\" sizes=\"(max-width: 572px) 100vw, 572px\" \/><figcaption>Automatic Plastering Machine (tradeindia.com)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menggunakan alat dengan produktivitas terbaik <\/strong>\u2013 Peralatan proyek konstruksi terutama peralatan berat adalah tulang punggung kecepatan pelaksanaan proyek. Peralatan proyek juga bekerja secara kolaboratif atau saling terkait satu dengan lainnya. Produktivitas alat menjadi salah satu kunci kecepatan proyek. Oleh karena itu, proyek harus memprioritaskan alat dengan tingkat produktifitas yang terbaik. Pada strategi ini, setiap opsi alat dilakukan perhitungan dan simulasi untuk mengetahui tingkat produktivitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Aplikasi metode modularisasi<\/strong> \u2013 Metode ini adalah perkembangan terbaru atas metode prefabrikasi dimana dilakukan pada multi-elemen bangunan dalam bentuk yang hampir jadi. Metode ini dapat mempercepat pelaksanaan konstruksi secara signifikan dan aktif dikembangkan oleh berbagai negara, salah satunya Cina. Metode ini dapat dilihat pada Gambar berikut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-55.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7295\" width=\"574\" height=\"329\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-55.png 403w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-55-300x172.png 300w\" sizes=\"(max-width: 574px) 100vw, 574px\" \/><figcaption>Pelaksanaan Metode Modular Pada Gedung<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Mempercepat pelaksanaan sejak awal proyek<\/strong> \u2013 Mempercepat pelaksanaan di awal pada dasarnya adalah untuk mengurangi tingkat <em>multi-tasking<\/em> yang terjadi pada pertengahan masa pelaksanaan proyek konstruksi. Sehingga kebutuhan sumber daya dapat dikurangi dan akan lebih fokus dalam melaksanakan dan mengendalikan pekerjaan selanjutnya. Contoh yang termasuk kategori ini pada proyek gedung tinggi adalah melaksanakan pekerjaan fa\u00e7ade saat pelaksanaan struktur mencapai lantai 5 hingga lantai 10.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Pemanfaatan sumber daya lokal sebanyak mungkin <\/strong>\u2013 Proyek konstruksi tidak selalu berada pada pusat sumber daya. Seringkali proyek konstruksi berada di daerah <em>remote<\/em>. Mendatangkan sumber daya pada daerah itu akan membutuhkan waktu dan biaya ekstra. Untuk memangkas waktu transportasi, maka dapat memanfaatkan sumber daya lokal terdekat dengan berbagai strategi selama masih memungkinkan. Adapun contohnya adalah pada pekerjaan beton. Penggunaan split lokal akan membuat durasi pengiriman material akan lebih singkat dibandingkan jika mendatangkan split dari luar pulau. Dalam hal ini, harus dicek kualitas split lokal yang akan digunakan. Jika kualitas di bawah split dari luar pulau, maka dapat dilakukan modifikasi pada <em>mix design<\/em> beton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Aplikasi metode pelaksanaan bersifat dua arah \u2013 <\/strong>Proyek konstruksi memiliki banyak ketergantungan yang membuat pekerjaan harus dilakukan secara berurutan sesuai ketergantungan antar pekerjaan. Aplikasi metode pelaksanaan yang bersifat dua arah bertujuan untuk mengurangi tingkat ketergantungan antar pekerjaan tersebut. Adapun contoh dari metode ini seperti metode <em>top-down construction<\/em>, metode pelaksanaan pekerjaan lantai gedung tiap dua lantai, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-56.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7296\" width=\"580\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-56.png 390w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-56-300x201.png 300w\" sizes=\"(max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><figcaption>Metode Top-down Construction<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=i&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=0ahUKEwjp0sjfgsXNAhVMqI8KHThgCv4QjRwIBw&amp;url=http:\/\/www.zoldancostruzioni.it\/eng\/parking-top-down.html&amp;psig=AFQjCNGpP3wOQYQjbMfEVU7kaMTDneFQqw&amp;ust=1467007447230242\" target=\"_blank\"><\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Transportasi material kritis secepat-mungkin <\/strong>\u2013 Pada pelaksanaan proyek konstruksi di <em>remote area<\/em>, pengadaan dan transportasi material akan membutuhkan waktu yang relatif lama. Di samping itu, pada proyek tertentu akan terdapat beberapa material yang membutuhkan waktu yang lama untuk pengadaannya (<em>long lead item<\/em>) seperti pada proyek EPC. Sehingga mempercepat proses transportasi material kritis akan dapat mempercepat durasi pelaksanaan proyek. Adapun contohnya adalah <em>engine<\/em> pembangkit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menghilangkan aktivitas saling ketergantungan yang tidak perlu \u2013<\/strong> Terdapat beberapa aktivitas pada proyek konstruksi dapat dihilangkan. Contohnya adalah pada pekerjaan <em>bored pile<\/em>. Pengecoran <em>bored pile<\/em> umumnya dilakukan hingga elevasi permukaan tanah. Padahal, elevasi yang diperlukan adalah berada di bawah tanah. Sehingga harus dilakukan pembongkaran pondasi <em>bored pile<\/em> yang berada di atas elevasi rencana. Untuk menghilangkan aktivitas ini, dilakukan dengan dengan membatasi beton di atas elevasi rencana dan sesegera mungkin membuang beton di atas elevasi rencana segar sedemikian hingga elevasi atas beton sesuai elevasi rencana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Strategi khusus atas masa pengerasan beton<\/strong> \u2013 Beton adalah elemen utama hampir semua jenis proyek konstruksi. Mempercepat pekerjaan beton akan mempercepat pelaksanaan proyek secara signifikan. Namun beton memerlukan waktu cukup lama untuk mendapatkan kuat tekan tertentu, sehingga diperlukan strategi khusus untuk mengatasinya. Adapun contoh strategi adalah penggunaan metode <em>shoring<\/em> pada pekerjaan bekisting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Pemanfaatan elemen struktur bangunan untuk struktur pekerjaan sementara<\/strong> \u2013 Strategi ini akan mengurangi waktu yang diperlukan dalam membuat struktur khusus pada pekerjaan sementara atau terkait metode pelaksanaan. Pada strategi ini, perlu dilakukan cek kekuatan elemen struktur atas kedua fungsi tersebut dan dampaknya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut : Pemanfaatan pondasi bangunan gedung untuk pondasi alat Tower Crane (TC).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan serta mensyaratkan kondisi-kondisi tertentu untuk dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal dimana dengan tingkat percepatan yang tinggi dengan biaya yang efisien. Oleh karena itu, pada rekomendasi strategi yang telah diberikan dan dijelaskan di atas, penggunaannya harus dengan memperhatikan kondisi dan situasi proyek yang unik. Rekomendasi strategi percepatan tersebut juga dapat dilakukan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan untuk dapat diaplikasikan dengan hasil yang sesuai tuntutan dan optimal bagi proyek.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Schedule compression digunakan untuk mempercepat jadwal proyek pada saat perencanaan maupun saat pelaksanaan. Schedule compression saat perencanaan bertujuan untuk mendapatkan jadwal yang optimal atas biaya. Sedangkan schedule compression saat pelaksanaan umumnya untuk mengatasi keterlambatan pelaksanaan. Terdapat dua jenis Schedule compression yaitu crashing dan fast tracking. Teknik crashing cenderung memiliki konsekuensi penambahan biaya. Sedangkan fast tracking [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[194,12,185,161],"tags":[5794,5800,5788,5787,5803,5790,5796,5793,4470,4471,5798,5792,1108],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Schedule-Compression-in-Project-Management.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7282"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7282"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7299,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7282\/revisions\/7299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}