{"id":7265,"date":"2020-11-28T17:12:25","date_gmt":"2020-11-28T17:12:25","guid":{"rendered":"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7265"},"modified":"2020-11-28T17:13:09","modified_gmt":"2020-11-28T17:13:09","slug":"contoh-aplikasi-perhitungan-least-cost-analysis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?p=7265","title":{"rendered":"Contoh Aplikasi Perhitungan Least Cost Analysis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">Metode&nbsp;<em>least cost analysis<\/em>&nbsp;adalah metode&nbsp;<em>schedulling<\/em>&nbsp;yang menentukan aktivitas dan urutan dalam melakukan strategi percepatan secara&nbsp;<em>crashing<\/em>&nbsp;dalam rangka mendapatkan serangkaian rencana percepatan proyek yang paling efisien atas biaya. Metode ini memanfaatkan metode&nbsp;<em>critical path<\/em>&nbsp;sebagai salah satu acuannya. Metode ini adalah salah satu metode analisis pada percepatan proyek dengan metode&nbsp;<em>crashing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Percepatan waktu proyek (<em>schedule compression<\/em>) sering dilakukan di proyek, baik pada proses perencanaan yaitu pada proses&nbsp;<em>schedule development<\/em>, maupun saat pengendalian yaitu proses&nbsp;<em>control schedule<\/em>. Dengan menggunakan metode&nbsp;<em>critical path<\/em>, maka akan diketahui aktivitas-aktivitas mana saja yang termasuk dalam aktivitas kritis bagi jadwal proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan pemahaman atas metode <em>least cost analysis<\/em>, maka diberikan contoh aplikasi pada suatu kontraktor EPC yang melaksanakan proyek dengan data-data kontraktual sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Durasi awal 365 hari.<\/li><li>Biaya <em>overhead<\/em> adalah Rp. 75 jt\/hari dan bonus percepatan adalah Rp. 50 jt\/hari.<\/li><li><em>Pemilik<\/em> menginstruksikan percepatan proyek selama paling tidak 15 hari .<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Untuk menyelesaikan permasalahan yang sering terjadi di atas, maka dilakukan langkah-langkah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menentukan daftar aktivitas yang akan dilakukan <em>crashing<\/em><\/strong> \u2013 Analisis menunjukkan peluang percepatan ada pada fase <em>engineering<\/em> dengan aktivitas adalah A,B,C,D,E, dan F dengan durasi fase ini adalah 140 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Mendata rencana awal durasi dan biaya tiap aktivitas (kondisi normal)<\/strong> \u2013 Berdasarkan acuan biaya dan jadwal, didapat durasi dan biaya aktivitas, serta hubungan ketergantungan antar aktivitas seperti pada Tabel di bawah ini<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Mendata estimasi durasi dan biaya tiap aktivitas dalam kondisi <em>crash<\/em><\/strong><em> <\/em>\u2013 Setelah melalui beberapa brainstorming untuk menentukan strategi percepatan terbaik pada tiap aktivitas, maka diestimasi durasi percepatan dan biayanya dengan hasil seperti pada Tabel di bawah ini<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menghitung nilai <em>cost slope<\/em><\/strong><em> \u2013 <\/em>Hasil perhitungan nilai <em>cost slope<\/em> disajikan pada Tabel di bawah ini :<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"959\" height=\"354\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-37.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7266\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-37.png 959w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-37-300x111.png 300w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-37-768x283.png 768w\" sizes=\"(max-width: 959px) 100vw, 959px\" \/><figcaption>Hasil Perhitungan nilai Cost Slope Tiap Aktivitas<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Membuat diagram jaringan jadwal proyek<\/strong> \u2013 Hasil analisis diagram jaringan ditampilkan pada Gambar 8.15.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Menentukan jalur kritis<\/strong> \u2013 Hasil analisis <em>critical path<\/em> terlihat pada Gambar yang ditandai dengan garis tebal.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"744\" height=\"364\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-38.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7267\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-38.png 744w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-38-300x147.png 300w\" sizes=\"(max-width: 744px) 100vw, 744px\" \/><figcaption>Diagram Jaringan Jadwal Proyek<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Melakukan <em>crashing<\/em> secara bertahap<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Crashing<\/em><\/strong><strong> Tahap 1<\/strong> : Hanya terdapat satu jalur kritis. Aktivitas D dengan nilai <em>cost slope<\/em> terkecil. Maka <em>crashing<\/em> dilakukan pada aktivitas D (lihat Gambar 8.17).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"734\" height=\"361\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-39.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7268\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-39.png 734w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-39-300x148.png 300w\" sizes=\"(max-width: 734px) 100vw, 734px\" \/><figcaption>Crashing Tahap 1<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Setelah <em>crashing<\/em>, jumlah jalur kritis bertambah menjadi Start-B-C-D-E-End dan Start-B-F-E-End seperti terlihat pada Gambar 8.18 di bawah. Durasi berkurang menjadi 130 hari. Terjadi perubahan biaya,yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Penambahan biaya langsung = 10 hari x Rp. 60jt\/hari = +Rp. 600jt,<\/li><li>Pengurangan biaya <em>overhead<\/em>= 10 hari x Rp. 75jt\/hari = -Rp. 750jt,<\/li><li>Pengurangan biaya karena bonus = 10 hari x Rp. 50jt\/hari = -Rp. 500jt,<\/li><li>Akumulasi biaya = Rp. 48.300jt &#8211; Rp. 650jt = Rp. 47.650jt.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"760\" height=\"352\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-40.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7269\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-40.png 760w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-40-300x139.png 300w\" sizes=\"(max-width: 760px) 100vw, 760px\" \/><figcaption>Hasil Analisis Jalur Kritis Atas Crashing Tahap 1<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Crashing<\/em> Tahap 2<\/strong> : Saat ini terdapat dua jalur kritis. Kemungkinan alternatif <em>crashing <\/em>adalah B, E, dan C-F. Aktivitas D telah habis durasi <em>crashing<\/em> sehingga tidak dimasukkan dalam alternatif selanjutnya. Nilai <em>cost slope<\/em> masing-masing alternatif adalah B=200, E=120, C-F=900. Alternatif E yang paling kecil dan dipilih untuk dilakukan <em>crashing<\/em> pada tahap 2. (lihat Gambar 8.19).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"737\" height=\"361\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-41.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7270\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-41.png 737w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-41-300x147.png 300w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><figcaption>Crashing Tahap 2<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Setelah <em>crashing,<\/em> jumlah jalur kritis bertambah menjadi Start-B-C-D-E-End, Start-B-F-E-End, dan Start-A-End seperti terlihat pada Gambar 8.20. Durasi berkurang menjadi 120 hari. Terjadi perubahan biaya, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Penambahan biaya langsung = +Rp. 600jt + 10 hari x Rp. 120jt\/hari = +Rp. 1.800jt,<\/li><li>Pengurangan biaya <em>overhead<\/em>= 20 hari x Rp. 75jt\/hari = -Rp. 1.500jt,<\/li><li>Pengurangan biaya karena bonus = 20 hari x Rp. 50jt\/hari = -Rp. 1.000jt,<\/li><li>Akumulasi biaya = Rp. 48.300 &#8211; Rp. 700j = Rp. 47.600jt.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"734\" height=\"347\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-42.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7271\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-42.png 734w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-42-300x142.png 300w\" sizes=\"(max-width: 734px) 100vw, 734px\" \/><figcaption>Hasil Crashing Tahap 2<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Crashing<\/em> Tahap 3<\/strong> : Saat ini terdapat tiga jalur kritis. Kemungkinan alternatif <em>crashing<\/em> adalah A-B dan A-C-F. Aktivitas D dan E telah habis durasi <em>crashing<\/em> sehingga tidak dimasukkan dalam alternatif selanjutnya. Nilai <em>cost slope<\/em> adalah A-B=300, A-C-F=1000. Alternatif A-B yang paling kecil dan dipilih untuk dilakukan <em>crashing<\/em> pada tahap 3 (lihat Gambar 8.21).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"728\" height=\"366\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-43.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7272\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-43.png 728w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-43-300x151.png 300w\" sizes=\"(max-width: 728px) 100vw, 728px\" \/><figcaption>Crashing Tahap 3<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Setelah <em>crashing, <\/em>jumlah jalur kritis adalah tetap tiga jalur seperti terlihat pada Gambar 8.22 di bawah ini. Durasi berkurang menjadi 115 hari. Terjadi perubahan biaya, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Penambahan biaya langsung = +Rp. 1800jt + 5 hari x (Rp. 100jt\/hari + Rp. 200jt\/hari) = +Rp. 3300jt,<\/li><li>Pengurangan biaya <em>overhead<\/em>= 25 hari x Rp. 75jt\/hari = -Rp. 1.875jt,<\/li><li>Pengurangan biaya karena bonus = 25 hari x Rp. 50jt\/hari = -Rp. 1.250jt,<\/li><li>Akumulasi biaya = +Rp. 48.300jt + Rp. 175jt = Rp. 48.475jt.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"724\" height=\"344\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-44.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7273\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-44.png 724w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-44-300x143.png 300w\" sizes=\"(max-width: 724px) 100vw, 724px\" \/><figcaption>Hasil Crashing Tahap 3<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Crashing<\/em> Tahap 4<\/strong> : Saat ini terdapat tiga jalur kritis. Kemungkinan alternatif <em>crashing<\/em> tinggal A-C-F. Aktivitas B,D, dan E telah habis durasi <em>crashing<\/em>-nya sehingga tidak dimasukkan dalam alternatif selanjutnya, kecuali aktivitas A masih tersisa 15 hari. Nilai <em>cost slope<\/em> adalah A-C-F=1000. Alternatif A-C-F dilakukan <em>crashing<\/em> pada tahap 4 (lihat Gambar 8.23).<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"745\" height=\"363\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-45.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7274\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-45.png 745w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-45-300x146.png 300w\" sizes=\"(max-width: 745px) 100vw, 745px\" \/><figcaption>Crashing Tahap 4<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Setelah <em>crashing, <\/em>jumlah jalur kritis adalah tetap tiga jalur seperti terlihat pada Gambar 8.24 di bawah ini. Durasi berkurang menjadi 105 hari. Terjadi perubahan biaya, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Penambahan biaya langsung = +Rp. 3.300jt + 10 hari x (Rp. 100jt\/hari + Rp. 600jt\/hari + Rp. 300jt\/hari) = +Rp. 13.300jt,<\/li><li>Pengurangan biaya <em>overhead<\/em>= 35 hari x Rp. 75jt\/hari = -Rp. 2.625jt,<\/li><li>Pengurangan biaya karena bonus = 35 hari x Rp. 50jt\/hari = -Rp. 1.750jt,<\/li><li>Akumulasi biaya = +Rp. 48.300jt + Rp.8.925jt = Rp. 57.225jt.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"735\" height=\"357\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-46.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7275\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-46.png 735w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-46-300x146.png 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><figcaption>Hasil Crashing Tahap 4<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong><em>Crashing<\/em> Tahap 5<\/strong> : Saat ini terdapat tiga jalur kritis dan aktivitas A masih menyisakan 5 hari percepatan. Namun salah satu jalur telah habis kemungkinan percepatan. Maka tidak ada lagi kemungkin melakukan percepatan. Percepatan hanya akan membuat jalur kritis yang dipercepat akan menghasilkan <em>float<\/em>. Sehingga proses <em>crashing<\/em> selesai pada tahap 4.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><strong>Membuat menentukan titik optimal <em>crashing<\/em><\/strong> \u2013 Titik optimal <em>crashing<\/em> adalah titik dengan biaya total yang paling kecil. Gambar 8.25 menunjukkan durasi optimum adalah 120 hari. Hasil <em>least cost analysis<\/em> menunjukkan bahwa kontraktor sebaiknya melakukan percepatan selama 20 hari dimana biaya yang semula Rp. 48.300jt mengecil menjadi Rp. 47.600jt.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"659\" height=\"444\" src=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-47.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7276\" srcset=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-47.png 659w, https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/image-47-300x202.png 300w\" sizes=\"(max-width: 659px) 100vw, 659px\" \/><figcaption>Hubungan Durasi dan Biaya Crashing<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi :&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4045\"><strong>Buku Advanced and Effective Project Management<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\"><sub><em>Untuk melihat daftar artikel \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=44\">Table of Content<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan konsultasi Project Management \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"http:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=3054\">Konsultasi<\/a><\/strong>.<\/em> <em>Daftar karya ada pada \u21d2&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4873\">Innovation Gallery<\/a><\/strong><\/em>, <em>dan daftar riset pada \u21d2&nbsp;<a href=\"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/?page_id=4904\"><strong>Research Gallery<\/strong><\/a><\/em><\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode&nbsp;least cost analysis&nbsp;adalah metode&nbsp;schedulling&nbsp;yang menentukan aktivitas dan urutan dalam melakukan strategi percepatan secara&nbsp;crashing&nbsp;dalam rangka mendapatkan serangkaian rencana percepatan proyek yang paling efisien atas biaya. Metode ini memanfaatkan metode&nbsp;critical path&nbsp;sebagai salah satu acuannya. Metode ini adalah salah satu metode analisis pada percepatan proyek dengan metode&nbsp;crashing. Percepatan waktu proyek (schedule compression) sering dilakukan di proyek, baik pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_s2mail":"yes","spay_email":""},"categories":[194,12,185],"tags":[5786,5783,1371,5674,1108],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Schedule-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7265"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7265"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7279,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7265\/revisions\/7279"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manajemenproyekindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}